Pemotor Lawan Arah Pukul Polisi di Jaktim Minta Maaf

Jakarta — Viral sebuah rekaman yang memperlihatkan seorang pemotor melawan arus lalu lintas sambil membawa istri dan anaknya terlibat cekcok dengan petugas Polantas di Jakarta Timur. Bukan hanya adu...

Jul 12, 2026 - 21:50
0 1
Pemotor Lawan Arah Pukul Polisi di Jaktim Minta Maaf

Jakarta — Viral sebuah rekaman yang memperlihatkan seorang pemotor melawan arus lalu lintas sambil membawa istri dan anaknya terlibat cekcok dengan petugas Polantas di Jakarta Timur. Bukan hanya adu mulut, pengendara itu juga terekam jelas memukul polisi yang tengah bertugas. Insiden yang terjadi pada Minggu (12/7) pagi itu berakhir setelah pelaku berinisial S (35) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada petugas bersangkutan dan institusi Polri, Senin (13/7/2026).

Kronologi di Jalan Raya Bogor

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Raya Bogor, tepatnya di dekat Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Saat itu, Aiptu Dwi Hartanto, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur, tengah melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi yang kerap dipadati kendaraan. Ia melihat sebuah sepeda motor matik berwarna hitam melaju dari arah berlawanan di jalur yang seharusnya satu arah, membahayakan pengendara lain.

Petugas segera memberhentikan kendaraan tersebut. Namun, bukannya kooperatif, pengendara yang belakangan diketahui bernama inisial S itu justru tersulut emosi. Dari rekaman video berdurasi sekitar 1 menit 20 detik yang beredar luas, tampak S turun dari motor dengan nada tinggi sembari menunjuk-nunjuk petugas. Istri dan anaknya yang masih kecil berada di atas motor, menyaksikan pertikaian itu.

Pemukulan Terekam Jelas

Video yang diunggah oleh akun Instagram @infojakarta pada Minggu sore memperlihatkan detik-detik S melayangkan pukulan ke bagian dada Aiptu Dwi. Meski sempat terdorong, petugas tetap berusaha tenang dan tidak membalas. Sejumlah pengendara lain yang melihat insiden itu turut melerai. Tak lama kemudian, S kembali ke motornya dan melarikan diri. Beruntung, nomor polisi kendaraan berhasil diidentifikasi oleh saksi dan petugas.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Hendri Darman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyayangkan tindakan anarkistis yang dilakukan pelaku di hadapan anggota keluarganya sendiri. “Ini contoh buruk bagi anak dan istri. Kami akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan terhadap petugas di lapangan,” ujar Hendri saat dimintai konfirmasi, Senin pagi.

Pelaku Datangi Mapolres dan Minta Maaf

Setelah video viral dan identitasnya teridentifikasi, S akhirnya mendatangi Mapolres Metro Jakarta Timur pada Senin sekitar pukul 09.00 WIB. Ia datang bersama istri dan seorang tokoh masyarakat setempat. Dengan pakaian kemeja putih lengan panjang, S menemui Aiptu Dwi dan menyampaikan penyesalan yang mendalam.

“Saya, S, selaku pelaku pemukulan terhadap Bapak Aiptu Dwi Hartanto, dengan tulus memohon maaf sebesar-besarnya. Saya menyesali perbuatan saya yang telah melanggar aturan lalu lintas dan bertindak arogan. Saya berjanji tidak akan mengulangi kejadian ini dan akan selalu menaati peraturan lalu lintas,” ujar S di hadapan awak media di lobi Mapolres.

Aiptu Dwi yang menerima langsung permintaan maaf itu menyatakan telah memaafkan. Namun demikian, ia mengingatkan agar kejadian serupa menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan. “Saya pribadi sudah memaafkan. Tapi secara hukum, proses tilang atas pelanggaran lalu lintas tetap kami jalankan sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas Dwi.

Sanksi Tilang dan Komitmen

Satlantas Polres Metro Jakarta Timur menerbitkan surat tilang terhadap S dengan Pasal 287 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, karena melawan arah. Pelaku dikenakan denda maksimal sebesar Rp500.000 atau kurungan paling lama dua bulan. Sementara, untuk tindak pidana penganiayaan ringan yang dilaporkan, polisi tidak melanjutkan ke proses hukum setelah adanya perdamaian antara kedua belah pihak, sesuai dengan mekanisme restorative justice.

Kasus ini menjadi sorotan warganet dan pemerhati keselamatan berkendara. Banyak yang mengecam aksi pemotor yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga penumpang keluarganya. Direktur Eksekutif Lembaga Studi Transportasi (LST), Andi Pramono, menyatakan prihatin. “Mengendarai sepeda motor dengan membawa anak dan istri lalu melawan arah adalah bentuk pengabaian total terhadap keselamatan keluarga. Apalagi sampai melakukan kekerasan, ini sudah sangat fatal,” katanya.

Pihak kepolisian mengimbau agar seluruh pengendara mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mudah terpancing emosi saat dihadapkan pada petugas. “Kami akan terus meningkatkan penindakan terhadap pelanggar, apalagi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tutup Kapolres Hendri Darman.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User