Pesta Kesenian Bali 2026: 1,8 Juta Pengunjung, Omzet Rp16 Miliar

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026 mencatat pencapaian historis setelah resmi menutup rangkaian acara yang berlangsung lebih dari lima pekan. Hingga hari terakhir penyelenggaraan, panitia menc...

Jul 13, 2026 - 21:11
0 1

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026 mencatat pencapaian historis setelah resmi menutup rangkaian acara yang berlangsung lebih dari lima pekan. Hingga hari terakhir penyelenggaraan, panitia mencatat jumlah kunjungan mencapai 1.822.857 orang. Ribuan mata acara yang melibatkan 20.929 seniman dari seluruh kabupaten/kota di Bali serta provinsi lain berhasil memutar roda ekonomi dengan total omzet penjualan menembus lebih dari Rp16 miliar.

Penutupan Meriah dan Rekor Pengunjung

Prosesi penutupan di Taman Budaya Bali, Denpasar, berlangsung khidmat namun semarak. Gubernur Bali, I Wayan Koster, secara simbolis menutup pesta budaya tahunan ini dengan pemukulan kulkul dan pelepasan burung merpati. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa capaian 1,8 juta pengunjung adalah bukti nyata kebangkitan pariwisata budaya pascapandemi. “Angka kunjungan yang hampir menyentuh dua juta orang ini menegaskan bahwa PKB tetap menjadi denyut nadi kebudayaan Bali yang mendunia,” ujar Gubernur.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Dewa Gede Purnama, merinci bahwa rata-rata harian pengunjung mencapai 55 ribu orang. Puncak kunjungan terjadi pada akhir pekan pertunjukan kolosal Sendratari Ramayana dan Parade Gong Kebyar yang masing-masing dihadiri lebih dari 100 ribu orang. “Respons masyarakat melampaui ekspektasi. Bahkan di hari biasa, area pameran dan panggung utama selalu dipenuhi apresiator,” kata Purnama saat ditemui di sela penutupan.

Keterlibatan Puluhan Ribu Seniman

Tak kurang dari 20.929 seniman tampil dan berkarya sepanjang PKB 2026. Jumlah itu mencakup pelaku seni pertunjukan, perupa, sastrawan, hingga pengrajin dari sembilan kabupaten/kota di Bali serta delegasi dari 12 provinsi lain. Masing-masing kontingen menampilkan kekhasan daerahnya melalui lomba-lomba, pameran, lokakarya, dan pergelaran rutin di enam panggung simultan.

Ni Made Ayu Suarningsih, seniman tari asal Buleleng yang pentas dalam Karya Tari Kreasi Baru, mengaku PKB memberi ruang ekspresi yang inklusif. “PKB adalah panggung prestisius tempat kami mengukur kualitas dan menerima masukan langsung dari masyarakat. Rasanya seperti pulang ke akar budaya,” ungkapnya. Para seniman juga memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun jejaring dengan kurator, kolektor, serta instansi kebudayaan nasional dan asing yang hadir sebagai peninjau.

Dampak Ekonomi Kerakyatan

Dari sisi perputaran uang, PKB 2026 membukukan omzet penjualan lebih dari Rp16 miliar. Transaksi itu berasal dari penjualan tiket pertunjukan berbayar, stan kuliner tradisional, suvenir, tekstil, produk kerajinan, serta penyewaan tempat bagi pelaku UMKM. Ketua Panitia PKB, I Gede Arya Sugiartha, menyatakan bahwa data tersebut baru mencakup transaksi yang tercatat di area resmi. “Nilai ini murni omzet langsung di lokasi acara. Efek berganda ke sektor perhotelan, transportasi, dan ekonomi kreatif di luar area kami perkirakan berkali lipat lebih besar,” kata Arya Sugiartha.

Pengamat ekonomi pariwisata dari Universitas Udayana, Dr. Ida Bagus Kade Subhiksu, menilai PKB telah berevolusi menjadi penggerak ekonomi berbasis budaya. “Model festival seperti ini membuktikan bahwa seni tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan pendapatan rakyat. Dengan rata-rata pengeluaran pengunjung sekitar Rp9.000 hingga Rp15.000 per orang, akumulasi omzet tersebut sangat wajar dan berpotensi terus meningkat,” jelasnya.

Apresiasi dan Langkah Strategis

Pemerintah Provinsi Bali berencana menjadikan PKB sebagai kalender acara bertaraf internasional secara lebih agresif pada tahun-tahun mendatang. Gubernur Koster menekankan pentingnya digitalisasi pemasaran dan peningkatan kapasitas infrastruktur Taman Budaya Bali agar dapat menampung antusiasme yang kian melonjak. “Kami akan memperkuat kerja sama dengan kementerian, BUMN, dan sponsor global tanpa menghilangkan roh kesakralan budaya. PKB harus tetap membumi, mengakar, dan memberi kesejahteraan bagi para seniman dan masyarakat Bali,” tegasnya.

Rangkaian evaluasi pun segera digelar oleh tim teknis Disbud. Beberapa rekomendasi awal yang mengemuka adalah penambahan titik shuttle bus, integrasi tiket digital dengan platform agen perjalanan, serta pengembangan panggung virtual untuk menjaring penonton internasional. Dengan rekor 1,8 juta pengunjung, keterlibatan 20.929 seniman, dan omzet di atas Rp16 miliar, Pesta Kesenian Bali ke-48 tahun 2026 menutup gelaran dengan optimisme tinggi bahwa budaya Bali akan terus menjadi mercusuar peradaban Nusantara.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User