Survei: Taj Yasin Maimoen Tokoh Terpopuler Pilkada Jateng
Lembaga Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru mengenai preferensi publik terhadap bakal calon gubernur Jawa Tengah. Berdasarkan pengumpulan data yang dilaksanakan pada 15 hingga 25 ...
Lembaga Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru mengenai preferensi publik terhadap bakal calon gubernur Jawa Tengah. Berdasarkan pengumpulan data yang dilaksanakan pada 15 hingga 25 Mei 2025, nama mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, tercatat sebagai figur dengan tingkat popularitas tertinggi. Temuan ini disampaikan dalam konferensi pers virtual yang digelar di Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyatakan bahwa pengenalan terhadap Taj Yasin Maimoen mencapai angka 85,6 persen. Capaian tersebut menempatkannya sebagai kandidat yang paling banyak diingat responden di antara sejumlah nama yang beredar di bursa Pilkada Jateng. "Tingginya popularitas ini menjadi modal politik yang signifikan menjelang kontestasi yang akan digelar serentak pada 27 November 2024," ujar Adi Prayitno.
Keunggulan Popularitas di Atas Kompetitor
Dalam pemaparan yang sama, Parameter Politik Indonesia mengungkap deretan figur lain yang turut diukur tingkat popularitasnya. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, berada di posisi kedua dengan pengenalan publik sebesar 78,3 persen. Sementara itu, mantan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, tercatat memiliki popularitas di angka 65,9 persen. Adapun anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto, dikenal oleh 58,4 persen responden.
Adi Prayitno menjelaskan bahwa selisih popularitas antara Taj Yasin dan Sudaryono relatif ketat, namun masih memberikan ruang bagi keduanya untuk saling membangun fondasi dukungan yang lebih kokoh. "Hampir seluruh nama yang muncul di permukaan memiliki pengenalan yang cukup kuat karena sebagian besar adalah tokoh yang berlatar belakang sebagai kepala daerah atau pemimpin parlemen di tingkat pusat dan daerah," tambahnya.
Konversi Elektabilitas dan Dinamika Partai
Survei yang sama juga memotret simulasi elektabilitas ketika responden dihadapkan pada pilihan langsung dalam selembar surat suara simulasi. Dalam simulasi semi-terbuka, Taj Yasin Maimoen memimpin dengan raihan 32,4 persen, disusul Sudaryono dengan 24,7 persen. Hendrar Prihadi memperoleh 11,2 persen, sementara Bambang Wuryanto mendapatkan 9,5 persen. Sebanyak 22,2 persen responden belum menentukan pilihan. Tempat kelima ditempati oleh mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, yang tidak diukur tingkat popularitasnya pada segmen kali ini.
Adi Prayitno menekankan bahwa keunggulan popularitas belum serta-merta menjamin dominasi elektoral. "Popularitas memang menjadi gerbang awal untuk dikenali, tetapi mempertahankan dan mengonversinya menjadi suara riil memerlukan kerja-kerja politik yang konsisten, terutama di daerah pemilihan yang sangat luas dengan bekal infrastruktur partai yang mumpuni," tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa waktu yang tersisa sebelum penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum pada September 2024 masih cukup panjang bagi para kontestan untuk mengonsolidasikan kekuatan.
Koalisi partai menjadi variabel krusial yang belum tercermin penuh dalam survei ini. Salah satu temuan lembaga adalah bahwa hampir seluruh nama besar yang masih bertarung di dalam internal partai belum memperoleh dukungan instrumen definitif. "Nama-nama seperti Taj Yasin yang kini erat dengan Partai Persatuan Pembangunan dan belakangan dikabarkan semakin intensif berkomunikasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Gerindra, serta Sudaryono yang merupakan kader Gerindra, masih menunggu keputusan resmi dari dewan pimpinan pusat masing-masing," papar Adi Prayitno.
Metodologi Ketat dan Potret Awal Peta Politik
Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error sekitar ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Parameter Politik Indonesia menekankan bahwa seluruh prosedur telah mengikuti standar ilmiah yang diakui secara nasional.
Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Wisnu Widjanarko, menilai tingginya popularitas Taj Yasin merupakan akumulasi dari masa pengabdiannya sebagai wakil gubernur di tengah pandemi yang memaksanya hadir secara massif di ruang publik. "Wakil gubernur selama ini memang bertugas memonitor langsung program-program pemerintah provinsi ke daerah-daerah. Jejak lapangan itu meninggalkan kesan yang tidak mudah luntur," katanya saat dihubungi secara terpisah.
Meski demikian, Wisnu mengingatkan bahwa hasil survei ini masih mungkin bergeser seiring dengan munculnya kejutan dari figur-figur di luar daftar yang kini beredar. "Pilkada Jateng dikenal sangat cair. Masih terbuka peluang bagi kader internal partai yang selama ini menjaga ritme konsolidasi di bawah permukaan untuk mencuat ketika partai resmi mengusung calon," jelasnya.
Rilis ini sekaligus menandai babak awal dari rangkaian survei yang akan dikeluarkan oleh Parameter Politik Indonesia hingga mendekati masa pendaftaran pasangan calon ke KPU. Lembaga itu mengklaim akan merilis temuan lanjutan paling cepat pada Agustus 2024, yang akan memasukkan variabel pasangan calon dan kekuatan koalisi partai sebagai indikator utama.
Baca juga:
Comments (0)