Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen investasi PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, telah mencapai nilai kumulatif sebesar USD 27 miliar. Angka tersebut terdiri atas realisasi investasi senilai USD 20 miliar dan rencana pengembangan lanjutan sebesar USD 7 miliar. Kawasan industri terintegrasi itu tercatat telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja hingga saat ini.
Penegasan itu disampaikan Kepala Negara dalam Rapat Koordinasi sekaligus agenda Peresmian Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik dan Groundbreaking 11 Proyek di kawasan IWIP, Kamis (8/10). Presiden menilai capaian investasi tersebut menjadi bukti bahwa prospek perekonomian nasional berada dalam kondisi yang sangat baik.
"Realisasi investasi di kawasan IWIP, Indonesia Weda Bay Industrial Park, telah mencapai sekitar USD 20 miliar lebih, dengan rencana pengembangan investasi sebesar USD 7 miliar di saat-saat yang mendatang," ujar Prabowo dalam pidato sambutannya.
Menurut Presiden, besarnya nilai investasi yang masuk ke wilayah Indonesia Timur itu sekaligus membantah berbagai prediksi yang menyebutkan perekonomian nasional akan mengalami kegagalan. Prabowo menyatakan dirinya menyaksikan langsung bahwa masa depan Indonesia berada dalam keadaan cerah.
Bantah Narasi Indonesia Gelap
"Mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, kolaps, Indonesia akan kolaps, tiap bulan diramalkan kita akan kolaps, tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah," tegas Prabowo.
Kepala Negara menambahkan, sebagian besar pekerja di kawasan industri tersebut merupakan warga negara asli Indonesia yang berasal dari berbagai daerah di kawasan timur. Ia lantas menginstruksikan jajaran direksi IWIP dan perusahaan-perusahaan di dalam kawasan untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan, salah satunya melalui penambahan jatah makan.
Presiden menekankan pentingnya kepedulian manajemen terhadap kebutuhan dasar tenaga kerja, mengingat kontribusi mereka yang telah bekerja dalam waktu cukup lama. Instruksi itu disampaikan secara langsung kepada para direksi perusahaan yang hadir dalam acara tersebut.
Realisasi Investasi Semester I 2026 Capai Rp 1.010,6 Triliun
Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memaparkan capaian realisasi investasi pada semester I tahun 2026 yang mencapai Rp 1.010,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan penyerapan tenaga kerja melebihi 1,4 juta orang.
"Dalam dua tahun terakhir ini, tadinya kontribusi hilirisasi 25 persen, sudah mencapai 35 persen dari total investasi yang masuk, dan lebih dari 75 persen terealisasinya di luar Jawa," ungkap Rosan Roeslani.
Data tersebut menunjukkan kebijakan hilirisasi yang ditetapkan pemerintah telah mengubah peta distribusi investasi nasional. Sebagian besar penanaman modal kini mengalir ke luar Pulau Jawa, salah satunya ke kawasan industri terintegrasi seperti IWIP yang berlokasi di Desa Lelilef, Weda Tengah, Halmahera Tengah.
Hilirisasi Dorong Pertumbuhan Kawasan Timur
Berdasarkan pemaparan tersebut, kontribusi sektor hilirisasi terhadap total investasi nasional meningkat dari sebelumnya 25 persen menjadi 35 persen. Pemerintah menilai tren itu menandakan strategi pengolahan sumber daya alam di dalam negeri berjalan sesuai keputusan yang telah ditetapkan dalam berbagai regulasi.
Pemerintah menindaklanjuti capaian tersebut dengan mendorong percepatan pembangunan sejumlah proyek strategis di kawasan timur Indonesia. Peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi penanda masuknya Indonesia ke dalam rantai pasok global kendaraan listrik, mulai dari penambangan nikel hingga produksi sel baterai.
Groundbreaking 11 proyek baru di kawasan IWIP menegaskan komitmen pengembangan yang berkelanjutan, mencakup fasilitas pengolahan, infrastruktur pendukung, dan kawasan permukiman pekerja. Presiden menutup sambutannya dengan menyatakan optimisme bahwa hilirisasi akan terus memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di daerah.
Comments (0)