Oct 12, 2026
Politik

MotoGP 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Lombok Hampir Penuh

Penyelenggaraan Pertamina Indonesia Grand Prix 2026 yang berlangsung sejak 9 hingga 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, memberikan dampak ...

MotoGP 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Lombok Hampir Penuh

Penyelenggaraan Pertamina Indonesia Grand Prix 2026 yang berlangsung sejak 9 hingga 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, memberikan dampak signifikan terhadap sektor perhotelan di kawasan tersebut. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB mencatat okupansi hampir seluruh hotel di Lombok terisi penuh selama periode perhelatan akbar tersebut.

Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, menyatakan bahwa lonjakan tingkat hunian terjadi merata pada hotel-hotel kelas menengah ke atas. "Setiap ada perhelatan, MotoGP itu hampir semua hotel itu penuh. Terutama hotel yang bintang 3 ke atas, bintang 2 ke atas tuh memang ini, penuh gitu," kata Wolini kepada kumparan, Minggu (11/10).

Berdasarkan data yang dihimpun PHRI NTB, hotel-hotel berbintang mencatatkan tingkat okupansi mendekati kapasitas maksimal selama tiga hari penyelenggaraan balapan. Kondisi ini menunjukkan bahwa event berskala internasional tersebut menjadi salah satu penggerak utama industri pariwisata di provinsi yang dikenal dengan keindahan alamnya itu.

Hotel Melati Catat Okupansi 60-80 Persen

Meskipun hotel berbintang mengalami okupansi penuh, Wolini mengakui bahwa hotel kelas non-bintang atau melati belum mencapai tingkat hunian yang sama. Kendati demikian, okupansi hotel melati tercatat berada pada kisaran 60 hingga 80 persen, yang dinilai tetap memberikan dampak positif signifikan bagi pelaku usaha perhotelan skala kecil.

"Nah cuma yang masih jadi PR kita itu kan yang hotel-hotel non-bintang atau Melati gitu mungkin ya. Tapi walaupun mereka tidak 100 persen, tapi paling tidak mereka okupansinya di atas 60 persen. Malah ada yang 80 persen," ujarnya.

Wolini menegaskan bahwa capaian tersebut tetap merupakan kabar baik bagi industri perhotelan di NTB. Menurutnya, peningkatan okupansi pada hotel melati menunjukkan bahwa limpahan manfaat ekonomi dari perhelatan MotoGP tidak hanya dirasakan oleh hotel-hotel besar, tetapi juga oleh pelaku usaha akomodasi skala kecil.

Kawasan Sekitar Sirkuit Jadi Favorit

Dari sisi sebaran lokasi, Wolini mengungkapkan bahwa hotel-hotel yang berada di sekitar kawasan Pertamina Mandalika International Circuit menjadi primadona bagi para wisatawan. Seluruh hotel di wilayah tersebut dipastikan terisi penuh selama berlangsungnya rangkaian kegiatan balapan.

"Lokasi yang menjadi favorit wisatawan adalah hotel-hotel yang berada di sekitar sirkuit. Hotel-hotel di wilayah itu ada dalam okupansi penuh," tegasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kedekatan akses menuju venue menjadi pertimbangan utama bagi para pengunjung, baik penonton maupun kru balapan, dalam memilih akomodasi. Kawasan penyangga di sekitar Sirkuit Mandalika menjadi pusat gravitasi aktivitas ekonomi selama perhelatan berlangsung.

Wisatawan Lokal Masih Mendominasi

Terkait komposisi pengunjung, Wolini menjelaskan bahwa wisatawan domestik atau lokal masih mendominasi selama penyelenggaraan MotoGP 2026. Wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia menjadi tulang punggung tingkat kunjungan pada periode tersebut.

"Oh lokal, kebanyakan lokal. Ya dari luar daerah lah gitu kan. Sekarang ini kita belum buat persentasenya karena masih berjalan. Tapi kalau dilihat sepintas," ungkapnya.

Wolini menyatakan bahwa pihaknya belum dapat merinci secara persentase perbandingan antara wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara karena rangkaian kegiatan masih berlangsung saat keterangan tersebut diberikan. Namun, pantauan awal mengindikasikan bahwa wisatawan nusantara mendominasi kunjungan ke Lombok pada momen tersebut.

Perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika secara konsisten menjadi salah satu agenda unggulan dalam kalender pariwisata nasional. Dampak ekonominya tidak hanya dirasakan oleh sektor perhotelan, tetapi juga merambah ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk kuliner, transportasi, serta industri kreatif di sekitar kawasan ekonomi khusus Mandalika.

PHRI NTB menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan akomodasi pada setiap penyelenggaraan event internasional. Peningkatan kapasitas dan kualitas layanan, khususnya bagi hotel non-bintang, menjadi salah satu fokus utama organisasi tersebut ke depan.

Dengan capaian okupansi yang nyaris sempurna pada hotel berbintang dan kisaran 60 hingga 80 persen pada hotel melati, perhelatan MotoGP 2026 terbukti menjadi berkah tersendiri bagi industri perhotelan di Lombok. Pemerintah daerah dan pelaku usaha diharapkan dapat terus menjaga momentum ini untuk memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User