Cek Fakta Liputan6: Link Rekrutmen PPPK BGN 2026 via WhatsApp Palsu
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6 mengidentifikasi unggahan di Facebook yang menyebarkan tautan pendaftaran rekrutmen Pegawai Pemerintah denga
Kronologi Temuan
Berikut kronologi penelusuran yang dilakukan tim Cek Fakta Liputan6:
- 20 Februari 2026: Sebuah akun Facebook bernama “Info PPPK 2026” mengunggah poster bergambar logo Badan Gizi Nasional dengan narasi “Pendaftaran PPPK BGN 2026 Dibuka. Daftar via WhatsApp di link: bit.ly/PPPK-BGN2026”. Unggahan tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam telah dibagikan lebih dari 600 kali dan menuai 1.200 komentar, mayoritas bernada antusias dan meminta informasi lebih lanjut.
- 21 Februari 2026: Tim Cek Fakta Liputan6 menerima laporan dari pembaca dan segera memulai penelusuran. Tautan bit.ly yang disebarkan dianalisis menggunakan alat pengecek tautan serta dibandingkan dengan daftar domain resmi pemerintah. Hasilnya, tautan tersebut mengarahkan pengguna ke formulir daring yang tidak terenkripsi dan meminta data pribadi sensitif, yaitu NIK, nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan nama ibu kandung.
- 22 Februari 2026: Liputan6 menghubungi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk konfirmasi. Kepala Biro Humas BKN menegaskan bahwa tidak ada rekrutmen PPPK untuk BGN pada tahun anggaran 2026. “Semua pengumuman ASN, termasuk PPPK, hanya melalui portal resmi SSCASN di sscasn.bkn.go.id dan tidak pernah melalui WhatsApp,” ujarnya. Pihak BGN juga menyatakan bahwa instansinya tidak membuka formasi PPPK tahun ini.
- 23 Februari 2026: Hasil penelusuran diterbitkan. Tim menemukan bahwa modus serupa telah muncul sebelumnya dengan menyasar instansi lain. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, terpantau 15 varian tautan palsu yang mengatasnamakan rekrutmen ASN/PPPK, dengan korban tercatat sedikitnya 89 laporan ke Kominfo terkait penyalahgunaan data.
Temuan Penting
Penelusuran Liputan6 mengungkap sejumlah kejanggalan yang menandakan bahwa klaim tersebut adalah hoaks:
- Domain tidak resmi: Tautan menggunakan pemendek URL publik (bit.ly) yang tidak merujuk ke domain pemerintah berakhiran .go.id. Situs rekrutmen ASN yang sah selalu berada di sscasn.bkn.go.id atau portal resmi kementerian/lembaga terkait.
- Pengumpulan data sensitif: Formulir yang muncul meminta NIK dan nama ibu kandung—dua data yang sering dipakai untuk verifikasi keuangan dan dapat disalahgunakan untuk pengajuan pinjaman daring ilegal atau pencurian identitas.
- Klaim fiktif: Badan Gizi Nasional tidak memiliki formasi PPPK pada tahun 2026, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri PANRB. Klaim ini sepenuhnya dibuat-buat untuk mengecoh masyarakat.
- Pola sebaran: Akun penyebar tidak terverifikasi, menggunakan foto profil instansi, dan menyematkan logo instansi untuk membangun kesan resmi—taktik umum phishing di media sosial.
Imbauan: Masyarakat diimbau untuk tidak mengakses tautan mencurigakan, apalagi membagikan data pribadi. Selalu periksa lowongan ASN hanya melalui situs resmi BKN dan akun media sosial terverifikasi milik instansi pemerintah. Jika menemukan unggahan serupa, segera laporkan ke platform bersangkutan atau ke kanal aduan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa terdapat tautan pendaftaran rekrutmen PPPK BGN 2026 melalui WhatsApp merupakan hoaks dan dikategorikan sebagai penipuan terarah (phishing) yang bertujuan mencuri data pribadi.
Comments (0)