JAKARTA – Founder sekaligus inisiator gerakan pemberdayaan usaha Sandination, Sandiaga Uno, meresmikan program pelatihan kewirausahaan terpadu di Mula Learning Center, Jalan Baru, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 6 September 2025. Kehadiran Sandiaga di ruang edukasi berbasis komunitas itu menjadi titik awal ekspansi program inkubasi UMKM yang menyasar 500 pelaku usaha mikro dan kecil di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Acara bertajuk Scale Up Local Heroes ini merupakan kolaborasi Sandination dengan Mula Learning Center dan sejumlah mitra strategis seperti platform dompet digital AkselerasiPay dan koperasi simpan pinjam Karya Mandiri. Sandiaga hadir tidak hanya untuk memberikan sambutan, tetapi juga memimpin sesi sharing session interaktif selama 90 menit yang diikuti oleh 150 peserta luring dan 1.200 partisipan daring melalui siaran langsung. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya adaptasi digital dan tata kelola kas sederhana bagi wirausaha pemula.
“Kami ingin UMKM kita tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas. Program ini memberikan alat assessment kesehatan usaha, mentoring sebulan penuh, serta akses modal usaha tanpa agunan sampai Rp25 juta per peserta,” kata Sandiaga di sela kunjungan. Peserta terpilih akan mendapat pendampingan intensif selama empat pekan di Mula Learning Center atau daring, dengan total nilai fasilitasi program mencapai Rp15 miliar, berasal dari dana hibah swasta dan alokasi Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa perusahaan.
Kronologi acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan coffee morning dan registrasi peserta. Pukul 10.00, Sandiaga bersama jajaran direksi Sandination melakukan kick-off simbolis dengan menekan tombol digital raksasa yang menampilkan logo Sandination Hub. Sesi pelatihan pertama langsung digelar pukul 11.00, mencakup modul Business Model Canvas dan digitalisasi pencatatan transaksi. Sesi tanya jawab berlangsung hingga pukul 12.30, di mana peserta mengajukan pertanyaan seputar pemasaran media sosial, cara memotret produk, hingga negosiasi dengan pemasok bahan baku. Salah satu peserta, pemilik usaha katering rumahan, mengaku langsung menerapkan tips foto produk yang dibagikan.
Dampak dan Strategi di Balik Peluncuran
Program ini menjadi yang pertama digelar di Mula Learning Center yang memiliki fasilitas lengkap: dua ruang pelatihan, studio konten, laboratorium kemasan, hingga ruang konsultasi satu-satu. Pemilihan lokasi di Kebayoran Lama, bukan di pusat bisnis, justru memperkuat pendekatan hyperlocal yang diusung Sandination.
Mula Learning Center sebelumnya dikenal sebagai inkubator komunitas untuk pekerja kreatif. Dengan masuknya program Sandination, kapasitas bulanannya melonjak 300 persen, dari hanya 50 peserta per bulan menjadi 200 peserta per bulan. Target akhir 2025 adalah mencetak 1.000 lulusan program yang siap mengakses pembiayaan atau masuk ke jaringan ritel modern.
Untuk memperlihatkan urgensi program ini, berikut perbandingan realitas lapangan berdasarkan data internal Sandination yang dihimpun dari 2.000 UMKM di Jabodetabek pada kuartal I 2025:
| Indikator | Pra-Program (Rata-rata) | Target Pasca-Program (Harapan) |
| Omzet bulanan | Rp12 juta | Rp20–25 juta |
| Penggunaan pencatatan digital | 23% | 70% |
| Akses ke pinjaman resmi | 9% | 40% |
| Karyawan tambahan (setahun) | 0,7 orang | 2,5 orang |
Pengamat kewirausahaan dari Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Aditya Perdana, dalam wawancara terpisah menilai bahwa kolaborasi dengan ruang komunitas seperti Mula Learning Center mampu menekan biaya operasional sekaligus menjaga relevansi lokal.
“Model hybrid seperti ini tepat untuk ekosistem UMKM yang majemuk. Kuncinya adalah konversi dari pelatihan ke pendampingan nyata di lapangan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa intervensi di area pembukuan digital akan mempercepat kelayakan kredit UMKM, sejalan dengan target OJK untuk menaikkan rasio onboarding UMKM ke sektor formal hingga 35 persen pada 2026.
Sandination sendiri mencatatkan pertumbuhan jumlah alumni binaannya sebesar 120 persen dalam dua tahun terakhir. Jika pola serupa direplikasi di lima kota besar lainnya, diproyeksikan terjadi penciptaan 7.500 lapangan kerja baru hingga akhir 2026. Mula Learning Center, dengan program ini, berubah dari ruang belajar berbasis proyek menjadi katalis kebangkitan usaha skala mikro di jantung permukiman.
Comments (0)