Jakarta — Rupiah Stagnan di Rp 14.125 per Dolar AS pada Perdagangan Rabu

Jakarta — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berakhir tanpa perubahan pada perdagangan pasar spot, Rabu (10/7/2019). Berdasarkan data y

Jul 09, 2026 - 11:24
0 0
Jakarta — Rupiah Stagnan di Rp 14.125 per Dolar AS pada Perdagangan Rabu
Jakarta — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berakhir tanpa perubahan pada perdagangan pasar spot, Rabu (10/7/2019). Berdasarkan data yang dihimpun Apaberita, mata uang Garuda ditutup di posisi Rp 14.125 per dolar AS, sama dengan penutupan sehari sebelumnya. Kondisi stagnan ini terjadi di tengah minimnya katalis domestik maupun eksternal yang mampu menggerakkan rupiah secara signifikan. Pelaku pasar memilih menahan diri, menunggu rilis data ekonomi penting di hari-hari berikutnya.

Kronologi Pergerakan Rupiah

  1. Pembukaan Pukul 09.00 WIB: Rupiah mengawali perdagangan di level Rp 14.125 per dolar AS, tidak bergeser dari posisi penutupan Selasa (9/7). Volume awal terpantau ramai, namun tidak memicu volatilitas berarti.
  2. Sesi Pagi: Hingga menjelang siang, rupiah bergerak dalam rentang sangat sempit. Tekanan jual terbatas sempat mendorong rupiah ke area Rp 14.120, level terkuat harian. Akan tetapi penguatan tak bertahan lama karena aksi beli dolar dari importir korporasi.
  3. Sesi Siang ke Sore: Rupiah perlahan melemah tipis dan menyentuh Rp 14.130 seiring penguatan indeks dolar AS terhadap beberapa mata uang utama. Namun pelemahan itu tertahan oleh aliran masuk modal asing ke pasar obligasi domestik.
  4. Penutupan Pukul 16.00 WIB: Pada akhir perdagangan, rupiah kembali ke posisi Rp 14.125, persis sama dengan pembukaan. Transaksi hari itu tercatat senilai US$ 1,2 miliar, relatif tinggi untuk kondisi stagnan.

Kurs Tengah Bank Indonesia

Kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR) pada hari yang sama ditetapkan di Rp 14.130 per dolar AS, naik tipis 5 poin dari sehari sebelumnya yang berada di Rp 14.125. Selisih yang kecil antara kurs spot dan JISDOR mengindikasikan bahwa intervensi BI di pasar valas berjalan minimal, seiring kestabilan suplai dan permintaan devisa.

Sentimen yang Menahan Pergerakan

Stagnasi rupiah disokong oleh kombinasi faktor yang saling menetralkan. Dari eksternal, pelaku pasar bersikap `wait-and-see` menjelang rilis notulen rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dapat memberi petunjuk arah suku bunga AS. Dari domestik, belum ada rilis data ekonomi baru yang mampu memantik aksi signifikan. Mata uang Asia lainnya bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Dolar AS sendiri terpantau melemah 0,05% terhadap enam mata uang utama, tercermin dari indeks dolar yang berada di area 97,40.

Prospek Jangka Pendek

Analis memperkirakan rupiah akan tetap bergerak konsolidatif dalam rentang Rp 14.100 — Rp 14.180 hingga akhir pekan. Pasar menantikan data inflasi AS yang dijadwalkan rilis Kamis malam waktu Indonesia. Jika inflasi AS lebih rendah dari ekspektasi, dolar berpotensi melemah dan membuka peluang rupiah menguat. Sebaliknya, data yang lebih tinggi bisa memberi tekanan baru. Pergerakan yang cenderung stagnan kali ini dinilai sebagai sinyal stabilitas jangka pendek, kendati volatilitas masih mungkin terjadi mendekati akhir bulan seiring kebutuhan valas korporasi untuk pembayaran dividen dan impor. Demikian reportase Apaberita dari lantai bursa Jakarta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User