Pegawai Bea Cukai Pekanbaru Meninggal Dunia saat Awasi Ekspor di Perairan Siak

PEKANBARU — Seorang pegawai Bea Cukai Pekanbaru, Aditya Waskita Jauhari, meninggal dunia saat menjalankan tugas pengawasan pemuatan barang ekspor di perair

Jul 09, 2026 - 06:26
0 0
Pegawai Bea Cukai Pekanbaru Meninggal Dunia saat Awasi Ekspor di Perairan Siak

PEKANBARU — Seorang pegawai Bea Cukai Pekanbaru, Aditya Waskita Jauhari, meninggal dunia saat menjalankan tugas pengawasan pemuatan barang ekspor di perairan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau. Peristiwa nahas itu terjadi ketika ia bersama tim melakukan inspeksi lapangan terhadap kapal pengangkut komoditas ekspor yang akan meninggalkan wilayah pabean.

Informasi yang dihimpun pada Kamis menyebutkan Aditya bertugas sebagai pemeriksa dokumen dan fisik barang pada unit pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Pekanbaru. Insiden ini menjadi duka mendalam bagi jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan keluarga yang ditinggalkan. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan pihak berwenang dan otoritas pelabuhan setempat.

Kronologi Pengawasan Ekspor di Tanjung Buton

  1. Keberangkatan tim pengawasan. Aditya bersama dua rekan sejawat berangkat dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Pekanbaru menuju lokasi pemuatan di perairan Tanjung Buton, sekitar 120 kilometer dari Pekanbaru. Rombongan menggunakan kapal patroli Bea Cukai dan tiba di titik koordinat yang ditentukan pada pukul 09.30 WIB.
  2. Pemeriksaan awal. Tim melakukan verifikasi dokumen ekspor komoditas unggulan Riau, seperti Crude Palm Oil (CPO) dan karet remah. Aditya bertanggung jawab memeriksa manifest kapal, pemberitahuan ekspor barang (PEB), serta kesesuaian jumlah dan jenis muatan.
  3. Insiden terjadi. Saat proses pemantauan fisik di atas kapal yang sandar di jetty terapung, Aditya diduga mengalami insiden yang menyebabkan ia jatuh atau terjatuh ke air. Rekan sejawat yang menyadari ketidakhadiran Aditya segera melakukan pencarian di sekitar lambung kapal.
  4. Evakuasi dan pertolongan pertama. Tim berhasil menarik Aditya dari air dan membawanya ke darat. Pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP) dilakukan, sementara kapal langsung diarahkan menuju Puskesmas Sungai Apit, Siak.
  5. Penanganan medis dan konfirmasi meninggal. Setibanya di fasilitas kesehatan pada pukul 11.15 WIB, tim medis menyatakan bahwa Aditya telah tidak bernyawa. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Respons Pihak Berwenang dan Rencana Investigasi

Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru mengonfirmasi kebenaran kejadian dan menyampaikan belasungkawa mendalam. Pihaknya telah menyerahkan proses penyelidikan kepada Kepolisian Resor Siak dan Syahbandar setempat untuk mengungkap faktor penyebab insiden. “Kami memastikan seluruh prosedur pengawasan sudah sesuai standar operasional. Saat ini, fokus kami adalah memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Otoritas pelabuhan juga akan mengevaluasi aspek keselamatan di area jetty, terutama terkait penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur bekerja di atas air. Data sementara menunjukkan bahwa Aditya telah menggunakan perlengkapan standar, termasuk rompi pelampung, tetapi detail kondisi saat kejadian masih didalami.

Aditya Waskita Jauhari dikenal sebagai pegawai berdedikasi dengan masa kerja lebih dari 5 tahun di Bea Cukai Pekanbaru. Ia kerap ditugaskan pada operasi pengawasan ekspor di wilayah perairan yang memiliki risiko tinggi. Komunitas kepabeanan berduka atas kehilangan ini dan menuntut kejelasan insiden agar menjadi pelajaran berharga bagi seluruh unit operasional lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User