Polrestabes Bandung Siagakan 300 Personel Amankan Malam Kota dalam Patroli Gabungan
Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menggelar operasi keamanan malam berskala besar dengan mengerahkan sedikitnya 300 personel gabungan. Inisiatif ini diresmikan pada Sabtu malam (tanggal dirahasiakan...
Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menggelar operasi keamanan malam berskala besar dengan mengerahkan sedikitnya 300 personel gabungan. Inisiatif ini diresmikan pada Sabtu malam (tanggal dirahasiakan untuk kepentingan operasional) di Markas Komando Polrestabes Bandung, sebagai respons langsung terhadap dinamika gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berpotensi meningkat pada jam-jam rawan.
Kapolrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Budi Sartono, menegaskan bahwa pengerahan ratusan personel ini bukan merupakan operasi temporer, melainkan bagian dari strategi komprehensif pengamanan wilayah hukum Polrestabes Bandung. “Kami menerjunkan kekuatan penuh yang terdiri dari fungsi operasional, satuan lalu lintas, hingga unit intelijen. Mereka akan menyisir setiap sudut kota yang teridentifikasi sebagai titik rawan, mulai dari pusat keramaian hingga kawasan permukiman pinggiran yang minim pencahayaan,” ujarnya saat memimpin apel persiapan.
Sinergi Lintas Fungsi dalam Setiap Regu
Dalam struktur operasional, personel yang dikerahkan tidak hanya berasal dari satuan sabhara yang bertugas secara konvensional. Kepolisian turut menyertakan kekuatan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Satuan Narkoba (Satnarkoba), serta Direktorat Samapta dalam satu kesatuan regu patroli terpadu. Kombinasi lintas fungsi ini dinilai krusial karena pelaku kejahatan jalanan, seperti begal, pencurian dengan kekerasan, dan geng motor, kerap kali melibatkan unsur penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau senjata tajam.
Perwira Pengendali Operasi menjelaskan bahwa pembagian wilayah tugas terbagi menjadi tiga sektor utama dengan delapan subsektor pengamanan. Setiap regu yang terdiri dari lima hingga tujuh personel dibekali peralatan lengkap, termasuk kendaraan patroli roda dua dan empat yang terhubung langsung dengan Command Center Polrestabes Bandung. Jika terjadi insiden, petugas di lapangan dapat langsung memanggil perkuatan dalam waktu hitungan menit.
Pola Baru Patroli Dialogis dan Preventif
Berbeda dengan model patroli rutin yang hanya mengedepankan kehadiran fisik dan razia stasioner, pola operasi kali ini menekankan pada pendekatan patroli dialogis preventif. Personel diinstruksikan untuk tidak hanya berpatroli secara mobile, tetapi juga turun dari kendaraan di titik-titik berkumpulnya pemuda untuk membangun komunikasi persuasif. Kapolrestabes menekankan pentingnya pemetaan kerawanan secara real-time.
“Saya sudah perintahkan agar setiap patroli tidak hanya sekedar lewat. Personel harus berhenti, menyapa masyarakat, dan memberikan imbauan. Kegaduhan sekecil apapun, seperti balapan liar atau konvoi yang mengganggu kenyamanan warga, harus segera diurai sebelum berkembang menjadi tindak kriminal,” tegas Kombes Pol Budi Sartono. Ia menambahkan, data statistik menunjukkan bahwa gangguan keamanan malam hari di wilayah Bandung cenderung meningkat signifikan antara pukul 23.00 WIB hingga menjelang subuh.
Keterlibatan Elemen Masyarakat dan Dukungan Teknologi
Operasi pengamanan malam ini tidak berdiri sendiri. Polrestabes Bandung menggandeng partisipasi aktif dari tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan setempat. Di beberapa subsektor, anggota Bhabinkamtibmas telah lebih dulu berkoordinasi dengan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) setempat untuk bertukar informasi mengenai indikasi kejahatan.
Dukungan teknologi juga menjadi tulang punggung operasi ini. Seluruh pergerakan patroli terpantau melalui aplikasi pelacakan digital yang terinstal di setiap ponsel pintar anggota. Dengan memanfaatkan teknologi ini, pergerakan seluruh 300 personel dapat dipantau secara visual oleh pimpinan dari ruang kendali pusat. Jika terdapat personel yang terpaku di satu titik terlalu lama tanpa laporan, perwira pengawas dapat segera mengoreksi pergerakan tersebut. Hal ini menjamin bahwa tidak ada wilayah yang luput dari penyisiran selama durasi operasi yang ditetapkan hingga dini hari.
Lebih lanjut, Kombes Pol Budi Sartono menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi lanjutan dari pimpinan kepolisian daerah untuk menciptakan rasa aman menjelang akhir pekan. “Kita tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku kejahatan. Kami pastikan Kota Bandung kondusif,” pungkasnya. Rencananya, evaluasi akan dilakukan secara internal setiap pekan untuk menyesuaikan strategi penempatan personel berdasarkan laporan insiden terbaru.
Comments (0)