Perwakilan Papua Neeltje Deliana Insjowi Werimon Dipercaya Pembawa Bendera Merah Putih

JAKARTA — Neeltje Deliana Insjowi Werimon, perwakilan Provinsi Papua, ditetapkan sebagai pembawa bendera Merah Putih dalam rangkaian upacara kenegaraan. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Koord...

Perwakilan Papua Neeltje Deliana Insjowi Werimon Dipercaya Pembawa Bendera Merah Putih

JAKARTA — Neeltje Deliana Insjowi Werimon, perwakilan Provinsi Papua, ditetapkan sebagai pembawa bendera Merah Putih dalam rangkaian upacara kenegaraan. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Koordinasi Pleno yang digelar pada Jumat (16/8/2024) di Jakarta. Dalam rapat tersebut, panitia menyatakan bahwa penetapan Neeltje menindaklanjuti komitmen pemerataan representasi seluruh wilayah NKRI, termasuk Papua, dalam tugas-tugas simbolik kebangsaan.

Prosesi pembentukan pasukan pengibar bendera pusaka tahun ini berlangsung melalui serangkaian seleksi ketat yang melibatkan perwakilan dari berbagai daerah. Panitia pelaksana menegaskan bahwa Fraksi dari masing-masing provinsi memberikan masukan resmi terkait calon perwakilan wilayahnya. Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta peraturan pelaksanaan upacara kenegaraan, nama Neeltje Deliana Insjowi Werimon keluar sebagai hasil kesepakatan akhir setelah melalui verifikasi administrasi dan wawancara penilaian mental-ideologi.

"Neeltje Deliana Insjowi Werimon menyatakan kesiapan penuh untuk mengemban amanah membawa bendera Merah Putih. Penetapan ini bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan tanggung jawab besar bagi seluruh rakyat Papua," ujar Ketua Panitia Pelaksana Upacara dalam keterangan resmi usai Rapat Koordinasi Pleno.

Dalam rapat yang berlangsung tertutup bagi awak media tersebut, hadir pula perwakilan dari berbagai kementerian, TNI-Polri, serta pemerhati protokoler kenegaraan. Mereka membahas detail teknis pelaksanaan upacara, termasuk formasi barisan, iring-iringan, dan penempatan posisi pembawa bendera pusaka. Neeltje, yang mewakili satu dari 34 provinsi, akan berdiri di barisan paling depan bersama perwakilan daerah lainnya.

Penetapan Dalam Rapat Koordinasi Pleno

Rapat Koordinasi Pleno yang memutuskan nama-nama pembawa bendera berlangsung selama tiga jam dengan agenda utama pembahasan daftar calon terpilih. Peserta rapat menindaklanjuti hasil seleksi daerah yang telah berjalan sejak tiga bulan lalu. Dalam rapat tersebut, Fraksi perwakilan daerah menyampaikan laporan akhir mengenai profil, rekam jejak, dan rekomendasi masing-masing calon.

Keputusan yang lahir dari forum koordinasi itu kemudian ditetapkan dalam berita acara resmi yang ditandatangani oleh seluruh pihak terkait. Panitia menegaskan bahwa tidak ada intervensi eksternal dalam proses pemilihan, sebab seluruh tahapan berjalan berdasarkan UU dan peraturan yang mengatur tata cara upacara bendera. Dokumen hasil Pleno mencakut 17 nama perwakilan provinsi yang lolos seleksi akhir, dengan Neeltje sebagai satu-satunya perwakilan dari wilayah Papua.

Seleksi dan Keputusan Akhir

Tahapan seleksi dimulai dari tingkat kabupaten dan kota, kemudian dinaikkan ke tingkat provinsi, sebelum akhirnya dikirim ke panitia pusat di Jakarta. Dari total 514 calon yang mendaftar di seluruh Indonesia, hanya 17 orang yang berhasil lolos ke tahap akhir. Kriteria penilaian meliputi postur fisik, pemahaman ideologi Pancasila, serta kemampuan komunikasi dan representasi daerah.

Panitia pelaksana menyatakan bahwa Neeltje memenuhi seluruh persyaratan tersebut dengan nilai akhir di atas rata-rata. Dalam rapat internal, tim verifikator menyampaikan bahwa calon asal Papua itu menunjukkan pemahaman mendalam terhadap makna simbolik bendera Merah Putih dalam konteks kebhinekaan. Keputusan untuk menetapkannya pun diambil secara aklamasi oleh para peserta Rapat Koordinasi Pleno tanpa dissenting opinion yang berarti.

Makna Tugas Kebangsaan

Penetapan perwakilan Papua sebagai pembawa bendera pusaka dinilai memiliki makna strategis dalam memperkuat rasa kebangsaan di seluruh penjuru Tanah Air. Tugas tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan yang menegaskan bahwa setiap daerah, termasuk Papua, memiliki peran setara dalam upacara kenegaraan. Upacara yang akan digelar di Istana Negara tersebut diperkirakan dihadiri oleh ribuan undangan, termasuk perwakilan lembaga tinggi negara dan korps diplomatik.

"Saya akan menjalankan tugas ini dengan segenap hati. Kepercayaan yang diberikan adalah milik seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Papua," tegas Neeltje Deliana Insjowi Werimon usai menerima surat keputusan resmi dari panitia.

Panitia pelaksana menambahkan bahwa seluruh pembawa bendera akan menjalani latihan khusus selama satu pekan penuh sebelum hari pelaksanaan upacara. Latihan tersebut mencakup pembentukan sikap tubuh, sinkronisasi gerak, dan pemantapan mental. Dengan ditetapkannya Neeltje Deliana Insjowi Werimon, daftar perwakilan pembawa bendera Merah Putih kini telah lengkap dan diserahkan kepada pihak protokoler kenegaraan untuk persiapan akhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User