Prabowo Lantik 25 Pejabat Negara dan 10 Duta Besar Baru

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 25 pejabat negara dan 10 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Pelanti...

Jul 12, 2026 - 19:20
0 1
Prabowo Lantik 25 Pejabat Negara dan 10 Duta Besar Baru

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 25 pejabat negara dan 10 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Pelantikan ini mencakup sejumlah posisi strategis di lembaga pemerintah nonkementerian serta perwakilan diplomatik di berbagai negara sahabat, menandai langkah penyegaran dan penguatan institusi negara.

Formasi Baru di Tubuh Lembaga Negara

Ke-25 pejabat yang diambil sumpahnya terdiri dari para kepala lembaga dan wakil kepala lembaga yang berada langsung di bawah koordinasi presiden. Di antara jabatan yang diisi adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), serta Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Selain itu, Presiden juga melantik Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Dari jajaran wakil kepala, turut dilantik Wakil Kepala BIN, Wakil Kepala BNN, Wakil Kepala BPOM, dan sejumlah wakil kepala lembaga lainnya. Pengisian jabatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden yang ditandatangani beberapa hari sebelumnya, setelah melalui proses seleksi dan evaluasi kinerja oleh tim penilai akhir di lingkungan Sekretariat Kabinet.

Kekuatan Diplomasi Baru

Sementara itu, 10 Duta Besar LBBP yang dilantik akan bertugas di negara-negara mitra strategis Indonesia. Mereka adalah Dubes RI untuk Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Arab Saudi, Malaysia, Australia, Belanda, Turki, Afrika Selatan, dan India. Para diplomat karier dan non-karier ini diharapkan mampu memperkuat kerja sama bilateral di bidang ekonomi, pertahanan, dan budaya sesuai dengan prioritas politik luar negeri pemerintah.

Upacara pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Kredensial Istana Merdeka, dihadiri oleh Wakil Presiden, para menteri Kabinet Indonesia Maju, serta keluarga para pejabat yang dilantik. Prosesi diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden oleh Sekretaris Kabinet, kemudian dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu oleh Presiden.

Arahan Tegas Presiden

Dalam sambutan singkat setelah pelantikan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya loyalitas, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Saudara-saudara dilantik bukan sekadar untuk menduduki jabatan, melainkan untuk menjadi pelayan rakyat yang sesungguhnya. Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab, junjung tinggi sumpah yang baru saja diucapkan, dan jaga kepercayaan negara,”
tegas Presiden.

Presiden secara khusus mengingatkan para duta besar untuk menjadi ujung tombak diplomasi ekonomi yang membawa manfaat nyata bagi rakyat Indonesia.

“Diplomasi kita harus menghasilkan investasi, membuka akses pasar bagi produk dalam negeri, dan melindungi warga negara kita di luar negeri. Saya minta saudara-saudara segera bekerja, menjalin komunikasi intensif dengan pemangku kepentingan di negara sahabat,”
ujar Presiden.

Seusai pelantikan, sejumlah pejabat baru menyatakan komitmennya untuk langsung menindaklanjuti arahan presiden. Kepala BIN yang baru dilantik, misalnya, menyampaikan akan fokus pada penguatan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman nasional. Sementara Kepala BNN menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan perang melawan narkotika dengan pendekatan yang lebih komprehensif.

Signifikansi Perombakan

Pelantikan serentak ini dipandang sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur negara. Sejumlah posisi sebelumnya dijabat oleh pelaksana tugas atau mengalami kekosongan. Dengan pengisian ini, diharapkan seluruh lembaga dapat bekerja maksimal dalam mendukung program prioritas nasional, termasuk swasembada pangan, hilirisasi industri, dan transformasi digital.

Penunjukan para duta besar baru juga dinilai strategis mengingat dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Kehadiran diplomat senior pada pos-pos penting diharapkan mampu menjaga kepentingan nasional di tengah rivalitas kekuatan besar dan ketidakpastian ekonomi dunia. Pelantikan ini melengkapi susunan pejabat negara yang sebelumnya telah dilakukan pada awal masa pemerintahan, menandai babak baru konsolidasi birokrasi dan diplomasi Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User