Prabowo Luncurkan BBM B50 di Rest Area Tol Jakarta-Cikampek

KARAWANG, Apaberita — Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan bahan bakar minyak jenis B50 atau biodiesel 50 persen di rest area KM 57 Tol Jakarta–Cika

Jul 09, 2026 - 17:18
0 0

KARAWANG, Apaberita — Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan bahan bakar minyak jenis B50 atau biodiesel 50 persen di rest area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Senin (tanggal tidak disebutkan). Peluncuran ini menandai babak baru program mandatori biodiesel nasional yang terus ditingkatkan dari campuran sebelumnya.

Kronologi Peluncuran di Rest Area Tol

Acara berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB, dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Perhubungan, serta jajaran direksi PT Pertamina (Persero). Presiden secara simbolis mengisi tangki kendaraan dinas dengan B50 sebagai tanda dimulainya distribusi terbatas di beberapa SPBU yang telah disiapkan. Lokasi rest area KM 57 dipilih karena strategis sebagai simpul utama arus logistik dan kendaraan pribadi di jalur padat Jakarta–Cikampek.

Apa Itu B50 dan Target Kebijakan

B50 adalah bahan bakar campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar murni. Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan B35 yang sudah diimplementasikan sejak 2023. Peningkatan kadar biodiesel ini sejalan dengan peta jalan (roadmap) pemerintah menuju B60 pada 2026–2027 dan diharapkan mampu mengurangi impor solar hingga 40 persen secara bertahap.

"Peluncuran B50 ini bukan sekadar uji teknis, tetapi komitmen bangsa untuk memaksimalkan sumber daya dalam negeri dan memutus ketergantungan energi impor," ujar Prabowo di sela acara.

Uji Coba dan Infrastruktur Pendukung

Sebelum peluncuran, B50 telah melalui uji jalan sejauh 50.000 kilometer pada berbagai jenis kendaraan bermesin diesel. Hasil uji menunjukkan performa mesin tetap optimal tanpa modifikasi signifikan, meskipun kadar biodiesel yang lebih tinggi menuntut penyesuaian spesifikasi bahan bakar, terutama pada titik kabut (flash point) dan kadar air. Untuk mendukung distribusi, Pertamina menyiapkan terminal blending dan tangki timbun di enam kota utama, termasuk Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Latar Belakang dan Manfaat Ekonomi

Kebijakan biodiesel di Indonesia bertumpu pada ketersediaan minyak sawit mentah (CPO) domestik yang melimpah. Pada 2024, produksi CPO nasional mencapai 46 juta ton dan serapan untuk biodiesel sekitar 12 juta ton. Peningkatan menjadi B50 diproyeksikan menambah serapan CPO sebesar 3–4 juta ton per tahun. Hal ini dinilai dapat mengerek harga tandan buah segar petani dan mengurangi volatilitas harga akibat kelebihan pasok di pasar global.

Dari sisi anggaran, penghematan devisa dari substitusi impor solar dengan biodiesel B50 diperkirakan mencapai Rp90 triliun per tahun jika program berjalan penuh. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan program B35 yang mencatat penghematan sekitar Rp65 triliun.

Respons Pelaku Usaha dan Tantangan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif peluncuran ini, namun mengingatkan perlunya standar teknis yang konsisten. "Kami minta spesifikasi B50 dijaga agar tidak merusak komponen mesin, terutama pada kendaraan komersial yang masa pakainya panjang," kata Sekretaris Umum Gaikindo, Nurdin Purnomo, melalui keterangan tertulis.

Tantangan lain yang disorot adalah ketersediaan infrastruktur blending di daerah terpencil, serta fluktuasi harga CPO yang dapat mempengaruhi selisih harga antara biodiesel dan solar. Pemerintah memastikan dana pungutan ekspor sawit tetap menjadi penopang subsidi insentif biodiesel agar harga jual di konsumen tetap kompetitif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User