Pj Gubernur BI Laporkan Kondisi Moneter ke Presiden Prabowo di Istana

Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (27/7/2026). Pertemuan yang dimulai pukul 14.30 WIB itu b...

Pj Gubernur BI Laporkan Kondisi Moneter ke Presiden Prabowo di Istana

Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (27/7/2026). Pertemuan yang dimulai pukul 14.30 WIB itu bertujuan menyampaikan laporan terkini tentang perkembangan moneter dan stabilitas sistem keuangan. Destry hadir bersama jajaran pejabat tinggi bank sentral, termasuk Deputi Gubernur Senior dan Kepala Departemen Kebijakan Moneter. Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono juga turut serta dalam rapat yang berlangsung di Ruang Jepara, kompleks Istana, menandakan sinergi erat antara otoritas moneter dan fiskal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Destry memaparkan kondisi terkini nilai tukar rupiah, inflasi, serta pertumbuhan ekonomi. Ia menjelaskan langkah-langkah BI dalam menyerap tekanan eksternal melalui intervensi di pasar valuta asing, operasi moneter, dan kebijakan makroprudensial yang akomodatif. Rapat berlangsung sekitar satu setengah jam dan bersifat tertutup, hanya dihadiri oleh pejabat terkait.

Langkah BI Jaga Stabilitas Rupiah

Dalam kesempatan tersebut, Destry menyampaikan bahwa BI telah memperkuat strategi triple intervention untuk menstabilkan rupiah. "Kami terus memantau dinamika pasar dan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Destry selepas pertemuan. Ia menambahkan bahwa cadangan devisa Indonesia masih memadai untuk mengantisipasi gejolak eksternal, dengan posisi pada akhir Juni 2026 mencapai sekitar 140 miliar dolar AS.

Dalam rapat juga dibahas arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia. Destry menegaskan bahwa BI akan tetap berhati-hati dalam penyesuaian suku bunga acuan, dengan mempertimbangkan inflasi inti dan pergerakan rupiah. Saat ini BI 7-Day Reverse Repo Rate berada di level 6,25 persen, yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas. "Kami akan melihat data terbaru dan perkembangan global sebelum mengambil keputusan pada Rapat Dewan Gubernur bulan depan," pungkas Destry.

Proyeksi Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Destry juga melaporkan bahwa inflasi nasional tetap terjaga di tengah tekanan harga pangan global. Inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,8 persen secara tahunan (yoy), masih dalam rentang sasaran BI sebesar 2,5 plus minus 1 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 diperkirakan mencapai 5,1 persen yoy, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. "Kami optimistis target pertumbuhan tahun ini dapat tercapai dengan sinergi kebijakan yang solid," kata Destry.

Selain itu, Destry menyoroti perkembangan neraca perdagangan yang mengalami surplus pada Juni 2026, memberikan dukungan tambahan bagi cadangan devisa. Surplus neraca perdagangan mencapai 3,2 miliar dolar AS, didorong oleh ekspor komoditas dan manufaktur. Ia juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap gejolak harga energi dunia yang berpotensi menekan inflasi impor.

Sinergi Fiskal-Moneter Diperkuat

Kehadiran Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam pertemuan ini menegaskan intensitas koordinasi antara Pemerintah dan BI. Thomas menyatakan bahwa kebijakan fiskal yang prudent akan terus dikawal untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. "Pemerintah dan BI sepakat memperkuat bauran kebijakan guna menghadapi ketidakpastian global," ujar Thomas. Ia menambahkan bahwa defisit APBN 2026 tetap dikelola pada level yang aman, yakni di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, dalam keterangan tertulisnya, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja BI dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang kompleks. Presiden juga disebut mendorong agar koordinasi antara Kementerian Keuangan dan BI terus diperkuat untuk memastikan kebijakan yang responsif. Pertemuan ini menjadi bagian dari rapat koordinasi rutin antara otoritas moneter dan Pemerintah untuk memastikan ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global. Sebelum meninggalkan Istana, Destry Damayanti enggan memberikan komentar lebih rinci dan hanya menyebut bahwa "semua perkembangan akan disampaikan secara resmi melalui kanal komunikasi BI."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User