PKB Siapkan Marzuki Mustamar sebagai Calon Gubernur Jawa Timur

JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan tengah menggarap nama mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, untuk diusulkan sebagai calon gubernu...

PKB Siapkan Marzuki Mustamar sebagai Calon Gubernur Jawa Timur

JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan tengah menggarap nama mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, untuk diusulkan sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur yang digelar serentak pada 27 November 2024. Nama ulama kharismatik itu menguat dalam Rapat Koordinasi pengurus PKB Jawa Timur yang membahas peta pencalonan, sekaligus menjadi sinyal bahwa partai berlambang bola dunia itu serius memimpin provinsi dengan populasi Nahdliyin terbesar di Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, Marzuki Mustamar belum memberikan pernyataan resmi terkait wacana pencalonan tersebut.

Alasan PKB Menggarap Nama Marzuki Mustamar

Sekretaris DPW PKB Jawa Timur menyatakan bahwa Marzuki Mustamar dinilai memenuhi kriteria calon pemimpin yang dibutuhkan provinsi itu. Rekam jejak kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama menjadi pertimbangan utama partai, selain kapasitas intelektual serta kedekatannya dengan para kiai dan pesantren.

“Kiai Marzuki adalah tokoh yang telah teruji memimpin organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Jawa Timur. Kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kedekatannya dengan para kiai dan pesantren kami nilai sebagai modal besar dalam kontestasi Pilkada Jawa Timur,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (20/8/2024).

Aspirasi dari tingkat cabang turut mendorong nama Marzuki Mustamar ke permukaan. Sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB di wilayah selatan dan barat Jawa Timur menyampaikan usulan agar partai mengusung tokoh berlatar belakang kiai, mengingat basis pemilih NU yang dominan di hampir seluruh daerah pemilihan. Usulan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi DPW dan akan diteruskan ke DPP PKB sebagai bahan pertimbangan.

Ambang Batas dan Peta Koalisi

Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, pasangan calon hanya dapat diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi perolehan paling sedikit 20 persen kursi DPRD atau 25 persen suara sah dalam pemilihan anggota DPRD provinsi setempat. Dengan komposisi kursi DPRD Jawa Timur yang tersebar di sejumlah partai, PKB tetap membutuhkan tambahan dukungan partai lain untuk memenuhi ambang batas pencalonan tersebut.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan jadwal pendaftaran pasangan calon pada 27 hingga 29 Agustus 2024, sehingga kerja sama antarpihak tengah digodok dalam waktu yang singkat. Sejumlah partai politik lain dilaporkan juga membuka komunikasi dengan PKB untuk membahas kemungkinan koalisi, meskipun hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani antarpimpinan partai.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur menyatakan bahwa fraksinya siap mendukung nama yang ditetapkan DPP dan akan memperkuat mesin politik partai di daerah pemilihan masing-masing. Menurutnya, kaderisasi serta penguatan struktur hingga tingkat ranting menjadi pekerjaan rumah yang terus dilakukan selama ini.

Mekanisme Penetapan di Internal PKB

Ketua DPW PKB Jawa Timur menyatakan bahwa partai tidak akan terburu-buru menetapkan nama. Seluruh usulan bakal calon, termasuk Marzuki Mustamar, akan melalui mekanisme internal, mulai dari Rapat Koordinasi, penjaringan, hingga Pleno di tingkat DPP PKB yang dipimpin Ketua Umum Muhaimin Iskandar.

“Keputusan final berada di tangan DPP. Kami di daerah menyiapkan rekomendasi dan memastikan figur yang diusulkan benar-benar diterima oleh akar rumput. Setelah itu, DPP yang menetapkan melalui Pleno,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum DPP PKB menegaskan bahwa partai memiliki banyak kader dan tokoh yang mumpuni untuk bersaing di Pilkada Jawa Timur. Siapa pun yang nantinya ditetapkan, kata dia, akan mendapat dukungan penuh dari seluruh mesin partai, mulai dari struktur organisasi hingga jaringan kiai di tingkat ranting.

Prospek dan Dinamika Kompetisi

Peta kompetisi Pilkada Jawa Timur diprediksi berlangsung ketat. Gubernur petahana Khofifah Indar Parawansa telah menyatakan kesiapan untuk kembali bertarung, sementara sejumlah bakal calon lain mulai menjajaki dukungan partai. Dalam kondisi tersebut, figur berlatar belakang ulama seperti Marzuki Mustamar dinilai mampu menjadi penyeimbang sekaligus perekat suara pemilih NU yang selama ini menjadi pangsa utama PKB.

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, dengan mayoritas penduduk beragama Islam dan jaringan pesantren yang tersebar di hampir seluruh kabupaten. Faktor itu membuat partai-partai besar berlomba menempatkan tokoh berlatar belakang kiai pada posisi puncak. Sejumlah pengamat politik menilai bahwa PKB harus memastikan soliditas koalisi dan sosialisasi yang masif apabila serius mengusung Marzuki Mustamar sebelum masa kampanye dimulai.

Di sisi lain, PKB menegaskan bahwa wacana pencalonan Marzuki Mustamar masih berupa penjajakan awal. Partai itu menyatakan akan menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi dengan menjalankan survei elektabilitas dan komunikasi intensif dengan tokoh-tokoh NU sebelum nama final disahkan.

“Kami tidak ingin membuat keputusan yang tergesa-gesa. Semua bakal calon dinilai secara objektif melalui survei dan penjaringan. Yang jelas, PKB berkomitmen menghadirkan pemimpin yang sesuai dengan karakter masyarakat Jawa Timur,” kata Sekretaris DPW PKB Jawa Timur.

Dengan waktu yang semakin singkat menuju pendaftaran pasangan calon, publik menunggu sikap resmi DPP PKB. Nama Marzuki Mustamar kini menjadi salah satu yang paling santer dibicarakan, dan keputusan partai dalam Pleno mendatang akan menentukan arah politik PKB di Jawa Timur untuk lima tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User