Lumajang — Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter
Lumajang, Jawa Timur — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 09.24 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mi
Lumajang, Jawa Timur — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 09.24 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu tebal condong mengarah ke tenggara.
Berdasarkan catatan seismograf, erupsi terekam dengan durasi sekitar 120 detik dan amplitudo maksimum 23 mm. Erupsi ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih berstatus Siaga (Level III) sejak tahun lalu. PVMBG mencatat, dalam 24 jam terakhir, terjadi delapan kali gempa letusan dan tiga kali gempa hembusan.
Kronologi Erupsi
- Pukul 07.00 WIB: Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur melaporkan cuaca cerah berawan dengan angin lemah ke arah tenggara.
- Pukul 09.24 WIB: Terjadi letusan eksplosif dengan tinggi kolom abu 900 meter. Erupsi disertai suara gemuruh ringan.
- Pukul 09.26 WIB: PVMBG mengeluarkan peringatan dini melalui aplikasi Satu Data, mengimbau warga untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah.
- Pukul 10.00 WIB: Tim reaksi cepat BPBD Lumajang melakukan pemantauan langsung ke desa-desa di lereng selatan.
- Pukul 11.30 WIB: Hujan abu tipis dilaporkan di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo, mengakibatkan pengurangan jarak pandang sementara.
Status Terkini dan Rekomendasi
PVMBG menegaskan status Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga). Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar, karena potensi awan panas guguran dan lahar dingin. Radius bahaya 5 kilometer dari puncak tetap diberlakukan, dengan perluasan sektoral hingga 7 kilometer di alur bukaan kawah arah tenggara-selatan.
Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru, Bapak Mulyono, mengatakan, "Erupsi kali ini masih dalam tipe strombolian dengan potensi luncuran awan panas guguran jika akumulasi material di kubah lava terus bertambah. Kami minta warga selalu waspada."
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan properti secara signifikan. Aktivitas penerbangan di sekitar Bandara Abdul Rachman Saleh Malang dilaporkan normal, meskipun maskapai diimbau untuk waspada terhadap sebaran abu vulkanik.
Comments (0)