TANGERANG SELATAN — Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya menurunkan Tim Penjinak Bom (Gegana) Satuan Brigade Mobil untuk menangani insiden ledakan yang terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Peristiwa tersebut mengakibatkan delapan orang mengalami luka-luka dan memicu evakuasi serta sterilisasi menyeluruh di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan awal mengenai suara ledakan keras dari dalam area pasar pada hari yang sama. Berdasarkan laporan tersebut, petugas kepolisian setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan awal, sebelum tim Gegana diterjunkan guna memastikan tidak terdapat bahan peledak lain yang tersisa.
"Tim Gegana kami kerahkan untuk melakukan evakuasi, sterilisasi, dan pemeriksaan menyeluruh di titik ledakan maupun area sekitarnya," tegas pejabat tersebut dalam keterangan resminya.
Delapan Korban Derita Luka
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Polda Metro Jaya, delapan orang dilaporkan mengalami luka akibat insiden tersebut. Seluruh korban telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Petugas kepolisian bersama instansi terkait masih mendata identitas para korban serta tingkat keparahan luka yang dialami.
Selain menangani korban, aparat keamanan juga melakukan penyekatan di sejumlah akses menuju Pasar Cimanggis. Langkah tersebut ditempuh untuk mencegah warga mendekati area yang belum dinyatakan aman, sekaligus memberi ruang bagi tim penjinak bom menjalankan prosedur sterilisasi secara optimal.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami imbau warga untuk sementara waktu menjauhi lokasi dan mengikuti arahan petugas di lapangan," tambahnya.
Penyelidikan dan Pengumpulan Bukti
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung secara intensif. Tim Laboratorium Forensik dikerahkan untuk mengumpulkan barang bukti, termasuk serpihan dan material yang diduga berkaitan dengan sumber ledakan. Pemeriksaan olah tempat kejadian perkara dilakukan secara bertahap guna memastikan validitas temuan di lapangan.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi. Keterangan para saksi dinilai krusial untuk merangkai kronologi peristiwa serta mengidentifikasi penyebab ledakan, apakah bersumber dari bahan peledak, kelalaian teknis, atau faktor lain.
Hingga keterangan resmi terakhir disampaikan, pihak berwenang belum menetapkan status hukum maupun tersangka dalam perkara ini. Kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada penyidik.
Koordinasi Lintas Instansi
Penanganan insiden ini melibatkan koordinasi lintas instansi, termasuk pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta layanan kesehatan setempat. Rapat koordinasi digelar untuk memastikan distribusi bantuan bagi korban berjalan tepat sasaran dan proses pemulihan kawasan pasar dapat segera dilakukan.
Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya menuntaskan penyelidikan secara transparan. Hasil pemeriksaan forensik dan keterangan saksi akan menjadi dasar penetapan langkah hukum berikutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian menjamin setiap perkembangan penanganan kasus akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi.
Comments (0)