10 Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Jalur Pantura Indramayu
INDRAMAYU, APABERITA – Sepuluh orang dinyatakan meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka berat dalam kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga kendaraan di Jalan Raya Pantai Uta...
INDRAMAYU, APABERITA – Sepuluh orang dinyatakan meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka berat dalam kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga kendaraan di Jalan Raya Pantai Utara (Pantura) wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi di jalur utama penghubung Pulau Jawa itu turut menyebabkan kemacetan panjang hingga lebih dari tiga kilometer.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu, AKBP Dody Haryono, menegaskan bahwa insiden bermula dari sebuah truk tronton bermuatan pupuk yang kehilangan kendali. “Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kami menduga kuat truk bernomor polisi B 9234 UV tersebut mengalami gangguan sistem pengereman saat melintasi turunan tajam. Kendaraan itu oleng dan langsung menghantam dua kendaraan lain yang melaju dari arah berlawanan,” ungkap Dody dalam konferensi pers di Markas Polres Indramayu.
Kronologi dan Durasi Kejadian
Rekonstruksi sementara yang dihimpun tim Unit Kecelakaan Lalu Lintas menunjukkan bahwa rangkaian kecelakaan terjadi pada pukul 02.30 WIB di Kilometer 13-14, tepatnya di Desa Sukra, Kecamatan Sukra. Truk tronton colt diesel yang dikemudikan Arif Rahman (39), warga Bekasi, melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Setibanya di tikungan menurun, kendaraan berat itu mendadak keluar dari lajurnya dan menabrak bagian depan sebuah minibus Isuzu Elf bernomor polisi E 1768 ZS yang mengangkut rombongan keluarga dari Kota Cirebon.
Hantaman keras membuat minibus terpental sejauh 15 meter dan menghantam bagian belakang sebuah mobil pikap Suzuki Carry bernomor polisi E 8290 OP yang dikemudikan pedagang sayur, Sutrisno (45), warga Patrol, Indramayu. Kepolisian menyatakan tidak ditemukan jejak pengereman pada lintasan truk sebelum titik benturan, mengindikasikan kegagalan sistem rem secara mendadak. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 06.45 WIB dengan mengerahkan dua unit alat berat dan tiga unit ambulans.
Identitas Seluruh Korban Meninggal
Berdasarkan data yang dirilis Unit Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Jawa Barat, kesepuluh korban yang gugur terdiri dari pengemudi truk, enam penumpang minibus, dan tiga penumpang pikap. Berikut daftar lengkap korban jiwa:
1. Arif Rahman (39), pengemudi truk, warga Bekasi;
2. Dedi Kurniawan (48), pengemudi minibus, warga Cirebon;
3. Juminten (38), istri pengemudi minibus, warga Cirebon;
4. Rizky Pratama (10), anak pasangan Dedi-Juminten, warga Cirebon;
5. Bagas Aditya (7), anak kedua, warga Cirebon;
6. Nenek Hartati (65), ibu mertua pengemudi minibus, warga Cirebon;
7. Rendi Saputra (22), keponakan, warga Kuningan;
8. Sutrisno (45), pengemudi pikap, warga Patrol, Indramayu;
9. Danu Hermawan (37), kernet pikap, warga Patrol;
10. Sariyem (60), pedagang sayur, warga Anjatan, Indramayu.
Adapun delapan korban luka, tiga di antaranya mengalami patah tulang majemuk dan kritis, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Indramayu dan RS Mitra Plumbon. Tim medis menyatakan beberapa pasien memerlukan tindakan operasi darurat secepatnya.
Penanganan dan Imbauan Otoritas
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Heri Gunawan, menyatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IX untuk melakukan inspeksi keselamatan terhadap angkutan barang yang melintasi jalur Pantura. “Kami akan meningkatkan frekuensi pemeriksaan di titik rawan, khususnya kendaraan dengan muatan berat yang kerap kali tidak memenuhi standar teknis. Kami juga mengimbau seluruh pengusaha angkutan untuk secara disiplin melakukan uji berkala,” ujar Heri di lokasi kejadian.
Bupati Indramayu, Nina Agustina, menyampaikan duka cita mendalam dan menyerukan evaluasi menyeluruh pada aspek keselamatan transportasi di jalur arteri tersebut. Pemerintah kabupaten, bersama kepolisian dan TNI, telah membuka posko krisis untuk membantu keluarga korban dalam identifikasi dan penjemputan jenazah. Sementara itu, jalur Pantura yang sempat ditutup total kini telah dibuka kembali melalui sistem buka tutup yang dikendalikan petugas sejak pukul 09.00 WIB.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan akan menurunkan tim investigasi pada Senin (13/7/2026) untuk melakukan pendalaman teknis, termasuk pengujian sistem rem truk dan analisis muatan kendaraan. Direktur Keselamatan Transportasi Jalan, Hadi Siswoyo, menegaskan bahwa hasil investigasi akan menjadi dasar rekomendasi perbaikan regulasi dan penegakan hukum bagi pelanggar. Kepolisian Resor Indramayu telah menyita seluruh kendaraan sebagai barang bukti dan memeriksa tiga saksi kunci yang selamat dari peristiwa tragis tersebut.
Baca juga:
Comments (0)