[JAKARTA] Prabowo Umumkan Reformasi Besar Pendidikan Tinggi di Hadapan 2.600 Rektor dan Dosen

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan serangkaian arahan strategis terkait reformasi pendidikan tinggi di hadapan 2.600 rek

Jul 09, 2026 - 12:06
0 0
[JAKARTA] Prabowo Umumkan Reformasi Besar Pendidikan Tinggi di Hadapan 2.600 Rektor dan Dosen
JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan serangkaian arahan strategis terkait reformasi pendidikan tinggi di hadapan 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia. Acara bertajuk Sarasehan Kebangsaan ini digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, pada Minggu (28/6/2026).

Kehadiran Massal Pimpinan Akademik

Forum yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh mayoritas pimpinan perguruan tinggi dari 38 provinsi. Berdasarkan data Panitia Nasional Sarasehan, total peserta yang melakukan registrasi mencapai 2.612 orang, terdiri dari rektor, dekan fakultas, dan dosen senior perwakilan kampus di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Kementerian Agama.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Badrun Kholid, M.A., melaporkan bahwa partisipasi ini merupakan rekor baru bagi forum dialog langsung antara presiden dan komunitas akademik. “Forum ini menjadi titik temu untuk menyelaraskan visi Indonesia Emas 2045 dengan peta jalan pengembangan sumber daya manusia di kampus-kampus kita,” ujar Prof. Badrun dalam laporannya.

Kronologi Arahan Presiden

Dalam pidato utamanya yang berlangsung selama 45 menit, Presiden Prabowo memaparkan tiga poin krusial yang menjadi cetak biru kebijakan perguruan tinggi untuk periode 2026–2029.

  1. Pengumuman Dana Abadi Penelitian. Pukul 09.15 WIB, Presiden mengumumkan peningkatan Dana Abadi Perguruan Tinggi menjadi Rp 28 triliun per tahun, naik 40 persen dari tahun sebelumnya. Ia menegaskan dana tersebut wajib dialokasikan minimal 60 persen untuk riset terapan di bidang swasembada pangan, energi terbarukan, dan kecerdasan buatan (AI).
  2. Reformasi Skema Artificial Intelligence. Pada menit ke-25 pidatonya, Presiden memerintahkan integrasi literasi AI generatif ke dalam kurikulum dasar semua program studi paling lambat semester ganjil 2027. “Transformasi digital bukan lagi pilihan. Saya minta dalam setahun, 75 persen modul ajar sudah harus memiliki modul AI etis,” tegasnya.
  3. Kebijakan Kenaikan Tunjangan Profesi. Menjelang akhir pidato, pukul 09.55 WIB, Presiden mengumumkan kenaikan Tunjangan Kinerja Dosen ASN sebesar 25 persen yang akan berlaku surut per Januari 2026. Sementara itu, sertifikasi dosen non-PNS akan dipercepat dengan target realisasi penuh di Desember 2026.

Dialog Interaktif dan Data Numerik

Sesi diskusi yang dimoderatori oleh pakar komunikasi politik, Dr. Effendi Gazali, berlangsung interaktif selama 90 menit. Dalam sesi ini, Presiden menerima 12 pertanyaan langsung dari perwakilan dekan dan rektor yang mayoritas menyoroti kesenjangan infrastruktur antara kampus di Pulau Jawa dan luar Jawa.

Menjawab hal tersebut, Presiden memaparkan data numerik terkait proyek “Kampus Merdeka 3.0”. Ia menyatakan akan membangun 10.000 unit laboratorium mini portabel yang akan didistribusikan ke 3.850 kampus di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). Anggaran spesifik untuk program ini, disebut Presiden, telah dialokasikan sebesar Rp 5,2 triliun dari APBN 2027.

Presiden juga menyoroti kolaborasi riset internasional. Ia menginstruksikan agar setiap PTN Badan Hukum menjalin sedikitnya lima proyek kolaborasi dengan universitas top 50 dunia. “Saya tidak ingin riset kita hanya berputar di jurnal lokal. Kita targetkan 20 persen publikasi internasional kita masuk Q1 pada 2029,” tegasnya.

Penutupan dan Komitmen

Sarasehan ditutup pada pukul 12.30 WIB dengan penandatanganan memorandum komitmen antara Kemendikbudristek dan Majelis Rektor. Acara ini menegaskan posisi pendidikan tinggi sebagai pilar utama dalam strategi nasional menuju Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi.

Kehadiran Presiden Prabowo di tengah ribuan akademisi ini menandai intervensi kebijakan langsung pemerintah pusat dalam mendorong hilirisasi riset serta menutup disparitas kualitas antara wilayah barat dan timur Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User