Senator Lindsey Graham Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

WASHINGTON — Senator senior Amerika Serikat dari Partai Republik, Lindsey Olin Graham, menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (11/7) pagi waktu setempat. Ia meninggal setelah sempat dilarikan ke Gr...

Jul 12, 2026 - 20:42
0 0

WASHINGTON — Senator senior Amerika Serikat dari Partai Republik, Lindsey Olin Graham, menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (11/7) pagi waktu setempat. Ia meninggal setelah sempat dilarikan ke Greenville Memorial Hospital, South Carolina, akibat serangan jantung mendadak. Konfirmasi resmi disampaikan oleh Juru Bicara Senator Graham, Kevin Bishop, melalui rilis yang diterima Apaberita pukul 09.00 EDT.

“Dengan duka mendalam, kami mengabarkan bahwa Senator Lindsey Graham telah berpulang. Beliau adalah negarawan sejati yang mengabdikan hidupnya untuk rakyat South Carolina dan Amerika Serikat,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Karier Politik Hampir Setengah Abad

Lahir di Central, South Carolina, pada 9 Juli 1955, Graham memulai karier politiknya di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) pada tahun 1994. Ia mewakili distrik ke-3 South Carolina selama empat periode sebelum berhasil merebut kursi Senat pada pemilihan tahun 2002. Pengalaman panjang di Angkatan Udara Amerika Serikat sebagai perwira JAG (Judge Advocate General) memperkuat reputasinya dalam isu keamanan nasional dan militer.

Di Senat, Graham menempati sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Kehakiman Senat periode 2019-2021 dan menjadi tokoh kunci dalam konfirmasi tiga Hakim Agung yang diusung Presiden Donald Trump, yaitu Neil Gorsuch, Brett Kavanaugh, dan Amy Coney Barrett. Sebagai anggota senior di Komite Anggaran, Graham dikenal gigih memperjuangkan anggaran pertahanan yang kuat. Pada saat meninggal, ia masih menjabat sebagai anggota senior di Komite Alokasi dan Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Hubungan Kompleks dengan Trump

Salah satu dinamika politik yang paling mencuri perhatian dari karier Graham adalah relasinya dengan Presiden ke-45, Donald Trump. Semula, Graham merupakan pengkritik tajam Trump selama kampanye pemilihan pendahuluan Partai Republik tahun 2016. Ia bahkan pernah menyebut Trump sebagai “orang yang tidak layak menjadi presiden”. Namun, setelah Trump memenangkan kursi kepresidenan, Graham menjelma menjadi salah satu sekutu paling setia, sering membela kebijakan presiden di berbagai forum dan wawancara media.

Transformasi ini kerap menjadi sorotan analis politik, namun Graham sendiri selalu menegaskan bahwa hubungan baiknya dengan Trump adalah demi kepentingan negara dan agenda konservatif. Ia memainkan peran penting dalam merumuskan undang-undang reformasi pajak 2017, mendukung penarikan pasukan dari Afghanistan, serta mengadvokasi pendekatan keras terhadap Iran dan Tiongkok.

Reaksi dari Pimpinan Senat dan Kolega

Kepergian Graham sontak menuai ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune, menyatakan kehilangan besar atas kepergian “singa Senat” yang selalu bersuara lantang dalam setiap perdebatan. “Lindsey adalah patriot sejati. Kecerdasan dan komitmennya pada supremasi hukum akan sangat dirindukan,” kata Thune dalam sebuah pernyataan.

Mantan Presiden Donald Trump juga menyampaikan duka melalui platform media sosialnya. “Lindsey adalah teman baik dan pejuang hebat. Amerika kehilangan salah satu senator terbaiknya. Beristirahatlah dengan tenang, sahabatku,” tulis Trump, mencerminkan kedekatan mereka di tahun-tahun terakhir masa jabatannya. Dari kubu Demokrat, Pemimpin Minoritas Senat Charles Schumer mengakui bahwa meskipun berbeda pandangan, Graham adalah negosiator ulung yang selalu membela prinsip-prinsipnya.

Jejak Warisan dan Pemakaman

Senator Graham tidak meninggalkan istri ataupun anak. Berstatus lajang sepanjang hidupnya, ia kerap menyebut pekerjaannya di Senat sebagai panggilan utama. Keluarga terdekat yang ditinggalkan adalah adik perempuannya, Darline Graham Nordone, yang selama ini setia mendampingi berbagai kegiatan publik.

Rencana pemakaman masih dalam koordinasi keluarga dan Kantor Senat. Pemerintah Negara Bagian South Carolina berencana mengibarkan bendera setengah tiang selama masa berkabung. Jenazah rencananya akan disemayamkan di Rotunda Gedung Capitol Columbia sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga di Seneca, South Carolina.

Warisan politik Graham, dengan segala kontroversi dan pencapaiannya, akan terus menjadi bahan kajian bagi sejarah politik Amerika Serikat. Dari ruang sidang Senat hingga pangkalan militer di luar negeri, suara tegasnya masih akan bergema dalam ingatan kolega dan konstituen yang diwakilinya selama lebih dari tiga dekade.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User