Oct 07, 2026
Politik

NasDem Kaji Opsi Rekomendasi Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution Pilgub Sumut

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menggelar evaluasi komprehensif di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, guna menimbang secara mendalam rekomendasi bakal calon gubernur antara petahana Edy...

NasDem Kaji Opsi Rekomendasi Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution Pilgub Sumut

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menggelar evaluasi komprehensif di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, guna menimbang secara mendalam rekomendasi bakal calon gubernur antara petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dalam menyongsong Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2024. Penjaringan figur kepemimpinan di provinsi tersebut menjadi salah satu agenda strategis nasional partai, menyusul selesainya tahapan uji kelayakan dan kepatutan di tingkat dewan pimpinan wilayah. Sumatera Utara diposisikan sebagai lumbung elektoral vital di luar Pulau Jawa dengan dinamika sosiopolitik yang memiliki kompleksitas tersendiri.

Pertimbangan Rekam Jejak Petahana dan Prospek Kepemimpinan Daerah

Dalam tahapan penjaringan, DPP Partai NasDem menelaah secara saksama rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, serta stabilitas elektoral dari kedua kandidat potensial tersebut. Edy Rahmayadi, yang menjabat Gubernur Sumatera Utara masa bakti 2018–2023, dinilai memiliki modalitas ketokohan yang matang dan hubungan historis yang erat dengan konstituen akar rumput. Di sisi lain, Muhammad Bobby Afif Nasution yang menjabat Wali Kota Medan sejak 26 Februari 2021 dinilai merepresentasikan figur kepemimpinan muda yang dinamis dengan jangkauan komunikasi politik lintas kekuatan nasional.

Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai NasDem Willy Aditya menyatakan bahwa partainya berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian dalam menentukan arah dukungan. NasDem, menurutnya, tidak ingin mengambil langkah terburu-buru sebelum seluruh instrumen penilaian selesai diuji secara objektif.

"Partai NasDem memandang Sumatera Utara sebagai pilar utama akselerasi pembangunan di kawasan barat Republik Indonesia. Oleh sebab itu, keputusan akhir tidak boleh sekadar didasarkan pada kalkulasi pragmatis, melainkan harus bertumpu pada keselarasan gagasan restorasi dan komitmen nyata dalam memajukan kesejahteraan masyarakat daerah," tegas perwakilan DPP Partai NasDem dalam rapat internal.

Fungsionaris partai menegaskan bahwa hubungan komunikasi politik dengan kedua kandidat hingga kini berjalan harmonis dan saling menghormati. Baik Edy Rahmayadi maupun Bobby Nasution telah menyampaikan pokok-pokok pikiran serta visi strategis mereka terkait masa depan pembangunan di 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Kalkulasi Koalisi Fraksi dan Pemenuhan Ambang Batas Parlemen

Pertimbangan DPP Partai NasDem tidak terlepas dari peta perolehan kursi legislatif daerah pasca-Pemilihan Umum 2024. Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, partai politik atau gabungan partai politik disyaratkan memenuhi ambang batas perolehan minimal 20 persen kursi parlemen daerah atau sekurang-kurangnya 25 persen akumulasi suara sah pada pemilihan anggota legislatif tingkat provinsi guna mendaftarkan pasangan calon kepala daerah ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara dengan total 100 kursi keterwakilan, Partai NasDem menorehkan pencapaian signifikan dengan meraih 12 kursi parlemen. Hasil ini mengukuhkan Partai NasDem sebagai salah satu Fraksi penentu di parlemen daerah. Namun, guna memenuhi syarat pendaftaran resmi sebanyak 20 kursi, Partai NasDem wajib menindaklanjuti kerja sama politik dengan membentuk koalisi bersama partai lain.

Menindaklanjuti realitas tersebut, Rapat Pleno Bappilu memberikan mandat kepada jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara untuk memperluas penjajakan koalisi lintas partai politik. Langkah ini ditujukan untuk membangun koalisi yang solid dan memiliki kesamaan platform pembangunan jangka panjang bagi daerah.

Penerapan Riset Ilmiah dan Pengesahan Rekomendasi Resmi

Guna menjamin ketepatan keputusan, Partai NasDem menerapkan instrumen survei elektoral ilmiah secara berkala melalui lembaga penelitian terakreditasi independen. Kajian kuantitatif tersebut mengukur secara presisi tingkat keterkenalan (popularitas), tingkat kesukaan (akseptabilitas), hingga potensi keterpilihan (elektabilitas) dari Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution di seluruh wilayah administratif Sumatera Utara.

Selain variabel angka survei, Rapat Koordinasi DPP Partai NasDem juga membedah peta resistensi politik, kapabilitas pengelolaan birokrasi daerah, serta kesiapan logistik pemenangan calon. Format surat rekomendasi pencalonan model B1-KWK diproyeksikan akan disahkan dan diserahkan kepada kandidat terpilih sebelum masa pendaftaran resmi di KPU dibuka serentak pada akhir Agustus 2024.

Keputusan final penyerahan tiket Pilgub Sumut akan ditetapkan secara terpusat oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersama jajaran Dewan Pengurus Pusat, dengan mempertimbangkan masukan mendalam dari struktur partai di tingkat kabupaten dan kota di Sumatera Utara demi memastikan kemenangan optimal dan keberlanjutan kepemimpinan daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User