Oct 16, 2026
Politik

Pelajar Berkostum Superman Bantu Padamkan Karhutla Palangkaraya

PALANGKARAYA — Seorang pelajar bernama Rudiansyah menjadi perhatian publik setelah aksinya membantu petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Petuk Katimpun, Palangkaraya, Kalimantan T...

Pelajar Berkostum Superman Bantu Padamkan Karhutla Palangkaraya

PALANGKARAYA — Seorang pelajar bernama Rudiansyah menjadi perhatian publik setelah aksinya membantu petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Petuk Katimpun, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Senin, 17 Agustus 2026. Remaja tersebut turut serta dalam upaya pemadaman dengan mengenakan kostum Superman lengkap, mulai dari jubah merah hingga lambang di dada, di tengah kobaran api yang membakar lahan gambut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian itu berlangsung pada siang hari ketika asap tebal mengepul dari lahan gambut yang terbakar di kawasan tersebut. Rudiansyah, yang mengenakan atribut superhero itu, terlihat membawa peralatan sederhana dan bersama warga serta petugas gabungan berusaha menjinakkan api yang menjalar di permukaan gambut.

"Saya melihat api mulai membesar dan asapnya mengepul tinggi. Saya langsung ikut membantu karena di sekitar sini banyak warga yang terdampak asap," ujar Rudiansyah, yang sehari-hari berstatus pelajar itu, dalam keterangannya kepada media di lokasi kejadian.

Karhutla di Lahan Gambut Memerlukan Penanganan Khusus

Kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran hutan pada umumnya. Api dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan bertahan lama meskipun bagian atas telah disiram air. Kondisi ini menuntut penanganan khusus, seperti penyiraman berulang, pembuatan sekat bakar, serta pemantauan intensif hingga sumber panas benar-benar padam.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, titik api di Petuk Katimpun muncul pada lahan yang mengering akibat cuaca panas. Petugas gabungan yang terdiri dari personel pemadam kebakaran, relawan, dan warga setempat bergerak cepat untuk mencegah api meluas ke permukiman warga. Upaya pemadaman dilakukan dengan peralatan manual maupun bantuan pasokan air dari sumber terdekat.

Wilayah Palangkaraya dan sekitarnya secara rutin menghadapi persoalan karhutla, terutama pada periode kemarau. Lahan gambut yang terbakar tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menghasilkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan. Pemerintah daerah telah menetapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk pemantauan titik panas dan sosialisasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Partisipasi Warga dan Relawan Diperlukan

Aksi yang dilakukan Rudiansyah mencerminkan peran serta masyarakat dalam penanganan bencana. Menurut sejumlah pihak, keterlibatan warga menjadi salah satu kunci keberhasilan pengendalian karhutla, terutama pada tahap awal ketika api belum meluas. Partisipasi tersebut dapat berupa pelaporan dini, penyediaan air, hingga bantuan tenaga di lokasi kebakaran.

"Semangat warga untuk ikut memadamkan sangat membantu. Kami mengapresiasi setiap upaya yang dilakukan masyarakat selama tetap mengutamakan keselamatan," kata seorang petugas pemadam yang berada di lokasi kejadian.

Meski demikian, otoritas terkait mengingatkan bahwa masyarakat yang membantu pemadaman perlu memperhatikan aspek keselamatan. Penggunaan alat pelindung diri, pemahaman arah angin, dan koordinasi dengan petugas menjadi hal penting agar tidak menimbulkan korban. Warga juga diimbau untuk tidak memadamkan api sendirian di area yang berpotensi berbahaya.

Kostum Superman yang dikenakan Rudiansyah sempat menjadi perhatian warga di sekitar lokasi. Namun, di balik penampilannya, aksi tersebut menunjukkan kepedulian seorang pelajar terhadap lingkungan sekitarnya. Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan momentum peringatan hari kemerdekaan, sehingga semangat gotong royong menjadi pesan yang menonjol dalam kejadian tersebut.

Pemerintah Daerah Perkuat Pencegahan Karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla melalui koordinasi lintas instansi. Dalam rapat koordinasi yang digelar berkala, sejumlah fraksi dan instansi terkait membahas kesiapan personel, peralatan, serta distribusi air ke titik-titik rawan kebakaran. Langkah ini menindaklanjuti kebijakan nasional dalam pengendalian kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan UU yang mengatur perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pembakaran lahan dapat dikenai sanksi hukum. Oleh karena itu, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi pemantauan titik panas untuk mendeteksi dini kemunculan api di kawasan gambut.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman di Petuk Katimpun masih berlangsung dengan melibatkan petugas gabungan dan relawan. Warga setempat berharap agar kebakaran dapat segera padam sehingga aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar mengajar, tidak terganggu oleh asap.

Aksi Rudiansyah menjadi catatan tersendiri dalam penanganan karhutla di Palangkaraya. Seorang pelajar yang mengenakan kostum superhero turut terjun ke lokasi, sementara petugas dan warga bekerja bersama memadamkan api. Peristiwa pada 17 Agustus 2026 itu menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan memerlukan keterlibatan semua pihak, tanpa terkecuali generasi muda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User