Surabaya — Demo Buruh di Depan Grahadi Ricuh, 13 Orang Terluka

SURABAYA — Unjuk rasa ribuan buruh di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berubah menjadi kericuhan yang mengakibatkan 13 orang terluka dan belasan demo

Jul 09, 2026 - 06:45
0 0
Surabaya — Demo Buruh di Depan Grahadi Ricuh, 13 Orang Terluka
SURABAYA — Unjuk rasa ribuan buruh di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berubah menjadi kericuhan yang mengakibatkan 13 orang terluka dan belasan demonstran diamankan, Selasa (15/7/2025). Insiden bermula saat massa mencoba menerobos barikade polisi yang berjaga di sekitar kompleks kantor Gubernur Jawa Timur tersebut. Rangkaian demonstrasi yang semula berjalan damai itu memanas setelah perwakilan buruh yang diterima pejabat pemerintah provinsi tak kunjung membawa kepastian pemenuhan tuntutan kenaikan upah minimum sebesar 15 persen. Sebagian peserta aksi yang kecewa kemudian bergerak agresif mendekati gerbang utama Grahadi, tempat garis polisi telah disiapkan.

Kronologi Kericuhan

Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan resmi Kepolisian Daerah Jawa Timur, berikut urutan peristiwa kericuhan tersebut:

  1. Pukul 09.30 WIB — Sekitar 2.500 buruh dari berbagai federasi serikat pekerja mulai berkumpul di Taman Apsari, tepat di seberang Grahadi. Mereka membawa bendera organisasi dan spanduk bertuliskan tuntutan kenaikan upah.
  2. Pukul 10.15 WIB — Massa menggelar orasi bergantian. Lima perwakilan buruh diterima oleh Asisten Perekonomian Setdaprov Jatim di Pendopo Grahadi untuk audiensi tertutup.
  3. Pukul 12.45 WIB — Audiensi selesai tanpa kesepakatan tertulis. Pemerintah menyatakan akan membahas tuntutan dalam forum tripartit berikutnya. Massa yang menunggu di luar menyambut hasil tersebut dengan kekecewaan.
  4. Pukul 13.30 WIB — Sekelompok demonstran yang berada di barisan depan mulai mendorong barikade polisi yang terbuat dari pagar beton ringan. Aparat mengimbau agar massa mundur, namun tidak dipatuhi.
  5. Pukul 13.45 WIB — Bentrokan tak terhindarkan setelah sejumlah demonstran melemparkan botol air mineral dan batu ke arah polisi. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Kepanikan terjadi, beberapa peserta tersungkur dan terinjak.
  6. Pukul 14.00–15.30 WIB — Kericuhan meluas ke Jalan Gubernur Suryo. Massa merusak tiga mobil patroli milik Satuan Brimob Polda Jatim yang terparkir di sisi barat Grahadi. Kaca-kaca kendaraan pecah, satu unit mengalami kerusakan pada bagian kap mesin akibat lemparan benda keras.
  7. Pukul 16.00 WIB — Aparat kepolisian berhasil memukul mundur massa mundur ke arah Jalan Pemuda dan mengamankan situasi. Sebanyak 15 demonstran ditangkap dan dibawa ke Mapolda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dedi Hartono membenarkan bahwa kericuhan dipicu oleh ketidakpuasan massa terhadap hasil audiensi. "Kami sudah memberikan ruang aspirasi, tetapi sebagian massa memilih melanggar aturan dan bertindak anarkis. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur," ujar Dedi dalam konferensi pers sore harinya.

Data Korban dan Kerusakan

Berdasarkan data yang dihimpun dari Rumah Sakit Bhayangkara dan Dinas Kesehatan Surabaya, kericuhan ini mengakibatkan:

  • 8 anggota kepolisian mengalami luka ringan hingga sedang akibat lemparan benda tumpul. Tiga di antaranya dirawat di RS Bhayangkara.
  • 5 demonstran menderita luka akibat gas air mata, sesak napas, dan luka lecet karena terinjak. Dua orang di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif.
  • 3 unit kendaraan patroli milik Brimob rusak, dengan estimasi kerugian material mencapai Rp85 juta.

Arus lalu lintas di sekitar Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Pemuda sempat dialihkan selama hampir empat jam dan kembali normal sekitar pukul 17.15 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di depan Gedung Grahadi sudah kondusif. Polisi masih menjaga ketat area tersebut dan membatasi akses pejalan kaki. Polda Jatim menyatakan akan memproses hukum 15 orang yang diamankan dengan jeratan pasal perusakan fasilitas umum dan melawan petugas.

Sementara itu, koordinator aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Agus Widodo, menyesalkan insiden ricuh ini. "Kami mengecam tindakan anarkis oknum yang merusak esensi perjuangan buruh. Aspirasi kami jelas, tapi tidak bisa disampaikan dengan cara merusak," tegasnya. FSPMI berencana menggelar evaluasi internal dan akan kembali menempuh jalur dialog dengan pemerintah provinsi pekan depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User