Startup Baskit Ekspansi Regional, Kitar Raih Pendanaan Baru, CIMB Niaga Adopsi AI

Gelombang transformasi digital terus bergulir di Indonesia, menghadirkan babak baru bagi perusahaan rintisan dan korporasi mapan. Pekan ini, tiga kisah pen

Jul 13, 2026 - 07:22
0 0
Startup Baskit Ekspansi Regional, Kitar Raih Pendanaan Baru, CIMB Niaga Adopsi AI

Gelombang transformasi digital terus bergulir di Indonesia, menghadirkan babak baru bagi perusahaan rintisan dan korporasi mapan. Pekan ini, tiga kisah penting mewarnai lanskap bisnis tanah air: ekspansi regional startup rantai pasok Baskit, pendanaan segar untuk platform daur ulang Kitar, dan langkah strategis CIMB Niaga yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam layanan perbankannya. Momentum ini mempertegas posisi Indonesia sebagai episentrum inovasi digital di Asia Tenggara.

Baskit: Ambisi Regional Lewat Rantai Pasok B2B

Startup B2B yang fokus pada distribusi produk konsumen (FMCG) ke warung dan ritel tradisional, Baskit, resmi melebarkan sayap ke pasar Thailand dan Vietnam. Ekspansi ini didukung oleh pendanaan Seri B senilai US$ 15 juta yang dipimpin oleh investor regional terkemuka, termasuk partisipasi dari dana kelolaan ventura global. Baskit, yang sebelumnya telah menguasai lebih dari 50.000 warung di Indonesia, kini menargetkan 20.000 titik distribusi baru di dua negara tersebut dalam 12 bulan ke depan.

“Kami melihat permintaan besar akan solusi rantai pasok yang efisien dan transparan di seluruh Asia Tenggara. Ekspansi ini adalah langkah awal untuk menjadikan Baskit sebagai tulang punggung distribusi digital di kawasan,” ujar CEO Baskit, Rizky Aditama, dalam keterangan resmi.

Platform Baskit menghubungkan langsung produsen dengan pengecer kecil, memangkas biaya logistik hingga 30% dan memastikan harga yang lebih kompetitif. Dengan dukungan analitik data, pemilik warung dapat mengoptimalkan stok barang berdasarkan tren permintaan lokal. Perusahaan juga mengumumkan rencana peluncuran fitur pembiayaan mikro bagi mitra ritel tradisional sebagai bagian dari ekosistem terpadu.

Kitar: Menyulap Sampah Jadi Peluang Ekonomi

Di tengah meningkatnya kesadaran akan ekonomi sirkular, startup teknologi bersih Kitar berhasil mengamankan pendanaan tahap awal sebesar US$ 5 juta dari sejumlah investor dampak (impact investor). Didirikan oleh trio anak muda yang berkomitmen pada keberlanjutan, Kitar mengembangkan aplikasi yang menghubungkan pemulung, rumah tangga, dan pusat daur ulang melalui sistem insentif berbasis poin digital. Setiap kilogram sampah yang disetorkan akan dikonversi menjadi saldo e-wallet atau kebutuhan pokok.

“Visi kami sederhana: mengubah kebiasaan masyarakat dari membuang menjadi memilah, sembari menciptakan kesejahteraan bagi mereka yang berada di garis depan pengelolaan sampah,” jelas CTO Kitar, Dina Rahmawati.

Sejak diluncurkan di Bandung, Kitar telah mengumpulkan lebih dari 8.000 ton sampah anorganik, mengurangi emisi karbon setara dengan menanam 120.000 pohon. Pendanaan baru ini akan digunakan untuk ekspansi ke 10 kota besar, termasuk Surabaya, Medan, dan Makassar. Kitar juga berencana mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk klasifikasi otomatis material daur ulang, meningkatkan efisiensi pemrosesan hingga 40%.

CIMB Niaga: Perbankan Cerdas di Era AI

PT Bank CIMB Niaga Tbk mengumumkan implementasi sistem kecerdasan buatan yang menyeluruh pada kanal layanan nasabah dan proses internal. Menggandeng penyedia teknologi lokal, bank ini kini memiliki AI-powered chatbot yang mampu menangani 80% pertanyaan nasabah secara real-time tanpa intervensi manusia, serta mesin analitik risiko kredit yang mempercepat persetujuan pinjaman hingga 70% lebih cepat.

Chief Digital Officer CIMB Niaga, Andika Pratama, menyatakan, “Teknologi AI memungkinkan kami menghadirkan layanan yang lebih personal, prediktif, dan responsif. Ini bukan sekadar efisiensi, tapi juga membangun kepercayaan nasabah melalui pengalaman yang mulus.” Bank tersebut juga akan memamerkan solusi perbankan digitalnya pada B2B Tech Asia Expo 2026 yang digelar 1-2 Juli di AXA Tower, Jakarta, menandai komitmennya dalam ekosistem B2B berbasis teknologi.

Momen B2B Tech Indonesia yang Kian Panas

Ketiga cerita ini menjadi bukti bahwa momen B2B teknologi Indonesia benar-benar telah tiba. Pameran B2B Tech Asia Expo 2026 yang akan berlangsung pada 1-2 Juli di Jakarta menjadi panggung ideal bagi para pemain untuk memamerkan solusi dan menjalin kemitraan strategis. Acara yang menghadirkan raksasa seperti AWS, Salesforce, Mekari, dan SoftBank ini diharapkan menjadi katalisator percepatan digitalisasi korporasi di Asia Tenggara. Baik Baskit, Kitar, maupun CIMB Niaga dijadwalkan hadir, menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara startup dan korporasi kini semakin tak terhindarkan, membawa optimisme bagi geliat inovasi Nusantara.

[SOCIAL_TWEET]: Startup Baskit ekspansi ke Thailand & Vietnam, Kitar amankan pendanaan US$5 juta untuk daur ulang, dan CIMB Niaga integrasikan AI. Ekosistem digital Indonesia makin panas! #StartupIndonesia #AI #Sustainability[SOCIAL_TG]: 🚀 Pembaruan pekan ini: Baskit ekspansi ke ASEAN, Kitar raih pendanaan baru, CIMB Niaga adopsi AI. Baca detailnya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User