PKB Akui Anies Unggul Survei, Gelar Pertemuan Pekan Depan

JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terbuka mengakui bahwa bakal calon Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, masih menempati posisi puncak dalam survei internal terbaru mereka untuk Pemilih...

PKB Akui Anies Unggul Survei, Gelar Pertemuan Pekan Depan

JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terbuka mengakui bahwa bakal calon Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, masih menempati posisi puncak dalam survei internal terbaru mereka untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Menindaklanjuti temuan ini, DPP PKB menjadwalkan pertemuan tatap muka dengan Anies pada Selasa, 16 Juli 2024, di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, untuk membahas langkah konkret pengusungan dan koalisi.

Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid, menyatakan bahwa partainya tidak bisa mengabaikan hasil survei yang konsisten menunjukkan elektabilitas Anies jauh di atas kandidat lain. "Kami akan bertemu Pak Anies pekan depan untuk membicarakan secara mendalam soal peluang koalisi dan strategi pemenangan. Survei internal kami menegaskan bahwa beliau adalah figur terkuat untuk Jakarta," ujar Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/7).

Survei Internal PKB: Anies Teratas dengan 38,2 Persen

Berdasarkan survei yang dilaksanakan oleh Lembaga Pemenangan Pemilu PKB pada 1–7 Juli 2024 terhadap 1.200 responden warga Jakarta yang memiliki hak pilih, Anies Baswedan meraih elektabilitas sebesar 38,2 persen. Di posisi kedua, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperoleh 22,5 persen, disusul Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni dengan 12,8 persen. Sementara nama-nama lain seperti Tri Rismaharini, Zita Anjani, dan kandidat lainnya masih di bawah 10 persen.

Survei yang menggunakan metode multistage random sampling ini memiliki margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Ketua DPP PKB Bidang Pemenangan Pemilu, Jazilul Fawaid, menjelaskan bahwa selain elektabilitas, survei juga mengukur tingkat popularitas dan akseptabilitas terhadap isu-isu kunci di Jakarta. "Pak Anies tidak hanya unggul secara angka, tetapi juga dalam hal kepercayaan publik untuk menangani banjir, kemacetan, dan tata kelola kota. Ini menjadi modal besar," tegasnya.

Fawaid menambahkan, temuan menarik lainnya adalah distribusi dukungan Anies yang merata di lima wilayah administrasi Jakarta, tidak hanya terpusat di Jakarta Selatan atau Jakarta Timur. "Ini menunjukkan bahwa Pak Anies memiliki basis massa lintas wilayah dan segmen. Survei memotret dukungan kuat dari pemilih muda, ibu rumah tangga, hingga komunitas keagamaan," katanya. Hasil tersebut, menurut Fawaid, menjadi landasan kuat bagi PKB untuk segera menggulirkan agenda koalisi.

Pertemuan Strategis dengan Agenda Koalisi

DPP PKB menyadari bahwa dengan hanya 5 kursi di DPRD DKI Jakarta, partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu membutuhkan tambahan minimal 4 kursi untuk memenuhi ambang batas pencalonan. Oleh karena itu, pertemuan pekan depan tidak hanya dihadiri oleh Anies, tetapi juga direncanakan melibatkan perwakilan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem sebagai mitra potensial. "Komunikasi dengan PKS dan NasDem sudah intens. Kami berharap pekan depan bisa duduk bersama dan menyamakan visi," ungkap Hasanuddin.

Dalam pertemuan nanti, PKB akan memaparkan hasil survei internal sebagai bahan awal diskusi. Selain itu, akan dibahas pula rancangan platform bersama yang akan diusung di Pilkada Jakarta, terutama menyangkut penanganan banjir, transportasi publik, dan penciptaan lapangan kerja. Hasanuddin menambahkan, PKB membuka diri terhadap usulan dari Anies dan partai lain selama sejalan dengan semangat partai. "Kami ingin koalisi ini tidak hanya cukup syarat administratif, tetapi juga solid secara visi-misi," ujarnya.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, sebelumnya telah memberikan arahan agar DPP segera melakukan finalisasi penjajakan koalisi. "Saya sudah meminta tim untuk merampungkan komunikasi dengan semuanya. Jakarta adalah barometer politik nasional, jadi kami tidak bisa main-main. Minggu depan harus ada keputusan arah koalisi," tegas Muhaimin dalam sebuah acara di Solo, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Anggota DPP PKB lainnya, Daniel Johan, dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa partainya memprioritaskan kandidat dengan rekam jejak kepemimpinan yang teruji. "Pak Anies sudah teruji memimpin Jakarta selama satu periode. Itu nilai lebih yang tidak dimiliki kandidat lain," ujarnya.

Respons Anies dan Prediksi Pengamat

Pihak Anies Baswedan menyambut positif inisiatif PKB. Juru bicara Anies, Sahrin Hamid, di Tebet, Jakarta Selatan, mengatakan bahwa Anies menghargai langkah PKB yang berbasis pada data survei. "Mas Anies selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan partai politik mana pun. Pertemuan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun Jakarta yang lebih sejahtera," ujar Sahrin.

Sahrin menambahkan, Anies belum memberikan kepastian apakah akan maju melalui jalur partai atau independen. Namun, elektabilitas tinggi yang dirilis PKB semakin memperkuat posisi tawarnya. "Kami melihat data itu sebagai amanah dari warga Jakarta yang harus dijaga bersama. Mas Anies akan mengikuti proses politik secara seksama," ucapnya.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Adi Prayitno, menilai bahwa langkah PKB yang sigap merespons survei internal menunjukkan kalkulasi politik yang matang. "PKB tidak ingin gamang. Ketika ada satu figur dengan elektabilitas dominan, sangat wajar partai segera melakukan konsolidasi untuk mengusungnya. Ini mengurangi risiko kehilangan momentum," analisis Adi. Ia memperkirakan pertemuan pekan depan akan menjadi titik kunci yang menentukan arah koalisi Pilkada Jakarta. "Jika PKB, PKS, dan NasDem berhasil menyatu, maka peta koalisi bisa mengerucut," pungkasnya.

DPP PKB menargetkan keputusan final mengenai calon gubernur dan komposisi koalisi sudah ditetapkan pada akhir Juli 2024, sebelum masa pendaftaran pasangan calon di KPU DKI Jakarta dimulai pada Agustus 2024. "Kami sedang sprint terakhir. Semoga dalam satu-dua minggu ke depan semuanya sudah jelas," tutup Hasanuddin Wahid.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User