Nasional — Harga Cabai, Telur, Minyak Goreng Naik Jelang Natal
Panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) merekam kenaikan sejumlah bahan pangan pokok pada Selasa (17/12/2024), hanya sepekan menjelang perayaan Natal 2
Panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) merekam kenaikan sejumlah bahan pangan pokok pada Selasa (17/12/2024), hanya sepekan menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Komoditas yang tercatat naik meliputi beberapa jenis cabai, telur ayam ras, dan minyak goreng curah. Kenaikan terjadi di hampir seluruh pasar pantauan di Pulau Jawa dan sejumlah kota besar luar Jawa, menandai tekanan permintaan musiman yang mulai memuncak.
Kronologi Pergerakan Harga
- Awal Desember 2024: Harga komoditas pangan masih bergerak stabil. Permintaan harian belum menunjukkan lonjakan berarti, namun pelaku pasar mulai mengantisipasi kenaikan musiman menjelang libur panjang akhir tahun.
- Minggu Kedua Desember (9–14 Desember 2024): Curah hujan tinggi di sentra produksi cabai, seperti Brebes, Magelang, dan Garut, menghambat panen dan distribusi. Dampaknya mulai terasa di pasar tradisional: harga cabai rawit merah naik sekitar 5–7% dari awal bulan. Telur ayam ras juga bergerak naik tipis seiring meningkatnya pesanan dari industri makanan dan rumah tangga.
- Senin, 16 Desember 2024: Data Bapanas mencatat kenaikan yang lebih konsisten. Harga telur ayam ras di sejumlah pasar induk menyentuh Rp29.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp28.000. Minyak goreng curah mulai merangkak di kisaran Rp14.800 per kilogram.
- Selasa, 17 Desember 2024 (hari pemantauan): Panel harga Bapanas mengonfirmasi kenaikan signifikan pada tiga kelompok komoditas. Cabai rawit merah diperdagangkan di level Rp45.000 per kg (naik 12,5% dari harga awal bulan sebesar Rp40.000). Cabai merah keriting mencapai Rp38.000 per kg (naik 8,6%). Telur ayam ras berada di Rp30.500 per kg (naik 8,9%). Sementara itu, minyak goreng curah menyentuh Rp15.200 per kg, naik 3,4% dari posisi stabil sebelumnya.
Respons Pemerintah
Menanggapi lonjakan ini, Bapanas bersama Kementerian Perdagangan dan pemerintah daerah langsung menggelar intervensi pasar melalui operasi khusus dan penyaluran cadangan pangan. Langkah yang diambil meliputi:
- Operasi Pasar Khusus (OPK): Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar, pemerintah menyediakan 50 ton cabai dan 200 ton telur ayam dengan harga subsidi. OPK bertujuan menekan disparitas harga antara pasar induk dan konsumen akhir.
- Penugasan Perum Bulog: Bulog diminta mempercepat penyaluran cadangan pangan strategis untuk komoditas telur ayam dan minyak goreng curah, sehingga pasokan di pasar tradisional tetap terjaga dan spekulasi harga dapat diredam.
- Koordinasi Logistik dengan Asosiasi Petani: Pemerintah memfasilitasi truk pengangkut hasil panen dari sentra produksi di Jawa Tengah dan Jawa Barat agar distribusi cabai tidak tersendat akibat cuaca. Supervisi langsung dilakukan untuk memastikan pasokan hingga H-3 Natal.
Proyeksi Stabilitas Harga hingga Akhir Tahun
Kepala Bapanas memproyeksikan tren kenaikan masih berpotensi berlanjut hingga 23 Desember 2024, sejalan dengan puncak belanja masyarakat. Namun, stabilitas harga diharapkan kembali tercapai setelah 25 Desember 2024, asalkan tidak ada gangguan cuaca ekstrem yang menghambat distribusi. Untuk komoditas minyak goreng curah, pemerintah menjamin pasokan minyak sawit domestik mencukupi kebutuhan hingga awal 2025. Masyarakat diimbau membeli pangan secara bijak dan tidak menimbun barang agar tekanan harga di pasar dapat dikelola bersama.
Comments (0)