Kepolisian Sektor wilayah Fakfak bersama Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin resmi menyalurkan ribuan liter pasokan air bersih kepada masyarakat di Kampung Weri, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, guna menanggulangi persoalan krisis ketersediaan air yang melanda pemukiman setempat dalam beberapa pekan terakhir. Langkah kolaboratif lintas sektor ini diambil guna menjamin terpenuhinya hak dasar masyarakat atas akses sanitasi dan air minum yang layak di kawasan timur Indonesia.
Penyaluran bantuan logistik air tersebut menyasar sedikitnya 350 kepala keluarga yang terdampak langsung oleh penurunan debit sumber mata air alami. Aparat kepolisian bersama puluhan mahasiswa dan akademisi bergerak menyisir permukiman warga dengan mengerahkan armada tangki penampung berkapasitas tinggi untuk mendistribusikan pasokan secara merata ke tandon penampungan umum maupun wadah milik warga secara tertib dan terukur.
Sinergi Strategis Penanganan Krisis Air Bersih
Inisiatif kemanusiaan ini diselenggarakan setelah otoritas penegak hukum dan perguruan tinggi menggelar Rapat Koordinasi teknis bersama perangkat distrik dan tokoh adat setempat. Pertemuan tersebut diselenggarakan guna menindaklanjuti aspirasi warga Kampung Weri yang mengeluhkan terhentinya suplai air bersih akibat sedimentasi pipa transmisi serta anomali cuaca yang menekan cadangan air tanah di dataran Fakfak.
Kepala Kepolisian Sektor setempat menegaskan bahwa keterlibatan institusi Polri merupakan bentuk implementasi pengayoman masyarakat berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menuntut kesigapan personel dalam menangani kedaruratan sosial dan lingkungan hidup.
"Pelayanan kemanusiaan ini adalah kewajiban konstitusional kami dalam merespons situasi genting di tengah masyarakat. Kerja sama teknis dengan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin memastikan bahwa distribusi air ini tidak hanya sekadar aksi darurat sesaat, melainkan bagian dari pemetaan terpadu atas persoalan krisis air di pelosok daerah," ujar pimpinan kepolisian sektor tersebut di lokasi pembagian.
Kebijakan Distribusi dan Mitigasi Berkelanjutan
Selain melakukan mobilisasi logistik air bersih secara langsung, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin juga mengemban mandat penelitian terapan dalam program pengabdian masyarakat. Delegasi akademisi ini melakukan pengujian parameter mutu air dan pemetaan potensi akuifer di sekitar Kampung Weri untuk merumuskan solusi rekayasa jangka panjang, seperti pembuatan sumur bor dan instalasi penyaringan terpadu.
Perwakilan Tim Ekspedisi Patriot menyatakan bahwa intervensi lapangan ini mengacu pada tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada penyelesaian masalah riil di wilayah terluar dan berkembang. Pihaknya telah menyusun dokumen rekomendasi hidrologis yang akan diserahkan kepada instansi pemerintah daerah untuk dijadikan acuan rehabilitasi jaringan pipa transmisi pedesaan.
"Kajian hidrologi yang kami jalankan bersamaan dengan kegiatan distribusi ini ditujukan untuk memetakan sumber air baku alternatif. Kami menghitung kebutuhan debit harian penduduk sehingga formula penyediaan fasilitas filtrasi yang permanen dapat segera direalisasikan demi menjamin keberlanjutan hidup warga," tegas koordinator tim akademisi.
Dukungan Legislasi dan Penguatan Infrastruktur Dasar
Persoalan ketersediaan fasilitas air bersih di Kampung Weri turut memicu perhatian parlemen daerah. Dalam rapat kerja komisi yang membahas penataan tata ruang dan infrastruktur publik di Fakfak, sejumlah perwakilan Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyuarakan urgensi percepatan alokasi anggaran penanganan infrastruktur air bersih pada sidang perubahan anggaran daerah.
Melalui sidang Pleno, agenda pemenuhan infrastruktur pipa transmisi dan pembangunan sumur artesis komunal di wilayah pesisir Fakfak telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan daerah yang disahkan oleh otoritas legislatif bersama eksekutif. Langkah tersebut merupakan keputusan politik anggaran yang ditetapkan guna mencegah terulangnya krisis hidrologis serupa pada masa mendatang.
Dengan terlaksananya distribusi air bersih oleh jajaran kepolisian dan kalangan akademisi ini, stabilitas kesehatan lingkungan masyarakat Kampung Weri kini berangsur normal. Kolaborasi antara institusi kepolisian, universitas, serta pemerintah daerah diharapkan terus terjaga untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di seluruh pelosok Papua Barat.
Comments (0)