Oct 12, 2026
Politik

Polres Buleleng Selidiki Hilangnya Perhiasan Turis China Senilai Rp179 Juta

Kepolisian Resor Buleleng, Polda Bali, tengah menyelidiki kasus dugaan pencurian perhiasan milik seorang wisatawan asal Tiongkok yang dilaporkan hilang saat berlibur di Bali. Nilai kerugian atas kejad...

Polres Buleleng Selidiki Hilangnya Perhiasan Turis China Senilai Rp179 Juta

Kepolisian Resor Buleleng, Polda Bali, tengah menyelidiki kasus dugaan pencurian perhiasan milik seorang wisatawan asal Tiongkok yang dilaporkan hilang saat berlibur di Bali. Nilai kerugian atas kejadian tersebut ditaksir mencapai USD 10.000 atau setara Rp179,3 juta berdasarkan kurs yang berlaku.

Laporan resmi diterima Polres Buleleng pada Selasa, 6 Oktober 2026, dengan nomor LP/B/329/X/2026/SPKT/POLRES BULELENG/POLDA BALI. Kasus ini menyita perhatian aparat kepolisian mengingat korban merupakan wisatawan mancanegara yang sedang menjalani kunjungan wisata di Pulau Dewata.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng telah bergerak melakukan pemeriksaan awal guna mendalami dugaan tindak pidana pencurian yang menimpa wisatawan tersebut.

"Satreskrim Polres Buleleng telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi, di antaranya pemandu wisata dari agen Bali Wisata Sukses (BWS), sopir travel, dan staf Hotel Sunari," kata Yohana dalam keterangannya, Minggu, 11 Oktober.

Kronologi Kehilangan Menurut Keterangan Kepolisian

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, rombongan wisatawan tersebut sebelumnya mengunjungi kawasan Bedugul dan Singaraja. Dalam perjalanan itu, koper milik korban bersama barang bawaan lainnya ditinggalkan di dalam bagasi mobil travel yang digunakan rombongan.

Yohana menjelaskan bahwa pengemudi bernama Syamsul membawa mobil ke garasi dan meninggalkan kendaraan dalam keadaan terkunci, kemudian kembali ke tempat kosnya. Setelah itu, pengemudi menjemput korban beserta rombongan dan mengantar mereka menuju hotel tempat menginap.

Setibanya di kamar hotel, korban mendapati kode kunci kopernya telah berubah. Meski demikian, koper tersebut masih dapat dibuka oleh korban. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban mengetahui bahwa sebuah kotak berisi perhiasan berupa batu zamrud (emerald) yang disimpan di dalam koper telah hilang.

"Setelah diperiksa, korban mengetahui bahwa sebuah kotak berisi perhiasan berupa emerald (batu zamrud) yang disimpan di dalam koper telah hilang," jelas Yohana.

Korban Minta Perhiasan Dikembalikan, Pemandu Wisata Membantah

Menindaklanjuti kejadian tersebut, korban menghubungi pemandu wisata bernama Patric dan meminta agar perhiasannya dikembalikan. Korban juga menaruh kecurigaan terhadap sopir travel sebagai pihak yang diduga mengambil perhiasan tersebut.

Namun, Patric membantah mengetahui keberadaan perhiasan itu. Ia mengaku mendampingi rombongan sejak pagi dan tidak menyentuh barang milik wisatawan. Patric juga disebut menyarankan korban untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Hingga kini, penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap penyebab hilangnya perhiasan dan memastikan ada tidaknya tindak pidana pencurian. Polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara ini karena proses penyelidikan masih berjalan.

Polres Buleleng Koordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan

Yohana mengungkapkan bahwa Polres Buleleng juga berkoordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan. Langkah tersebut diambil karena lokasi dugaan kejadian diperkirakan berada di wilayah Pulau Serangan, Denpasar Selatan, sementara korban baru mengetahui perhiasannya hilang saat berada di Lovina, Kabupaten Buleleng.

"Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Buleleng melakukan koordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan," kata Yohana.

Koordinasi antarwilayah ini dinilai penting mengingat peristiwa yang dilaporkan terjadi di Buleleng berkaitan erat dengan dugaan lokasi kejadian di wilayah hukum Polresta Denpasar. Penyidik akan memetakan seluruh rangkaian perjalanan rombongan, termasuk jeda waktu saat koper berada di bagasi mobil travel, guna memperoleh gambaran utuh atas peristiwa tersebut.

Polisi juga mengimbau wisatawan untuk lebih berhati-hati menyimpan barang berharga selama berwisata. Penanganan kasus ini menjadi perhatian tersendiri di tengah upaya menjaga citra pariwisata Bali sebagai destinasi unggulan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User