Jakarta — Klaim Aphelion Sebabkan Meriang Akhirnya Dipatahkan

Sebuah narasi yang kembali bergulir di aplikasi percakapan dan media sosial membuat banyak warga bertanya-tanya: benarkah fenomena Aphelion membuat suhu Bu

Jul 09, 2026 - 11:35
0 0
Jakarta — Klaim Aphelion Sebabkan Meriang Akhirnya Dipatahkan
Sebuah narasi yang kembali bergulir di aplikasi percakapan dan media sosial membuat banyak warga bertanya-tanya: benarkah fenomena Aphelion membuat suhu Bumi lebih dingin hingga menyebabkan badan meriang? Pesan berantai itu menyebutkan, “Mulai besok jam 05.27 WIB kita akan mengalami APHELION… Bumi akan sangat dingin, dampaknya kita akan meriang, flu, batuk, sesak napas.” Namun, penelusuran fakta yang dilakukan tim Apaberita bersama para ahli astronomi dan meteorologi justru membantah seluruh klaim tersebut. Hubungan antara Aphelion dan meriang tak lebih dari mitos yang terus diwariskan tanpa dasar sains.

Apa Sebenarnya Aphelion Itu?

Aphelion adalah titik dalam orbit Bumi ketika planet kita berada pada jarak terjauh dari Matahari. Fenomena ini terjadi setiap tahun, biasanya pada awal Juli. Pada tahun ini, Aphelion terjadi pada 4 Juli 2025 pukul 02.06 WIB, ketika jarak Bumi–Matahari mencapai sekitar 152.093.251 kilometer. Sebagai perbandingan, rata-rata jarak Bumi–Matahari adalah 149,6 juta kilometer, sehingga perbedaan saat Aphelion hanya sekitar 1,67 persen. Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo, menegaskan bahwa variasi ini terlalu kecil untuk memengaruhi suhu permukaan Bumi secara kasatmata.

Asal-Usul Klaim Meriang

Pesan viral yang beredar sejak pertengahan Juni 2025 itu menyertakan narasi seolah-olah jarak yang lebih jauh membuat sinar Matahari melemah drastis dan suhu global turun, sehingga memicu gejala meriang, flu, hingga sesak napas. Padahal, data historis menunjukkan hal sebaliknya. Di belahan Bumi utara, Juli justru merupakan puncak musim panas. Sementara di Indonesia, yang berada di khatulistiwa, suhu rata-rata pada Juli 2024 tercatat 27,2 derajat Celsius—masih dalam rentang normal bulanan.

Mengapa Suhu Tidak Menjadi Lebih Dingin?

Mekanisme musim di Bumi tidak ditentukan oleh jarak, melainkan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi sebesar 23,5 derajat. Saat Aphelion, belahan Bumi utara justru lebih condong ke arah Matahari, sehingga menerima radiasi lebih langsung. Inilah yang menjelaskan mengapa negara-negara subtropis mengalami musim panas meski Bumi sedang berada di titik terjauh. Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG, Siswanto, saat dihubungi melalui sambungan telepon menjelaskan:
“Variasi jarak Matahari akibat Aphelion hanya berdampak sekitar 6,5 persen pada intensitas radiasi yang diterima Bumi. Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan efek tutupan awan atau sudut datang sinar Matahari yang bervariasi musiman. Jadi, mengaitkan Aphelion dengan suhu dingin dan meriang adalah kekeliruan konseptual.”

Lantas, Mengapa Banyak yang Merasa Meriang?

Fenomena meriang massal yang dikaitkan dengan Aphelion lebih mungkin disebabkan oleh faktor lain. Pada Juli, beberapa wilayah Indonesia memang memasuki puncak musim kemarau, tetapi suhu malam bisa turun akibat udara kering. Perubahan suhu harian yang kontras inilah yang kadang memicu penurunan daya tahan tubuh. Selain itu, penyebaran pesan berantai ini kerap bersamaan dengan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan musiman. Efek sugesti dari pesan viral juga tidak dapat diabaikan—keyakinan bahwa cuaca akan dingin bisa membuat seseorang lebih peka terhadap sensasi menggigil yang sebenarnya wajar.

Kesimpulan: Mitos yang Tak Perlu Dikhawatirkan

Klaim bahwa fenomena Aphelion menimbulkan dampak meriang akibat cuaca Bumi lebih dingin adalah informasi palsu. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan kausal antara posisi Aphelion dan penurunan suhu signifikan, apalagi penyakit. Masyarakat diimbau untuk menyaring informasi yang beredar dengan memeriksa sumber resmi seperti BMKG atau lembaga astronomi. Jangan biarkan mitos tahunan ini kembali membuat panik di tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User