Adu Ketahanan Baterai Poco X7 Pro versus Tecno Pova 7 Ultra

Jakarta - Persaingan di kelas menengah semakin memanas dengan hadirnya dua perangkat yang sama-sama mengusung baterai berkapasitas 6.000 mAh, yakni Poco X7 Pro dan Tecno Pova 7 Ultra. Kedua ponsel ini...

Jul 12, 2026 - 21:13
0 0

Jakarta - Persaingan di kelas menengah semakin memanas dengan hadirnya dua perangkat yang sama-sama mengusung baterai berkapasitas 6.000 mAh, yakni Poco X7 Pro dan Tecno Pova 7 Ultra. Kedua ponsel ini diproyeksikan menjadi pilihan utama bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan tanpa harus mengorbankan performa. Pengujian awal menunjukkan bahwa kedua perangkat mampu bertahan lebih dari satu hari penuh dalam penggunaan normal, menjadikannya unggul di segmennya.

Pendekatan Desain yang Kontras

Poco X7 Pro tampil dengan pendekatan desain yang berani dan tegas, mengedepankan kesan modern melalui tata letak kamera yang menonjol namun tetap ergonomis. Sementara itu, Tecno Pova 7 Ultra memilih jalur desain yang lebih futuristik dengan bodi ramping dan efek pencahayaan dinamis pada panel belakangnya. Keduanya menggunakan material polikarbonat premium yang memberikan sensasi solid saat digenggam, namun Poco X7 Pro terasa sedikit lebih berat karena penempatan komponen pendingin yang lebih masif. Layar Poco X7 Pro menggunakan panel AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120 Hz, sedangkan Tecno Pova 7 Ultra mengandalkan panel IPS LCD 6,8 inci yang juga mendukung refresh rate 90 Hz. Keduanya menawarkan pengalaman visual yang mulus untuk konsumsi konten dan bermain gim.

Kapasitas Baterai dan Teknologi Pengisian Daya

Baik Poco X7 Pro maupun Tecno Pova 7 Ultra membawa baterai berkapasitas 6.000 mAh sebagai daya tarik utama. Namun, perbedaan signifikan terletak pada teknologi pengisian cepat yang diusung. Poco X7 Pro mendukung pengisian cepat 67 watt yang diklaim mampu mengisi daya dari 0 hingga 100 persen dalam waktu kurang dari 50 menit. Di sisi lain, Tecno Pova 7 Ultra hadir dengan pengisian cepat 45 watt yang memerlukan waktu sekitar 65 menit untuk pengisian penuh. Dalam pengujian simulasi pemakaian harian dengan skenario navigasi, media sosial, dan pemutaran video, kedua perangkat menunjukkan performa impresif dengan sisa daya di atas 20 persen setelah 14 jam penggunaan aktif. Poco X7 Pro sedikit lebih unggul berkat optimalisasi perangkat lunak MIUI 15 yang berbasis Android 14, sementara Tecno Pova 7 Ultra mengandalkan HiOS 14 dengan fitur penghemat daya cerdas.

Performa Dapur Pacu dan Manajemen Daya

Di sektor performa, Poco X7 Pro ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 8200 Ultra yang dibangun pada fabrikasi 4 nm, menawarkan efisiensi daya tinggi tanpa mengorbankan kecepatan. Sementara itu, Tecno Pova 7 Ultra mengandalkan MediaTek Helio G99 Ultra yang juga dikenal hemat daya, namun dengan performa grafis sedikit di bawah Dimensity 8200. Keduanya dibekali RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB, memberikan ruang yang cukup untuk multitasking dan penyimpanan data. Pengujian benchmark sintetis menunjukkan Poco X7 Pro unggul tipis dalam manajemen daya saat digunakan untuk gim berat berkat teknologi pendingin cair yang menjaga suhu chipset tetap stabil. Tecno Pova 7 Ultra mengimbanginya dengan pengaturan throttling yang lebih konservatif, sehingga tetap nyaman digunakan dalam sesi gim yang panjang.

Ketersediaan dan Prediksi Harga

Poco X7 Pro dijadwalkan meluncur secara resmi di Indonesia pada kuartal ketiga 2025, dan kabarnya akan dibanderol pada kisaran harga Rp4,5 juta hingga Rp5,2 juta tergantung varian. Sementara itu, Tecno Pova 7 Ultra dikabarkan akan menyusul pada kuartal yang sama dengan harga yang sedikit lebih terjangkau, yakni antara Rp3,8 juta hingga Rp4,3 juta. Kedua perangkat akan tersedia melalui kanal penjualan daring dan luring resmi mitra masing-masing merek. Dengan selisih harga yang cukup signifikan, konsumen dihadapkan pada pilihan antara kecepatan pengisian daya dan performa yang lebih tinggi dari Poco, atau harga lebih bersahabat dengan fitur yang tetap memadai dari Tecno.

Pertarungan Poco X7 Pro dan Tecno Pova 7 Ultra di kelas baterai 6.000 mAh ini menunjukkan bahwa pabrikan semakin serius menyasar segmen pengguna yang membutuhkan perangkat andal untuk aktivitas seharian. Keduanya menawarkan solusi yang berbeda, dan keputusan akhir akan sangat bergantung pada prioritas masing-masing konsumen.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User