JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan tengah menjajaki peluang mengusung mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, sebagai bakal calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur. Penjajakan tersebut merupakan bagian dari penataan strategi politik partai menjelang pendaftaran kandidat kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah.
"Nama KH Marzuki Mustamar masuk dalam penjajakan yang kami lakukan, khususnya untuk memperkuat basis massa Nahdliyin di Jawa Timur," ujar seorang fungsionaris PKB di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa pembahasan masih berada pada tahap internal dan belum diputuskan dalam rapat pleno partai.
Menurut keterangan tersebut, PKB memandang figur ulama yang memiliki rekam jejak kepemimpinan organisasi keagamaan memiliki daya elektoral tersendiri, terutama di daerah dengan populasi Nahdliyin signifikan seperti Jawa Timur. Namun partai menyatakan keputusan akhir tetap akan mengacu pada hasil Rapat Koordinasi dan Pleno yang melibatkan pengurus wilayah serta Fraksi PKB di tingkat provinsi.
Rekam Jejak dan Basis Massa Nahdliyin
KH Marzuki Mustamar dikenal luas sebagai tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah memimpin PWNU Jawa Timur. Latar belakang tersebut dinilai menjadi modal politik yang kuat mengingat Jawa Timur merupakan kantong suara terbesar Nahdliyin di Indonesia. Basis massa pesantren dan jaringan struktur NU di tingkat kabupaten dan kota diprediksi menjadi kekuatan utama jika figur tersebut benar-benar diusung.
Selain itu, kedekatan kultural dengan masyarakat pesantren menjadi pertimbangan tersendiri bagi PKB yang sejak lama menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai akar historis dan ideologis partai. "Kami melihat komunikasi politik dengan kalangan ulama dan kiai masih menjadi faktor determinan dalam kontestasi di Jawa Timur," ujar sumber partai tersebut menambahkan.
Kendati demikian, PKB belum memastikan apakah penjajakan ini akan berlanjut ke tahap penetapan bakal calon. Partai masih membuka ruang komunikasi dengan sejumlah partai lain untuk membangun koalisi, sebagaimana dipersyaratkan berdasarkan Undang-Undang tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.
Komunikasi Koalisi dan Tahapan Pendaftaran
Dalam konteks koalisi, PKB disebut tengah menimbang beberapa nama lain dari internal partai maupun tokoh eksternal. Penentuan bakal calon akan dilakukan melalui mekanisme survei, penjaringan aspirasi kader, serta perhitungan elektabilitas yang dilakukan lembaga independen. "Semua nama masih dinamis. Yang pasti kami mengutamakan figur yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat," tegas sumber tersebut.
Proses penjaringan ini juga menindaklanjuti arahan Dewan Pimpinan Pusat PKB agar setiap pengurus wilayah menyiapkan kader potensial sebelum tahapan resmi dimulai. Partai menargetkan penetapan bakal calon dilakukan paling lambat dua bulan sebelum masa pendaftaran dibuka oleh penyelenggara pemilu.
Pilkada Jawa Timur menjadi salah satu kontestasi paling strategis di antara provinsi lain karena jumlah pemilih yang besar dan dinamika politik lokal yang kompleks. Sejumlah nama tokoh nasional maupun daerah telah disebut-sebut dalam bursa bakal calon, baik dari kalangan partai politik maupun tokoh nonpartai.
Respons dan Konsolidasi Internal
Di tingkat internal, wacana mengusung tokoh ulama disambut positif oleh sebagian pengurus wilayah PKB. Mereka menilai figur yang memiliki kedekatan dengan pesantren mampu meredam polarisasi politik dan memperkuat legitimasi keagamaan dalam kontestasi elektoral. "Kiai adalah simpul sosial yang dipercaya masyarakat. Kami ingin menghadirkan politik yang santun dan berbasis nilai keagamaan," ujar salah satu pengurus wilayah.
Meski demikian, partai tetap memperhitungkan aspek administratif, termasuk ketersediaan kursi di DPRD Jawa Timur sebagai syarat pencalonan. PKB menyatakan akan terus menjalin komunikasi dengan partai-partai lain agar syarat ambang batas pencalonan dapat terpenuhi tanpa hambatan.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari KH Marzuki Mustamar mengenai penjajakan tersebut. PKB memastikan setiap perkembangan akan diumumkan secara resmi melalui mekanisme partai, sesuai keputusan yang ditetapkan dalam rapat pleno mendatang.
Pengamat politik menilai langkah PKB mendekati figur ulama merupakan strategi konsolidasi basis tradisional sekaligus upaya memperluas dukungan di segmen pemilih muda di Jawa Timur. Keputusan akhir partai dinantikan karena akan menentukan konfigurasi peta politik provinsi berpenduduk terbesar kedua di Indonesia itu.
Comments (0)