Oct 12, 2026
Politik

Wagub Emil Dardak Berduka atas Wafatnya Bayi Alena di RSUD Soetomo

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang bayi bernama Alena yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSU...

Wagub Emil Dardak Berduka atas Wafatnya Bayi Alena di RSUD Soetomo

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang bayi bernama Alena yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Surabaya. Bayi tersebut menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 10 November, sekitar pukul 06.45 WIB setelah beberapa hari dirawat di unit Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

"Kami sangat berduka. Tadi pagi jam 6.45 WIB, kami intensif memantau sejak beberapa hari terakhir, ananda Alena meninggal dunia di unit perawatan NICU," ujar Emil kepada wartawan di Surabaya, Minggu (10/11).

Emil menuturkan, sejak dirujuk ke RSUD Soetomo, kondisi bayi Alena tergolong sangat memprihatinkan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menurutnya, terus mengikuti perkembangan penanganan medis yang dilakukan tim dokter spesialis anak dan neonatal di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut.

Komunikasi Intens dengan Keluarga Korban

Wakil Gubernur yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur itu mengaku menjalin komunikasi langsung dengan ibunda bayi Alena selama beberapa hari terakhir. Ia menyatakan sangat memahami duka yang tengah dialami pihak keluarga, terutama sang ibu.

"Saya meyakini tim RSUD Soetomo telah memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa ananda Alena sejak dirujuk dalam kondisi yang sangat memprihatinkan saat tiba di RSUD Soetomo," tegasnya.

"Untuk saat ini, izinkan saya menghormati kondisi ibunda dari Alena dan keluarga yang sangat berduka. Saya menyadari betul kesedihan ibunya karena kami berkomunikasi langsung beberapa hari terakhir dari sejak anak beliau dirujuk ke NICU RSUD Soetomo."

Emil menambahkan, komunikasi tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap warga yang tengah menghadapi musibah. Ia berharap keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi peristiwa ini.

Infeksi Serius pada Saluran Pencernaan

Menyinggung penyebab meninggalnya bayi Alena, Emil mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, telah terjadi infeksi serius pada saluran pencernaan penderita. Namun ia menyerahkan penjelasan rinci mengenai keterkaitan antara kondisi tersebut dengan asupan yang dikonsumsi kepada tim medis yang menangani.

"Untuk keterkaitan dengan apa yang dikonsumsi, mohon kita serahkan ke tim medis terkait untuk memberi keterangan. Info yang kami dapat, terjadi infeksi serius di saluran pencernaan," kata Emil.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap kasus bayi Alena yang mencuat melalui diskusi di media sosial. Sebelumnya, sejumlah warganet membahas dugaan pemberian makanan berupa telur mentah kepada bayi yang belum genap berusia satu bulan tersebut.

Pihak keluarga melalui akun media sosial menyampaikan bahwa bayi Alena sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Keluarga juga meminta publik menghormati privasi mereka dan tidak terus mempermasalahkan persoalan internal yang tengah ditangani.

Pemerintah Provinsi Diminta Perkuat Edukasi Gizi Bayi

Terpisah, sejumlah pengamat kesehatan anak menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemahaman gizi dan pola asuh bayi di lingkungan keluarga. Pemberian makanan selain air susu ibu (ASI) kepada bayi berusia di bawah enam bulan dinilai berisiko memicu gangguan pencernaan berat, termasuk infeksi yang dapat berujung fatal.

Merespons hal itu, Emil menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam memberikan edukasi kepada keluarga. Menurutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama instansi terkait terus menggencarkan sosialisasi mengenai pemenuhan gizi bayi dan balita.

"Kami akan menindaklanjuti agar edukasi kepada masyarakat soal asupan bayi semakin masif, terutama lewat puskesmas dan posyandu," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini sesuai ketentuan yang berlaku. Emil juga mengimbau seluruh pihak menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi keluarga untuk berduka secara layak.

Jenazah bayi Alena selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Soetomo belum merilis keterangan resmi tambahan terkait hasil pemeriksaan medis maupun penyebab pasti kematian penderita.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User