PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menetapkan target penyelesaian pembangunan trek sepatu roda berstandar nasional di Kecamatan VII Koto pada tahun 2027. Penetapan target tersebut disahkan dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, dengan pertimbangan bahwa fasilitas olahraga berkualitas menjadi kebutuhan mendesak bagi pembinaan atlet daerah.
Berdasarkan keputusan yang ditetapkan dalam rapat tersebut, pembangunan trek sepatu roda ini dirancang mengikuti standar yang berlaku secara nasional, baik dari sisi dimensi lintasan, material permukaan, maupun kelengkapan sarana pendukung. Pemerintah daerah menegaskan bahwa spesifikasi teknis akan mengacu pada ketentuan yang ditetapkan induk organisasi olahraga sepatu roda di tingkat pusat, sehingga lintasan yang dibangun dapat digunakan untuk penyelenggaraan kompetisi resmi.
“Target kami trek ini rampung pada 2027 dengan standar nasional. Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari keputusan strategis untuk menyiapkan ekosistem pembinaan atlet sejak dini,” menyatakan seorang pejabat di lingkungan Pemkab Padang Pariaman dalam rapat koordinasi tersebut.
Lokasi dan Pertimbangan Pemilihan VII Koto
Kecamatan VII Koto ditetapkan sebagai lokasi pembangunan dengan sejumlah pertimbangan teknis dan strategis. Selain ketersediaan lahan yang dinilai memadai, wilayah ini dinilai memiliki akses yang dapat dijangkau dari berbagai kecamatan lain di Padang Pariaman, sehingga trek tersebut berpotensi menjadi pusat latihan bersama bagi atlet dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Pemerintah daerah menyatakan bahwa pemilihan lokasi telah melalui kajian yang memperhitungkan aspek tata ruang, kondisi topografi, serta rencana pengembangan kawasan olahraga jangka panjang. Menindaklanjuti hasil kajian tersebut, tahapan pembangunan akan dimulai dari penyiapan lahan, penyusunan dokumen perencanaan, hingga pelaksanaan konstruksi yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahap anggaran.
Menurut penjelasan dalam rapat, pembiayaan proyek akan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah dengan kemungkinan dukungan dari pemerintah provinsi maupun kementerian terkait. Pemerintah kabupaten menyatakan akan mengajukan usulan pendanaan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah, sembari membuka peluang kerja sama dengan pihak lain sepanjang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Fasilitas Diproyeksikan Jadi Pusat Pembinaan Atlet
Infrastruktur ini diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan atlet sepatu roda di tingkat kabupaten dan provinsi. Pemerintah daerah menegaskan bahwa keberadaan trek berstandar nasional akan mempermudah proses seleksi, pelatihan, dan evaluasi atlet, karena selama ini atlet daerah kerap harus berlatih di luar daerah untuk mendapatkan lintasan yang memenuhi standar.
Selain itu, trek tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi penyelenggaraan kejuaraan regional maupun nasional. Dengan demikian, dampak ekonominya diperkirakan turut dirasakan oleh pelaku usaha kecil di sekitar lokasi, khususnya sektor akomodasi, kuliner, dan jasa transportasi selama gelaran kompetisi berlangsung.
“Kalau lintasannya sudah berstandar nasional, kita bisa mengajukan diri sebagai tuan rumah kejuaraan. Itu artinya ada dampak langsung bagi perekonomian warga sekitar,” ujar pejabat tersebut menambahkan.
Tahapan Pelaksanaan dan Pengawasan
Pemerintah kabupaten menyatakan bahwa pelaksanaan pembangunan akan diawasi secara berlapis, melibatkan inspektorat daerah serta konsultan pengawas independen. Pengawasan diarahkan pada kesesuaian mutu material, ketepatan spesifikasi lintasan, dan ketepatan waktu penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.
Dalam rapat koordinasi itu juga ditekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari dinas pekerjaan umum, dinas pemuda dan olahraga, hingga badan perencanaan pembangunan daerah. Setiap organisasi perangkat daerah diberikan penugasan sesuai kewenangan masing-masing agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan yang berpotensi menghambat progres.
Pemerintah daerah menargetkan proses lelang dan penetapan pelaksana dapat diselesaikan sesuai jadwal, sehingga pekerjaan fisik dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai keputusan yang telah ditetapkan, trek sepatu roda tersebut diharapkan mulai dapat dimanfaatkan secara terbatas pada 2027 dan diresmikan untuk penggunaan penuh pada tahap berikutnya.
Dengan penetapan target ini, Pemkab Padang Pariaman menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendorong prestasi olahraga nasional melalui penyediaan sarana latihan yang memenuhi standar kompetisi resmi.
Comments (0)