Kebiasaan Sederhana Ini Bantu Atasi Perut Begah dan Susah Bersendawa

Apaberita, Jakarta — Rasa penuh dan begah di perut yang disertai ketidakmampuan bersendawa setelah makan menjadi keluhan umum yang mengganggu produktivitas

Jul 09, 2026 - 17:03
0 0

Apaberita, Jakarta — Rasa penuh dan begah di perut yang disertai ketidakmampuan bersendawa setelah makan menjadi keluhan umum yang mengganggu produktivitas harian. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 3 dari 10 orang dewasa di Indonesia mengalami gangguan pencernaan fungsional semacam ini setidaknya sekali dalam sebulan.

“Gas yang terperangkap di lambung akibat menelan udara saat makan terburu-buru atau konsumsi makanan tinggi gas dapat menyebabkan distensi lambung. Jika katup esofagus tidak membuka, gas tertahan dan menimbulkan rasa tidak nyaman,” ujar dr. Rina Maulida, Sp.PD, spesialis penyakit dalam dari RSUD Tarakan, dalam wawancara terbatas di Jakarta, Selasa (15/3/2025).

Kronologi Penanganan Begah Sesuai Panduan Dokter

Berikut urutan langkah kronologis yang direkomendasikan dr. Rina berdasarkan penelitian terbaru, diterapkan segera setelah gejala muncul:

  1. Langkah Pertama (0–5 menit sejak begah): Berdiri tegak dan atur pernapasan
    Segera hentikan posisi duduk atau setengah berbaring. Berdiri tegak menciptakan ruang bagi saluran cerna dan mengurangi tekanan pada diafragma. Tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan 3 detik, lalu hembuskan perlahan lewat mulut. Ulangi 5 siklus. “Pernapasan diafragma ini merangsang saraf vagus, yang berperan dalam relaksasi lower esophageal sphincter (LES), sehingga memungkinkan gas keluar lebih mudah,” jelas dr. Rina. Teknik ini juga menurunkan kecemasan yang sering memperparah dispepsia.
  2. Langkah Kedua (5–15 menit): Minum air hangat
    Konsumsi 150–200 ml air putih hangat dengan suhu 37–40°C atau teh jahe segar tanpa pemanis. “Cairan hangat merangsang motilitas lambung dan membantu gas bergerak menuju usus atau ke atas. Jahe mengandung gingerol yang bersifat karminatif, memecah gelembung gas secara alami,” papar dr. Rina. Ia menegaskan bahwa minuman bersoda, dingin, atau tinggi gula justru memperburuk kondisi karena menambah volume gas intralambung. Data dari Journal of Gastroenterology (2024) mencatat penurunan skor begah sebesar 1,8 poin pada skala VAS setelah pemberian air hangat dibandingkan air dingin.
  3. Langkah Ketiga (15–30 menit): Pijat perut searah jarum jam
    Dalam posisi duduk atau berbaring dengan lutut ditekuk, lakukan pijatan melingkar ringan di sekitar pusar searah jarum jam selama 5–10 menit. “Arah ini mengikuti pola anatomis usus besar, membantu mendorong gas ke bagian rektum atau ke atas untuk disendawakan. Tekanan harus lembut, cukup dengan dua jari,” kata dr. Rina. Studi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menunjukkan metode ini meningkatkan frekuensi sendawa pada 67% subjek dengan dispepsia fungsional dalam waktu 20 menit.
  4. Langkah Keempat (30–60 menit): Berjalan santai
    Jika belum ada perbaikan signifikan, lakukan jalan kaki ringan selama 15–20 menit di permukaan datar. Aktivitas fisik berintensitas rendah mempercepat pengosongan lambung dan menstimulasi gelombang peristaltik. Riset tim gastroenterologi RSUD Tarakin mencatat pasien yang berjalan setelah makan mengalami penurunan keluhan begah sebesar 2,5 poin dibandingkan yang hanya duduk. “Hindari olahraga berat karena bisa mengalihkan aliran darah dari saluran cerna,” imbuhnya.

Jika setelah satu jam penuh rangkaian langkah di atas keluhan tak kunjung membaik, dr. Rina menyarankan konsumsi simetikon 80–125 mg untuk dewasa, yang bekerja secara fisik memecah gelembung gas di lambung. Namun, ia menekankan bahwa kondisi disertai nyeri ulu hati hebat, mual, muntah, atau berkeringat dingin harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

Sebagai pencegahan, dr. Rina merekomendasikan mengunyah makanan 32 kali per suapan, menghindari kebiasaan minum dengan sedotan, mengurangi makanan tinggi gas seperti kol dan kacang-kacangan, serta tidak langsung berbaring setelah makan.


Tertarik dengan topik kesehatan pencernaan lainnya? Dapatkan panduan nutrisi terbaru hanya di Apaberita.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User