Video Menhan Sjafrie Buka Pendaftaran Dana Pensiun 2026 Dipastikan Hoaks

Jakarta – Beredar video di media sosial yang menampilkan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin sedang mengumumkan program pendaftaran dana pensiu

Jul 09, 2026 - 11:49
0 0
Video Menhan Sjafrie Buka Pendaftaran Dana Pensiun 2026 Dipastikan Hoaks
Jakarta – Beredar video di media sosial yang menampilkan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin sedang mengumumkan program pendaftaran dana pensiun tahun 2026. Dalam video tersebut, Menhan seolah-olah mengajak masyarakat untuk mendaftar di tautan tertentu dan menjanjikan pencairan dana hingga Rp100 juta per orang. Padahal, fakta menunjukkan video itu adalah rekayasa digital—hasil manipulasi deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI)—dan klaim program dana pensiun tersebut tidak benar. Kementerian Pertahanan melalui juru bicaranya menegaskan tidak pernah mengeluarkan program pendaftaran dana pensiun terbuka untuk umum. “Itu hoaks. Menhan tidak pernah merekam atau menyampaikan informasi seperti itu. Kami mengimbau masyarakat tidak tergiur dan tidak mengklik tautan yang mencurigakan,” tegas pejabat Kemenhan. Penelusuran teknis oleh Tim Cek Fakta Apaberita mendapati video asli berasal dari cuplikan wawancara Sjafrie di masa lalu yang kemudian dimanipulasi suaranya menggunakan teknologi deepfake audio. Gerakan bibir dan intonasi dipalsukan untuk menyelaraskan dengan narasi penipuan.

Analisis Manipulasi dan Motif Penipuan

Video buatan ini memiliki sejumlah ciri konten rekayasa. Pertama, sinkronisasi suara dan gerakan bibir tidak sempurna—terdapat jeda tidak wajar. Kedua, narasi yang disampaikan mendorong korban untuk mengisi data pribadi pada situs tidak resmi yang bukan domain pemerintah. Situs itu meminta NIK, nama ibu kandung, hingga kode OTP perbankan. Pola ini identik dengan modus penipuan phishing dan pengambilalihan akun keuangan. Pakta keamanan siber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebut frekuensi hoaks berskema deepfake meningkat 58 persen sepanjang 2025. Jika masyarakat tidak kritis, angka korban penipuan digital bisa melonjak dua kali lipat pada tahun depan, ujar praktisi keamanan digital. Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat, selama periode yang sama, terdapat 1.200 laporan konten hoaks bermodus penawaran dana pensiun atau bansos palsu yang mengatasnamakan pejabat. Imbauan bagi publik untuk selalu memverifikasi lewat kanal resmi seperti situs kemenhan.go.id dan layanan cek fakta kian digaungkan.

IndikatorVideo HoaksInformasi Resmi
SumberAkun tak dikenal, tautan tidak berekstensi .go.idLaman resmi Kemenhan (kemenhan.go.id), akun terverifikasi
SasaranMasyarakat umum, dijanjikan Rp100 juta per orangProgram pensiun hanya untuk prajurit TNI dan PNS Kemhan, dikelola oleh ASABRI/Taspen
PersyaratanMengisi data pribadi, NIK, kode OTPTidak ada pembukaan pendaftaran dana pensiun baru untuk umum
Ciri kontenSuara dan gerak bibir tidak sinkron, ajakan segera diklikInformasi resmi disampaikan lewat konferensi pers, situs web, bukan lewat video ajakan personal

Kesimpulan

Klaim video Menhan Sjafrie Sjamsoeddin membuka pendaftaran dana pensiun 2026 adalah disinformasi. Video tersebut adalah hasil manipulasi deepfake untuk tujuan penipuan. Tidak ada program resmi yang dijanjikan. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan video tersebut dan segera melaporkannya ke platform media sosial jika menemukannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User