Liputan6.com Bongkar Hoaks Video Anies Baswedan Tebak Kata Berhadiah Rp100 Juta

JAKARTA — Tim Cek Fakta Liputan6.com mengonfirmasi bahwa video viral yang menampilkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sedang mengumumkan perma

Jul 09, 2026 - 12:01
0 0
Liputan6.com Bongkar Hoaks Video Anies Baswedan Tebak Kata Berhadiah Rp100 Juta

JAKARTA — Tim Cek Fakta Liputan6.com mengonfirmasi bahwa video viral yang menampilkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sedang mengumumkan permainan tebak kata berhadiah Rp100 juta adalah konten manipulatif dan sepenuhnya palsu. Video tersebut beredar luas di Facebook dan telah ditonton lebih dari 47.000 kali dalam waktu kurang dari 24 jam.

Penelusuran dilakukan setelah tim menerima laporan dari sejumlah pengguna yang curiga dengan kejanggalan gerakan bibir dan audio dalam video. "Kami langsung melakukan verifikasi multi-level begitu laporan masuk," ujar Andi Saputra, koordinator tim Cek Fakta Liputan6.com, dalam keterangan resminya, Rabu (12/2/2025).

Kronologi Penelusuran

Proses verifikasi dimulai dengan reverse image search pada potongan-potongan frame kunci video. Hasilnya, tim menemukan video asli yang identik secara visual dengan klip yang beredar, namun dengan konteks yang sama sekali berbeda.

  • Video asli berasal dari rekaman resmi saat Anies memberikan sambutan dalam acara “Dialog Kebangsaan” di Universitas Indonesia, 3 Januari 2025.
  • Dalam video asli, tidak ada satu pun pernyataan tentang tebak kata atau hadiah uang.
  • Tim lalu menganalisis spektrum frekuensi audio dan menemukan ketidakcocokan pola gelombang suara dengan gerakan bibir.
  • Setelah pembesaran visual pada area mulut, terdeteksi artefak kompresi yang tidak seragam, ciri khas deepfake berbasis audio-driven.

“Modusnya cukup canggih. Pelaku menggunakan voice cloning untuk meniru suara Anies, lalu menempelkannya ke video yang sudah ada,” jelas Andi. “Tapi masih ada cacat di sinkronisasi fonem, terutama saat transisi vokal.”

Pola Penipuan Teridentifikasi

Lebih jauh, tautan yang disematkan di kolom komentar video mengarahkan ke sebuah situs phishing yang meminta data pribadi, termasuk nomor telepon dan kode OTP dompet digital. Dalam kurun tiga hari, tim Cyber Liputan6.com mencatat setidaknya 112 laporan pencurian saldo dengan modus serupa di platform berbeda.

"Video ini bukan yang pertama. Sejak Januari 2025, kami mencatat ada 37 video deepfake tokoh publik yang digunakan untuk mengelabui korban," kata Andi.

Tim juga menemukan koordinasi jaringan akun palsu yang bertugas menyebarkan video ke 84 grup Facebook berbeda dalam rentang waktu singkat, menandakan adanya operasi terorganisir.

Data dan Statistik

  • Jumlah tayangan video hoaks: 47.812 kali (data pukul 09.00 WIB, 12/2/2025).
  • Jumlah akun penyebar awal teridentifikasi: 6 akun dengan pola posting identik.
  • Estimasi kerugian korban yang melapor: Rp43 juta dalam tiga hari.
  • Status laporan ke Bareskrim: sudah diterima dengan nomor LP/B/0182/II/2025/SPKT.

Pihak Liputan6.com telah berkoordinasi dengan tim komunikasi Anies Baswedan dan memastikan tidak ada aktivitas bagi-bagi hadiah semacam itu.

Imbauan untuk Publik

Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi dengan tiga langkah sederhana: cek sumber asli, verifikasi ke kanal resmi, dan jangan mudah tergiur hadiah besar. Jika menemukan konten serupa, segera laporkan ke platform atau ke nomor aduan Kominfo di 159.

Artikel ini merupakan hasil kolaborasi tim Cek Fakta Liputan6.com dengan jaringan fact-checking internasional. Metodologi lengkap penelusuran dapat diakses di situs resmi kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User