Mendagri Minta Daerah Optimalkan Potensi Kriya untuk Tembus Pasar Dunia
MAKASSAR – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memerintahkan seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk segera melakukan identifikasi dan pengembangan produk kerajinan unggulan daerah. Ins...
MAKASSAR – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memerintahkan seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk segera melakukan identifikasi dan pengembangan produk kerajinan unggulan daerah. Instruksi ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Makassar, Kamis (9/5/2024).
Di hadapan para bupati, wali kota, dan pengurus Dekranasda se-Indonesia, Mendagri menekankan bahwa potensi kerajinan tangan Nusantara belum tergarap maksimal. Padahal, produk-produk tersebut memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.
Arahan Spesifik Mendagri
Dalam arahannya, Tito Karnavian memaparkan tiga langkah strategis. Pertama, setiap daerah wajib memetakan seluruh sentra kerajinan dan komoditas khasnya. Kedua, pemda bersama Dekranasda harus menyusun basis data digital produk kriya yang terintegrasi. Ketiga, pengembangan desain dan kualitas produk harus berorientasi pada selera pasar global.
“Kita tidak bisa lagi hanya bermain di pasar lokal. Produk kerajinan Indonesia harus berani bersaing di tingkat global. Saya minta setiap daerah mengidentifikasi minimal tiga produk unggulan yang bisa diekspor,” kata Tito Karnavian di hadapan peserta rapat.
Peran Sentral Dekranasda
Mendagri menegaskan bahwa Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) harus mengambil peran sebagai motor penggerak ekosistem kriya lokal. Organisasi yang dipimpin para istri kepala daerah ini diharapkan tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi ujung tombak pendampingan perajin, pelatihan, hingga pemasaran.
Tito mengingatkan agar Dekranasda provinsi dan kabupaten/kota segera menyusun rencana kerja tahunan yang terukur. Program-program tersebut harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan didukung anggaran yang memadai.
“Keberhasilan Dekranasda akan terlihat dari peningkatan jumlah perajin yang berdaya, pertumbuhan nilai ekspor, dan pengakuan produk di pasar internasional,” ucapnya.
Data dan Target Pasar Global
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada tahun 2023 mencapai 1,2 miliar dolar AS, naik 8,7 persen dari tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut masih didominasi furnitur. Subsektor lainnya seperti tenun, batik, ukiran, anyaman, dan perhiasan tradisional diperkirakan memiliki potensi peningkatan lebih dari dua kali lipat bila dikelola secara profesional.
Mendagri menyebut sejumlah daerah telah membuktikan bahwa kriya lokal mampu menembus pasar Eropa dan Amerika. Misalnya, tenun ikat Sumba asal NTT, batik Lasem dari Jawa Tengah, serta kerajinan perak dari Kotagede Yogyakarta. Tito mendorong daerah lain meniru model pengembangan tersebut dengan dukungan penuh pemda.
Kolaborasi Lintas Sektor
Rapat koordinasi di Makassar juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat sinergi antara Dekranasda, dinas perindustrian dan perdagangan, Balai Latihan Kerja, serta sektor perbankan. Mendagri meminta perbankan daerah menyediakan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah khusus bagi perajin lokal. Sementara itu, dinas terkait harus menyediakan fasilitas display produk dan akses pelatihan ekspor.
“Harus ada kolaborasi nyata. Pemda tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dekranasda, OPD, perbankan, dan pelaku usaha harus duduk bersama merancang strategi yang konkret,” tegas Tito.
Keputusan rapat juga menyepakati akan dibentuk platform digital nasional “Kriya Nusantara” yang menghubungkan perajin langsung dengan buyer mancanegara. Platform tersebut rencananya akan diluncurkan Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Koperasi dan UKM pada triwulan III 2024.
Komitmen Daerah
Sejumlah kepala daerah yang hadir menyambut positif instruksi Mendagri. Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menyatakan pihaknya telah menyiapkan kawasan khusus perajin di Kecamatan Tallo. Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan akan memasukkan program pengembangan kriya dalam RPJMD perubahan tahun 2025.
“Kami siap menjalankan arahan Pak Mendagri. Potensi kerajinan daerah kami, seperti songkok guru dan anyaman pandan, akan kami dorong agar tembus ekspor,” ujar Adnan.
Di akhir acara, Mendagri menandatangani nota komitmen bersama para kepala daerah dan pengurus Dekranasda untuk mempercepat realisasi program tersebut. Kesepakatan itu mencakup target peningkatan ekspor produk kerajinan daerah sebesar 15 persen per tahun selama lima tahun ke depan.
Dengan instruksi tegas ini, diharapkan produk kriya Nusantara tak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah yang berorientasi global.
Baca juga:
Comments (0)