PARIS — Rumah mode Dior kembali menjadi magnet perhatian dunia lewat pagelaran
Deretan Tamu Istimewa Para undangan yang hadir tidak sekadar menjadi penonton, melainkan bagian dari narasi visual yang dibangun Dior untuk musim ini. Soro
Deretan Tamu Istimewa
Para undangan yang hadir tidak sekadar menjadi penonton, melainkan bagian dari narasi visual yang dibangun Dior untuk musim ini. Sorotan terbesar jatuh pada aktris Han So Hee, yang tampil dalam balutan gaun bordir hitam berpotongan asimetris, lengkap dengan aksesori kalung mutiara bersusun khas rumah mode asal Avenue Montaigne tersebut. Kehadiran idola K-pop MINGYU dari grup SEVENTEEN juga mencuri perhatian. Ia mengenakan setelan jas abu-abu berpotongan modern dengan detail bordir bunga yang memperlihatkan sentuhan feminim maskulin khas Dior Men.
Turut hadir pula aktris Hollywood Anya Taylor-Joy dengan gaun transparan berornamen bintang, penyanyi JISOO yang mengenakan mini dress bersiluet A-line, serta model senior Naomi Campbell yang tampil dalam blazer putih elegan. Secara total, lebih dari 20 selebritas dari berbagai benua melakukan prosesi masuk dan berfoto di red carpet yang disediakan panitia, memperlihatkan bagaimana Dior memadukan bakat layar lebar, panggung musik, dan ikon media sosial dalam satu tarikan napas mode.
Detail Koleksi Haute Couture
Untuk musim gugur/dingin ini, Direktur Kreatif Dior Maria Grazia Chiuri menggali arsip era Belle Époque dan reinterpretasi kekuatan feminin. Terlihat dari dominasi siluet hourglass, lengan balon, serta pemilihan bahan tulle, taffeta, dan duchess satin yang jatuh berat namun lembut. Palet warna didominasi warna netral — hitam, nude, putih gading — dengan semburat ungu plum dan merah burgundy di beberapa titik. Menurut narasi yang disampaikan tim Dior, koleksi ini berusaha menjawab pertanyaan tentang bagaimana perempuan modern membangun kekuasaan lewat busana tanpa meninggalkan romansa.
"Kami ingin menciptakan busana yang menjadi zirah sekaligus surat cinta — yang melindungi pemakainya, namun tetap mengizinkan kerapuhan tampil di permukaan. Setiap helai bordir adalah kisah."
— Maria Grazia Chiuri, Direktur Kreatif Dior
Panggung dan Artis Performance
Pagelaran tidak hanya bergantung pada busana. Dior menggandeng perupa kontemporer asal Prancis Eva Jospin untuk merancang set panggung berupa hutan kardus dan kertas yang menjulang, menciptakan ilusi taman rahasia di dalam Grand Palais Éphémère. Sementara itu, aliran musik live gubahan komposer Max Richter menemani setiap langkah model, menghadirkan atmosfer sinematik yang membuat tamu undangan merasa seperti berada dalam film bisu yang mewah.
Dampak Digital dan Jangkauan
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari TikTok, Instagram, dan X, cuplikan kedatangan MINGYU dan Han So Hee telah mengumpulkan lebih dari 65 juta impresi hanya dalam 12 jam pertama. Tagar #DiorCouture2026 dan #MINGYUxDior masing-masing menduduki peringkat atas trending di lebih dari 15 negara, termasuk Indonesia, Korea Selatan, Brasil, dan Amerika Serikat. Hal ini menegaskan strategi Dior yang memanfaatkan basis penggemar global para selebriti untuk memperkuat posisi merek di ranah digital.
Perbandingan dan Konteks Industri
Kehadiran selebriti Korea dalam jumlah signifikan bukanlah kebetulan. Selama lima musim berturut-turut, Dior telah menunjuk duta merek asal Korea Selatan — mulai dari JISOO (global ambassador untuk fashion dan beauty), Jimin BTS, hingga MINGYU yang relatif baru bergabung pada awal 2026. Strategi tersebut terbukti memberikan lonjakan penjualan di kawasan Asia-Pasifik sebesar 18% pada kuartal pertama 2026 menurut laporan keuangan LVMH. Artinya, deretan selebriti di pagelaran ini bukan sekadar ornamen, melainkan aset bisnis konkret.
Dengan pergelaran yang mempertemukan akar sejarah, kemewahan adibusana, dan kekuatan bintang pop kontemporer, Dior Haute Couture Fall/Winter 2026/2027 dipastikan akan menjadi salah satu momen mode paling banyak dibicarakan tahun ini.
Comments (0)