Gedung Jantung Awang Faroek Tower di RSKD Resmi Beroperasi

Balikpapan – Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan resmi beroperasi pada Selasa (

Jul 09, 2026 - 06:47
0 0
Gedung Jantung Awang Faroek Tower di RSKD Resmi Beroperasi

Balikpapan – Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan resmi beroperasi pada Selasa (5/6/2025). Peresmian ini menandai berfungsinya pusat layanan kardiovaskular terlengkap di Kalimantan Timur yang dibangun untuk menekan angka rujukan pasien penyakit jantung ke luar daerah.

Gedung sembilan lantai itu mulai melayani pasien segera setelah peresmian yang dilakukan oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, didampingi Direktur RSKD dr. H. Arief Budiman, Sp.JP, serta sejumlah pejabat kesehatan provinsi. Prosesi berlangsung pukul 09.00 WITA di lobi utama gedung, ditandai penekanan tombol sirine, penandatanganan prasasti, dan peninjauan fasilitas layanan.

Fasilitas Unggulan

Awang Faroek Tower menyediakan layanan jantung terpadu, mulai dari diagnostik, intervensi non-bedah, bedah terbuka, hingga rehabilitasi. Gedung ini memiliki kapasitas 108 tempat tidur, termasuk 12 tempat tidur di ruang rawat intensif jantung (Intensive Cardiac Care Unit/ICCU), delapan tempat tidur di unit perawatan pasca-bedah jantung, dan 88 tempat tidur rawat inap reguler. Dua laboratorium kateterisasi (catheterization lab) modern sudah terpasang untuk prosedur angiografi, angioplasti, dan pemasangan ring koroner.

Selain itu, tersedia dua ruang operasi bedah jantung yang mampu menangani operasi pintas arteri koroner (coronary artery bypass graft/CABG), perbaikan katup, hingga penanganan cacat jantung bawaan pada anak. Unit gawat darurat khusus jantung juga disiagakan 24 jam untuk respons cepat terhadap serangan jantung akut. Seluruh alat monitoring pasien terintegrasi dalam sistem informasi rumah sakit sehingga memudahkan pemantauan secara real-time.

“Ini adalah lompatan besar bagi layanan kesehatan jantung di Kalimantan. Sebelumnya, pasien dengan kondisi jantung kompleks harus dirujuk ke Surabaya atau Jakarta. Sekarang, hampir semua intervensi bisa dilakukan di sini,” kata dr. Arief Budiman usai peresmian.

Dampak terhadap Rujukan Pasien

Data dari RSKD mencatat sepanjang 2024, lebih dari 600 pasien jantung harus dirujuk keluar daerah, dengan biaya transportasi dan akomodasi yang membebani keluarga pasien serta anggaran BPJS Kesehatan. Dengan beroperasinya Awang Faroek Tower, pihak rumah sakit menargetkan penurunan rujukan hingga 80 persen pada tahun pertama, terutama untuk tindakan kateterisasi dan bedah jantung terbuka.

Gedung ini juga akan menjadi pusat pendidikan klinis bagi dokter spesialis jantung dari seluruh Kalimantan melalui program fellowship yang bekerja sama dengan fakultas kedokteran setempat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengucurkan dana pembangunan sebesar Rp175 miliar yang bersumber dari APBD multi-years, sementara pengadaan alat kesehatan bernilai Rp95 miliar didukung oleh Kementerian Kesehatan.

Penjabat Gubernur Akmal Malik menegaskan bahwa keberadaan gedung ini akan memperkuat posisi Balikpapan sebagai simpul kesehatan utama di Kalimantan Timur, terutama menjelang pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Layanan kardiovaskular yang modern dan lengkap akan menjadi tumpuan tidak hanya bagi warga Kaltim, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar IKN,” ujarnya.

Dengan Awang Faroek Tower, RSKD Balikpapan kini memiliki total kapasitas lebih dari 500 tempat tidur dan menjadi rumah sakit rujukan regional yang semakin komprehensif. Masyarakat dapat mengakses informasi layanan dan pendaftaran melalui aplikasi mobile RSKD maupun situs resmi rumah sakit.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User