Gunung Semeru Erupsi Siang Ini, Tinggi Abu Capai 1.500 Meter

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erup

Jul 09, 2026 - 06:53
0 0
Gunung Semeru Erupsi Siang Ini, Tinggi Abu Capai 1.500 Meter

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pada Kamis (18/6/2026) pukul 11.10 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak kawah, atau kurang lebih 5.176 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.

Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 128 detik. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur melaporkan suara dentuman lemah terdengar hingga jarak 3 kilometer. Hujan abu tipis dilaporkan turun di beberapa desa di Kecamatan Senduro, namun tidak mengganggu aktivitas warga secara signifikan. Hingga pukul 14.00 WIB, PVMBG menyatakan status Gunung Semeru tetap berada pada Level III atau Siaga.

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas guguran dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar. “Aktivitas kegempaan masih didominasi gempa letusan dan hembusan, yang menunjukkan suplai magma di kawah Jonggring Saloka masih berlangsung,” ujar Hendra dalam keterangan resminya.

Analisis Pola Erupsi dan Peningkatan Aktivitas

Erupsi 18 Juni 2026 merupakan bagian dari tren peningkatan aktivitas Semeru sepanjang tahun. Data PVMBG menunjukkan rata-rata harian gempa letusan naik dari 15 kali pada Januari menjadi 32 kali pada Juni. Tinggi kolom abu juga cenderung meningkat dibandingkan erupsi-erupsi sebelumnya yang rata-rata berkisar 500–800 meter. “Pola ini wajar dalam fase erupsi efusif-eksplosif berkepanjangan seperti yang terjadi sejak 2021, namun perlu diwaspadai jika energi akumulasi mencapai puncaknya dan memicu guguran skala besar,” jelas Dr. Andi Musadi, vulkanolog dari Institut Teknologi Bandung.

Perbandingan dengan erupsi signifikan sebelumnya disajikan dalam tabel berikut.

TanggalTinggi Kolom Abu (m)Amplitudo Maks (mm)Status
4 Des 202490018Siaga
15 Feb 20251.00020Siaga
7 Mei 20261.20021Siaga
18 Jun 20261.50023Siaga

Meski tinggi kolom abu mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir, volume material teramati belum melampaui ambang kritis. PVMBG mengonfirmasi tidak ada peningkatan deformasi signifikan pada tubuh gunung, mengindikasikan tekanan magma masih dalam batas aman.

Secara historis, erupsi Semeru didominasi tipe Vulkanian lemah hingga sedang dengan material piroklastik jatuhan dan aliran lava pijar. Awan panas guguran paling berbahaya karena dapat meluncur tanpa peringatan signifikan. Masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras yang dapat memicu lahar hujan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User