JAKARTA — Prestasi Egy Maulana Vikri bersama Timnas Indonesia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat apresiasi dari lingkungan keluarga, salah satunya dari mertuanya, Ummi Pipik. Penghargaan itu tidak hanya diberikan atas pencapaian di lapangan hijau, tetapi juga atas komitmen Egy menjalankan perannya sebagai kepala keluarga di tengah padatnya agenda sebagai pesepak bola profesional.
Ummi Pipik menyatakan kekagumannya terhadap menantunya tersebut karena tetap mampu hadir secara fisik dan emosional bagi anak dan istrinya, Adiba Khanza, meskipun harus menjalani latihan rutin bersama klub maupun tim nasional. Menurutnya, kesibukan yang menyita tenaga tidak pernah dijadikan alasan bagi Egy untuk mengabaikan tanggung jawab domestik.
"Secapek apa pun habis latihan, Egy masih mandiin anaknya, buatin makanan anaknya, dan setiap mau main dia baca Al-Fatihah, baca salawat. Egy ayah yang hebat," ujar Ummi Pipik melalui akun Instagram pribadinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ummi Pipik dalam unggahan yang merekam momen kebersamaan keluarga usai penampilan Egy bersama skuad Garuda. Ia menilai figur ayah yang terlibat langsung dalam pengasuhan anak merupakan hal yang patut diapresiasi, terlebih bagi atlet yang rutinitas hariannya padat.
Apresiasi Berbentuk Buket dan Makan Malam Keluarga
Sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian Egy, Ummi Pipik memberikan buket bunga dan mengajak pesepak bola kelahiran Medan tersebut makan malam bersama keluarga. Kegiatan itu disebut sebagai perayaan sederhana atas kerja keras Egy selama membela Timnas Indonesia pada turnamen yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Menurut Ummi Pipik, momen kebersamaan tersebut penting untuk menjaga ikatan kekeluargaan di tengah kesibukan masing-masing anggota keluarga. Ia menilai prestasi di dunia olahraga seyogianya tetap dirayakan dalam suasana hangat bersama orang-orang terdekat, bukan hanya dalam seremoni resmi kenegaraan maupun kompetisi.
"Saya salut dengan Egy," kata Ummi Pipik menegaskan.
Ia menambahkan bahwa sikap tersebut menunjukkan bagaimana Egy berupaya menyeimbangkan tuntutan karier profesional dengan peran sebagai suami dan ayah. Menurutnya, kesadaran semacam itu tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan panjang sejak masa muda.
Disiplin dan Kesabaran Jadi Fondasi Karier Egy
Ummi Pipik juga menuturkan perjalanan karier Egy yang dinilainya tidak selalu berjalan mulus. Ia menyebut menantunya memiliki tingkat kesabaran luar biasa selama menjalani proses meniti karier di dunia sepak bola, mulai dari pembinaan usia muda hingga menembus kompetisi internasional.
Menurutnya, karakter disiplin dan sabar telah dilatih sejak Egy masih kecil. Kedua sifat tersebut kemudian menjadi fondasi yang menopang karier pesepak bola berposisi gelandang serang itu hingga dipercaya memperkuat Timnas Indonesia di berbagai ajang bergengsi, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam beberapa pertandingan, Egy tercatat tampil sebagai penggerak lini tengah skuad Garuda. Ia antara lain terlihat mengejar bola pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Kontribusi semacam itu, menurut Ummi Pipik, merupakan buah dari kerja keras dan kedisiplinan yang dipupuk bertahun-tahun.
Teladan Keseimbangan Karier dan Keluarga bagi Atlet Muda
Lebih lanjut, Ummi Pipik berharap sikap Egy dapat menjadi teladan bagi pesepak bola muda lainnya. Ia memandang keberhasilan seorang atlet tidak semata diukur dari trofi atau pencapaian individu, tetapi juga dari kemampuan menjaga keutuhan keluarga dan menjalankan peran sosial di lingkungan terdekat.
Pandangan tersebut sejalan dengan prinsip pembinaan karakter yang kerap ditekankan dalam ekosistem olahraga nasional, bahwa prestasi harus dibarengi dengan tanggung jawab di luar lapangan. Dalam konteks itu, peran keluarga disebut memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas mental seorang atlet.
Ummi Pipik menyatakan bahwa dukungan keluarga, termasuk dari pihak mertua, akan terus diberikan kepada Egy sepanjang kariernya. Menurutnya, kehadiran sosok yang mendampingi secara konsisten menjadi faktor penting ketika seorang pesepak bola menghadapi tekanan kompetisi maupun dinamika karier profesional.
Hingga berita ini diturunkan, Egy Maulana Vikri belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan mertuanya tersebut. Namun, apresiasi yang disampaikan Ummi Pipik menambah gambaran bahwa di balik pencapaian Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026, terdapat kisah keluarga yang turut menyokong perjalanan seorang pemain di level tertinggi sepak bola nasional.
Comments (0)