PKB Jajaki KH Marzuki Mustamar Maju di Pilkada Jatim
Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi mengarahkan penjaringan bakal calon kepala daerah ke mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. Lang...
Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi mengarahkan penjaringan bakal calon kepala daerah ke mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. Langkah ini ditempuh dalam rangka mempersiapkan kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur yang akan digelar pada akhir tahun 2024. Penetapan nama kiai berpengaruh tersebut muncul dari serangkaian rapat koordinasi di internal partai, yang menilai figur Marzuki Mustamar memiliki kapasitas dan basis dukungan signifikan di wilayah basis utama Partai Kebangkitan Bangsa.
“Kami melihat KH Marzuki Mustamar sebagai tokoh yang mampu merangkul seluruh elemen nahdliyin dan masyarakat Jawa Timur secara lebih luas. Proses komunikasi dan pendekatan sedang berjalan intensif,” ujar seorang anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang membidangi pemenangan pemilu di Jakarta, Senin (3/3/2025).
Latar Belakang dan Rekam Jejak
KH Marzuki Mustamar bukanlah figur baru di panggung politik dan sosial keagamaan Jawa Timur. Ia memimpin PWNU Jawa Timur selama satu periode, dari tahun 2018 hingga 2023, dan dikenal sebagai ulama karismatik yang mampu menyatukan beragam kalangan dalam tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Selama masa kepemimpinannya, PWNU Jatim aktif mendorong program pendidikan, ekonomi umat, dan penguatan pesantren. Nama Marzuki juga kerap dikaitkan dengan pendekatan moderat dan inklusif yang menjadi ciri khas NU.
Pengaruh Marzuki di kalangan pesantren dan jamaah Nahdliyin dipandang sebagai aset elektoral yang kuat. Jawa Timur merupakan provinsi dengan basis pemilih terbesar kedua di Indonesia dan sekaligus lumbung suara PKB. Sejak berdiri, partai yang identik dengan warga NU ini selalu mengandalkan figur-figur berlatarbelakang ulama untuk merebut hati pemilih. Menempatkan Marzuki Mustamar sebagai calon gubernur, menurut sejumlah pengamat, dapat memperkuat kembali ikatan emosional antara PKB dan basis tradisionalnya.
Proses Penjaringan Internal
Rapat Koordinasi Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPP PKB yang digelar secara tertutup pada pekan lalu menetapkan sejumlah nama potensial untuk diusung di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur. Dalam rapat pleno tersebut, nama KH Marzuki Mustamar menjadi salah satu yang mendapat penugasan untuk dieksplorasi lebih lanjut oleh Desk Pilkada PKB Jawa Timur. Tim desk tersebut, yang diketuai oleh Sekretaris DPW PKB Jatim, telah memetakan berbagai skema koalisi dan strategi pemenangan.
“Keputusan untuk menindaklanjuti nama KH Marzuki Mustamar ini diambil berdasarkan usulan dari cabang-cabang dan pengurus wilayah, serta mempertimbangkan hasil survei internal yang menunjukkan tingkat pengenalan dan elektabilitas yang tinggi,” jelas sumber di lingkungan DPP PKB yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menegaskan bahwa mekanisme final tetap akan mengikuti keputusan Majelis Syura PKB dan Ketua Umum DPP PKB, yang berwenang mengeluarkan surat rekomendasi resmi.
PKB tidak menutup kemungkinan membuka komunikasi dengan partai-partai lain untuk membangun koalisi pengusung. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, partai atau gabungan partai harus memenuhi syarat perolehan minimal 20 persen kursi DPRD provinsi atau 25 persen suara sah hasil pemilu sebelumnya. PKB yang memiliki 27 kursi di DPRD Jawa Timur hasil Pemilu 2024 sudah melampaui ambang batas tersebut secara mandiri, namun koalisi tetap dibutuhkan untuk memperkuat mesin pemenangan.
Dinamika dan Respons Politik
Penjaringan KH Marzuki Mustamar mendapat beragam respons dari internal PKB maupun eksternal. Beberapa pengurus PKB di tingkat cabang menyambut positif langkah tersebut. Mereka menilai bahwa pemimpin berkarakter ulama seperti Marzuki mampu meredam friksi dan menyatukan kekuatan politik yang kerap terbelah dalam pilkada sebelumnya. “Kami butuh gubernur yang adem, teduh, dan dekat dengan wong cilik. Beliau punya semua itu,” ujar seorang Ketua DPC PKB di wilayah Tapal Kuda.
Namun, ada pula catatan dari sejumlah fraksi PKB di DPRD Jatim yang meminta agar proses penjaringan tetap transparan dan melibatkan seluruh kader potensial. Mereka menekankan agar mekanisme demokratis partai dijunjung tinggi, sehingga calon yang muncul benar-benar memiliki legitimasi dari bawah. Rapat fraksi pekan depan dijadwalkan akan membahas peta politik pilkada Jawa Timur lebih mendalam, termasuk mendengarkan masukan langsung dari desk pilkada.
Di kubu Nahdlatul Ulama sendiri, pencalonan Marzuki Mustamar melalui PKB memunculkan spekulasi tentang restu struktural. Meskipun secara keorganisasian NU tidak berafiliasi langsung dengan partai politik, namun hubungan historis antara PKB dan NU tetap kuat. Sejumlah tokoh senior NU di Jawa Timur dikabarkan telah memberikan sinyal dukungan moral. “KH Marzuki adalah aset umat. Jika beliau dipinang partai untuk maju, itu hal baik selama tetap menjaga marwah ulama dan independensi NU,” ujar seorang pengurus PWNU Jatim yang aktif di Lembaga Dakwah NU.
Kendati demikian, PKB juga menyadari tantangan yang akan dihadapi, termasuk dari kubu petahana dan calon-calon lain yang mulai mengemuka. Dinamika koalisi antarpartai di tingkat provinsi bisa berubah cepat, terlebih jika muncul figur alternatif yang juga diminati oleh partai besar lain. Namun, bagi PKB, mengusung kader yang berakar kuat di kalangan nahdliyin tetap menjadi prioritas utama.
Langkah Selanjutnya
Tim penjaringan PKB untuk Jawa Timur akan segera menggelar pertemuan langsung dengan KH Marzuki Mustamar dalam waktu dekat. Jika mendapat sinyal positif, tahapan berikutnya adalah penyusunan deklarasi dukungan dan penyiapan berkas administrasi sesuai regulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). PKB menargetkan paling lambat akhir bulan depan sudah ada kejelasan mengenai pasangan calon yang akan diusung, termasuk figur calon wakil gubernur pendamping.
“Kami optimistis bisa segera merealisasikan langkah ini. PKB sedang merancang serangkaian konsolidasi di tingkat wilayah dan cabang untuk memastikan seluruh mesin partai siap bekerja memenangkan pilkada,” tutup sumber DPP PKB tersebut. Dengan waktu yang semakin dekat menuju tahapan pendaftaran calon, semua mata kini tertuju pada bagaimana PKB dan KH Marzuki Mustamar merespons peluang yang sedang digodok oleh salah satu partai politik terbesar di Jawa Timur tersebut.
Comments (0)