Oct 14, 2026
Politik

Erick Thohir Tekankan Transparansi Pemilihan Pimpinan Organisasi Pemuda

JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pentingnya penerapan asas transparansi dalam setiap proses pemilihan kepemimpinan organisasi kepemudaan di Indonesia. Kebijakan tersebut...

Erick Thohir Tekankan Transparansi Pemilihan Pimpinan Organisasi Pemuda

JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pentingnya penerapan asas transparansi dalam setiap proses pemilihan kepemimpinan organisasi kepemudaan di Indonesia. Kebijakan tersebut ditempuh guna mencegah munculnya dualisme kepengurusan yang selama ini berulang terjadi dan berpotensi mengganggu stabilitas organisasi serta efektivitas program pembinaan generasi muda.

Dalam keterangannya di Jakarta, Erick menyatakan bahwa mekanisme pemilihan yang terbuka, terukur, dan sesuai anggaran dasar organisasi menjadi prasyarat utama bagi terciptanya kepemimpinan yang legitimate. Menurutnya, sengketa kepengurusan sering kali berakar pada proses pemilihan yang tidak melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara setara.

"Transparansi itu bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar agar organisasi kepemudaan memiliki legitimasi yang kuat di mata anggotanya dan masyarakat luas," tegas Erick Thohir.

Erick menuturkan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga memandang persoalan dualisme kepengurusan sebagai tantangan serius yang dapat melemahkan fungsi organisasi sebagai wadah kaderisasi. Ia menekankan bahwa organisasi yang terbelah berisiko kehilangan arah program serta menurunkan kepercayaan publik terhadap kredibilitas kepemudaan nasional.

Mekanisme Pemilihan yang Akuntabel

Berdasarkan penjelasan Erick, setiap organisasi kepemudaan diharapkan menyusun mekanisme pemilihan yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses tersebut mencakup penetapan jadwal yang jelas, verifikasi keabsahan peserta, serta penyampaian hasil pemilihan secara terbuka kepada seluruh pihak.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan pengawas internal maupun eksternal dalam forum pemilihan turut memperkuat kepercayaan terhadap hasil keputusan. Dengan begitu, potensi konflik pasca-pemilihan dapat ditekan sejak dini.

"Setiap tahapan harus dapat diaudit. Mulai dari pendataan anggota, penetapan pemilih, hingga rekapitulasi suara," ujar Menpora.

Erick juga menyoroti pentingnya penyelesaian sengketa melalui jalur organisasi sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Menurutnya, penyelesaian internal yang mengedepankan musyawarah jauh lebih konstruktif dibandingkan upaya membentuk kepengurusan tandingan.

Rapat Koordinasi dan Penyelarasan dengan Organisasi Pemuda

Dalam rapat koordinasi bersama sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga membahas langkah penyelarasan tata kelola organisasi. Pertemuan itu menekankan bahwa seluruh keputusan yang diambil dalam forum resmi harus mengacu pada ketentuan organisasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Erick meminta setiap organisasi menindaklanjuti hasil musyawarah nasional maupun rapat pleno secara konsisten, termasuk menghormati keputusan yang telah disahkan. Hal ini dinilai penting agar tidak muncul klaim kepengurusan ganda yang merugikan proses kaderisasi.

Selain itu, ia mendorong penguatan sistem administrasi organisasi, seperti pencatatan keanggotaan yang rapi dan pelaporan kegiatan yang berkala. Sistem administrasi yang tertib, menurutnya, menjadi benteng awal dari potensi sengketa internal.

Dukungan bagi Kaderisasi dan Pembinaan Generasi Muda

Erick menegaskan bahwa organisasi kepemudaan memegang peran strategis dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa. Karena itu, stabilitas kepengurusan menjadi faktor penentu keberhasilan program pembinaan dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Ia berharap seluruh elemen organisasi kepemudaan menjadikan transparansi sebagai budaya, bukan hanya aturan tertulis. Menurutnya, kepemimpinan yang terbuka akan melahirkan kepercayaan kolektif dan memperkuat soliditas anggota.

"Organisasi pemuda adalah laboratorium kepemimpinan. Jika prosesnya bersih dan terbuka, maka kader yang lahir pun akan membawa nilai integritas," tutur Erick.

Erick mengingatkan bahwa pemerintah memfasilitasi dan mendukung penguatan organisasi kepemudaan, namun tidak mencampuri urusan internal yang menjadi kewenangan masing-masing lembaga. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan, fasilitasi kegiatan, serta penguatan kapasitas kelembagaan.

Ia juga mendorong kolaborasi antarkomponen kepemudaan dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional, khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia muda. Menurutnya, sinergi yang solid hanya dapat terwujud apabila fondasi kepemimpinan dalam setiap organisasi berdiri di atas dasar transparansi dan akuntabilitas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User