AMPG Siapkan Kader Adaptif dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA – Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Mud

Jul 09, 2026 - 06:12
0 0
AMPG Siapkan Kader Adaptif dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA – Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Muda di Jakarta, Sabtu. Acara ini diikuti 300 kader muda dari 34 provinsi, menandai komitmen Golkar menyongsong bonus demografi dan target Indonesia Emas 2045. Rapimnas sekaligus menjadi ajang penyusunan strategi kaderisasi yang adaptif terhadap disrupsi teknologi.

Ketua Bidang Kaderisasi PP AMPG, Andi Setiawan, menyatakan program ini dirancang untuk membentuk kader dengan tiga pilar utama: adaptif, inovatif, dan berintegritas. Modul Diklat disusun bersama akademisi dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. “Kami ingin mencetak pemimpin yang siap memimpin di era digital, namun tetap memegang teguh nilai-nilai antikorupsi. Target kami, pada 2045, 50% pemimpin nasional berasal dari kader Golkar,” ujarnya.

Kebutuhan Kader Politik di Era Disrupsi

Survei internal AMPG terhadap 1.200 pemilih usia 17–35 tahun di delapan kota besar pada Maret 2024 menunjukkan 78% responden menginginkan calon pemimpin yang aktif di media sosial dan memiliki rekam jejak transparansi. “Partai yang tidak beradaptasi akan kehilangan pemilih muda. Generasi Z menuntut partai yang lebih responsif dan bersih,” kata Dr. M. Yamin, pengamat politik dari Universitas Indonesia.

Perbandingan Metode Diklat: Konvensional vs Adaptif

AspekDiklat KonvensionalDiklat Adaptif Aktual
MetodeCeramah satu arahBlended (70% daring, 30% tatap muka) + mentoring
MateriFokus ideologi partaiIdeologi + kepemimpinan digital, data analitik, etika publik
Durasi3–5 hari6 bulan dengan evaluasi berkala
OutputSertifikat formalSertifikasi kompetensi dan proyek lapangan

Pelatihan adaptif ini menekankan pada praktik, termasuk workshop media sosial dan coding sederhana. Peserta akan menempuh 120 jam pelatihan, ditambah proyek kampanye simulasi di wilayah asal. Seluruh aktivitas dipantau melalui aplikasi digital yang melacak perkembangan kader secara real-time.

Integritas menjadi sorotan utama. Berdasarkan data KPK, 65% kasus korupsi politik melibatkan kader partai. Maka itu, modul antikorupsi dan kode etik menjadi materi wajib. AMPG bekerja sama dengan KPK dan LSM antikorupsi untuk menyusun studi kasus dan simulasi konflik kepentingan. “Kami tidak ingin kader terjebak gratifikasi. Mereka harus bisa membedakan antara donasi politik dan suap,” tegas Andi.

Dalam Rapimnas, AMPG juga menargetkan penguatan representasi kader muda di DPRD. Pada Pemilu 2029, 25% kursi di setiap DPRD provinsi dan kabupaten/kota harus diisi oleh kader muda Golkar. “Kader muda bukan hanya pelengkap, melainkan motor perubahan,” kata Sekretaris Jenderal PP AMPG.

Acara ditutup oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Airlangga menekankan pentingnya penguasaan teknologi. “Saya ingin kader Golkar melek data, paham kecerdasan buatan, tetapi tetap membumi karena mereka lahir dari rakyat,” ujarnya. Diharapkan, pada 2025, AMPG mampu melahirkan 1.000 kader bersertifikat yang siap bertarung di panggung politik.

Program ini merupakan bagian dari transformasi partai agar tetap relevan di era digital. Dengan kader yang adaptif dan berintegritas, Golkar optimistis mampu memenangkan hati pemilih pada setiap kontestasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User