MEDAN dan DELI SERDANG — Krisis Air Bersih, Pipa Raksasa Pecah Imbas Padam Listrik

MEDAN — Sebagian besar wilayah Medan dan Deli Serdang dilanda krisis air bersih sejak Selasa (18/2/2025) dini hari. Pipa utama distribusi air baku milik Pe

Jul 09, 2026 - 07:04
0 0
MEDAN dan DELI SERDANG — Krisis Air Bersih, Pipa Raksasa Pecah Imbas Padam Listrik
MEDAN — Sebagian besar wilayah Medan dan Deli Serdang dilanda krisis air bersih sejak Selasa (18/2/2025) dini hari. Pipa utama distribusi air baku milik Perumda Air Minum Tirtanadi berdiameter 1.400 milimeter jebol di Jalan Sei Belumai, Kecamatan Medan Sunggal, setelah terpapar pemadaman listrik bergilir yang berulang dalam sepekan terakhir. Kerusakan pipa raksasa sepanjang sekitar tiga meter itu langsung menghentikan suplai ke sedikitnya 150.000 sambungan rumah di Medan bagian barat, Medan Sunggal, Medan Helvetia, dan sebagian Deli Serdang sejak pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di lokasi, material tanah dan lumpur menggenangi badan jalan akibat semburan air bertekanan tinggi yang sempat menyembur hingga lima meter ke udara. Petugas teknis masih berjibaku melakukan penanganan darurat sambil mengatur lalu lintas yang tersendat.

Kronologi Pipa Pecah Akibat Listrik Padam Berulang

  1. Senin (17/2/2025), pukul 22.00 WIB – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara kembali memberlakukan pemadaman bergilir di penyulang yang memasok listrik ke instalasi pengolahan air Tirtanadi. Padam berlangsung selama empat jam sesuai jadwal manajemen beban akibat defisit daya 200 megawatt.
  2. Selasa dini hari, pukul 01.30 WIB – Listrik kembali menyala. Proses start-up pompa berkapasitas 2 x 500 liter per detik memicu lonjakan tekanan hidrolis atau water hammer dalam jaringan pipa utama. Tekanan tiba-tiba melampaui 10 bar, jauh di atas ambang desain pipa.
  3. Pukul 02.00 WIB – Pipa baja spiral berdiameter 1.400 mm yang telah beroperasi selama 28 tahun retak pada sambungan longitudinal. Pipa jebol dan semburan air deras menggerus badan jalan. Petugas segera mematikan katup isolasi untuk menghentikan aliran dan mencegah kerusakan lebih luas.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirtanadi, Arifin Siregar, menjelaskan transien hidrolis akibat siklus mati-nyala listrik yang semakin sering menjadi pemicu utama. "Pipa yang sudah menua mengalami kelelahan material. Walaupun sudah dipasang tangki peredam tekanan, frekuensi padam yang tinggi mempercepat kegagalan," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Dampak dan Penanganan Darurat

Krisis air bersih ini melumpuhkan aktivitas rumah tangga dan usaha kecil. Di Medan Sunggal, warga antre di mobil tangki air bersih yang disiagakan PDAM. Rahmat (45), warga setempat, terpaksa membeli air isi ulang seharga Rp35.000 per galon untuk minum dan memasak. "Sejak subuh keran kering, kami tidak bisa mandi, apalagi mencuci," keluhnya.

PDAM Tirtanadi mengerahkan enam regu teknis dan tiga unit ekskavator untuk mengganti segmen pipa yang rusak. Perbaikan ditargetkan tuntas dalam 2 x 24 jam, sehingga distribusi air diharapkan mulai normal kembali pada Kamis (20/2/2025) pukul 18.00 WIB. Selama masa perbaikan, 15 mobil tangki berkapasitas total 120.000 liter didistribusikan ke titik-titik prioritas, terutama rumah sakit dan permukiman padat. Kerugian material ditaksir mencapai Rp2,5 miliar, belum termasuk dampak sosial-ekonomi warga.

General Manager PLN UID Sumut, Sukisno, menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa ini. Ia menyebut koordinasi dengan PDAM akan ditingkatkan agar rumah pompa air minum ke depan dikategorikan sebagai pelanggan prioritas yang dikecualikan dari pemadaman bergilir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User