Prabowo Hadiri Hari Koperasi, Sapa Jaksa Agung dan Kapolri
Jakarta, 12 Juli 2025 – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (12/7). Dalam acara yang dihadiri ribuan pelaku koperasi dari s...
Jakarta, 12 Juli 2025 – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (12/7). Dalam acara yang dihadiri ribuan pelaku koperasi dari seluruh Indonesia itu, Prabowo terlihat beramah-tamah menyalami satu per satu pejabat tinggi negara yang hadir, termasuk Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Momen tersebut menjadi sorotan karena terjadi sebelum acara resmi dimulai, menunjukkan kehangatan komunikasi antara kepala negara dengan para penegak hukum.
Berdasarkan pantauan Apaberita, Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB dengan mengenakan setelan jas berwarna gelap. Setelah meletakkan tangan di dada sebagai tanda hormat, ia langsung menuju barisan tamu VVIP. Jaksa Agung yang berdiri di deret depan menjadi salah satu yang pertama disambut dengan jabat tangan hangat, disusul Kapolri yang berdiri tepat di sampingnya. Seketika, keduanya terlibat percakapan singkat yang tampak cair dan penuh senyum. Meski suasana pagi cukup dingin, keakraban itu seolah mencairkan formalitas protokoler.
Kehadiran Lengkap Pejabat Negara
Selain Jaksa Agung dan Kapolri, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju turut hadir dalam perayaan yang mengusung tema “Koperasi Maju, Ekonomi Tangguh” tersebut. Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi bertindak sebagai tuan rumah, didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dari lembaga legislatif, Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPD La Nyalla Mattalitti juga tampak duduk di kursi kehormatan. Prabowo menyempatkan menyapa mereka sebelum naik ke podium utama. Menurut agenda resmi, peringatan Hari Koperasi tahun ini dirancang tidak sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menyatukan komitmen lintas sektor dalam pengembangan koperasi berbasis digital dan transparansi pengelolaan.
Arahan Presiden: Koperasi Harus Berevolusi
Dalam pidato kuncinya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi harus menjadi motor utama transformasi ekonomi kerakyatan yang berdaya saing global. “Saudara-saudara, koperasi bukan lagi sekadar arisan atau simpan pinjam. Koperasi harus berevolusi menjadi korporasi rakyat yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Di sinilah peran pengawasan sangat penting,” ujarnya di hadapan lebih dari 5.000 hadirin. Ia secara spesifik menyebut peran Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI dalam mendampingi koperasi agar terhindar dari praktik penipuan investasi bodong dan penyalahgunaan dana anggota. Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari para penggerak koperasi yang kerap menjadi korban oknum tidak bertanggung jawab.
Prabowo lalu memberikan contoh data yang menunjukkan potensi besar koperasi. “Per 31 Desember 2024, jumlah koperasi aktif di Indonesia sebanyak 127.486 unit dengan total volume usaha mencapai Rp 184,3 triliun. Anggota koperasi mencapai 27,3 juta orang. Ini bukan angka kecil. Jika dikelola benar, koperasi bisa memperkuat ekonomi nasional hingga meningkatkan pendapatan per kapita secara signifikan,” jelasnya. Data tersebut mengutip laporan Kementerian Koperasi dan UKM yang baru dirilis pada awal Juli 2025.
Simbol Kehangatan dengan Penegak Hukum
Momen Prabowo menyalami Jaksa Agung dan Kapolri memicu beragam interpretasi positif di kalangan peserta yang hadir. Seorang pengamat politik dari Universitas Indonesia, Ade Reza Hariyadi, yang turut hadir sebagai narasumber seminar menjelaskan bahwa gestur tersebut bukan sekadar basa-basi. “Ini sinyal bahwa pemerintah serius ingin mensinergikan koperasi dengan aparat penegak hukum. Koperasi seringkali bermasalah pada tata kelola dan pengawasan internal. Dengan melibatkan Kejaksaan dan Polri secara lebih intensif, diharapkan ada efek pencegahan dini terhadap penyimpangan,” katanya saat ditemui di sela acara.
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin sendiri, saat ditanya Apaberita seusai acara, menegaskan komitmen korps Adhyaksa. “Kami siap mendampingi setiap koperasi, baik dalam bentuk legal opinion, pendampingan hukum perdata, hingga penindakan pidana jika memang diperlukan. Presiden sudah memerintahkan untuk mempercepat pembentukan gugus tugas penanganan masalah koperasi bermasalah,” ungkapnya. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menambahkan bahwa pihaknya telah membuka pelaporan daring khusus bagi masyarakat yang menjadi korban penipuan berkedok koperasi.
Komitmen Lintas Kementerian dan Agenda Jangka Panjang
Ketua Panitia Hari Koperasi 2025, Rina Indriani, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini menghasilkan tiga kesepakatan penting: penguatan digitalisasi koperasi melalui Platform Koperasi Indonesia Terpadu (Kopintar), peningkatan kapasitas pengurus melalui program Sertifikasi Manajer Koperasi Nasional, dan pengawasan terpadu dengan Kejaksaan Agung serta Polri. “Tiga poin ini akan ditindaklanjuti dalam Rapat Koordinasi Nasional Koperasi bulan depan. Presiden meminta progres konkret dalam enam bulan ke depan,” ujar Rina. Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Budi Arie Setiadi menyatakan akan merevisi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian guna menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Acara ditutup dengan pemberian penghargaan Koperasi Teladan Nasional 2025 kepada lima koperasi unggulan dari berbagai daerah. Prabowo secara langsung menyerahkan piagam dan simbolis bantuan modal bergulir senilai total Rp 100 miliar. Di akhir acara, Presiden kembali menyalami Jaksa Agung dan Kapolri seraya berbincang ringan, menandai eratnya koordinasi antar lembaga yang diharapkan mampu memperkokoh gerakan koperasi sebagai pilar ekonomi bangsa.
Baca juga:
Comments (0)