Gempa 5,1 Guncang Buol, BPBD Serukan Warga Tetap Waspada

Wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, kembali digetarkan oleh aktivitas seismik pada Minggu (12/7). Berdasarkan laporan yang masuk ke pusat kendali operasi, getaran dengan magnitudo 5,1 tercatat te...

Jul 13, 2026 - 07:24
0 0
Gempa 5,1 Guncang Buol, BPBD Serukan Warga Tetap Waspada

Wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, kembali digetarkan oleh aktivitas seismik pada Minggu (12/7). Berdasarkan laporan yang masuk ke pusat kendali operasi, getaran dengan magnitudo 5,1 tercatat terjadi pada siang hari dan dirasakan di sejumlah kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung mengambil langkah untuk memantau situasi sekaligus menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Muhammad Arifin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pusat gempa berada di darat, tepatnya pada koordinat 1,18 Lintang Utara dan 121,59 Bujur Timur, dengan kedalaman dangkal yang membuat guncangan terasa cukup kuat di sekitar pusat gempa. "Kami sudah menerjunkan tim ke beberapa titik untuk mendata dampak yang mungkin timbul. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan berarti, namun kewaspadaan tetap kami tingkatkan," ujarnya.

KRONOLOGI DAN PARAMETER GEMPA

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu mencatat bahwa gempa terjadi sekitar pukul 12.48 WITA. Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat gempa terletak di darat pada kedalaman 10 kilometer. Lokasi tepatnya berada di sekitar 32 kilometer arah tenggara pusat Kota Buol. Dengan mekanisme sumber yang didominasi oleh pergerakan sesar lokal, getaran dilaporkan mencapai skala III-IV MMI di wilayah Biau, Paleleh, dan Momunu, yakni getaran yang tidak hanya dirasakan banyak orang di dalam rumah, tetapi juga oleh sebagian orang di luar ruangan. Di beberapa titik, benda-benda ringan yang tergantung tampak bergoyang.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami karena pusatnya berada di darat dan kekuatannya tidak cukup besar untuk memicu gelombang. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

RESPON CEPAT DAN MONITORING LANGSUNG

Menindaklanjuti kejadian, BPBD Kabupaten Buol yang berkoordinasi dengan perangkat kecamatan dan desa langsung melakukan rapid assessment. Tim Reaksi Cepat dikerahkan ke Kecamatan Biau yang merupakan ibu kota kabupaten serta wilayah lain yang dilaporkan paling merasakan getaran. Dari hasil pengecekan awal, beberapa rumah milik warga dilaporkan mengalami keretakan ringan pada dinding, tetapi tidak sampai menimbulkan korban luka maupun jiwa. Bangunan fasilitas umum seperti puskesmas dan sekolah dilaporkan masih dalam kondisi aman dan dapat difungsikan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi dan BPBD kabupaten tetangga untuk sistem peringatan dini bersama. Tim kami juga terus memantau media sosial dan kanal informasi resmi untuk memfilter berita bohong," tambah Arifin.

IMBAUAN DAN LANGKAH KESIAPSIAGAAN

Dalam rilis resminya, BPBD Kabupaten Buol menyampaikan sejumlah imbauan yang harus menjadi pegangan warga. Pertama, warga diminta untuk tetap tenang dan waspada, serta tidak panik secara berlebihan. Kedua, jika terjadi gempa susulan yang lebih kuat, warga harus segera menuju tempat terbuka yang aman dan menjauhi bangunan tinggi atau tiang listrik. Ketiga, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi hanya dari saluran resmi pemerintah seperti BMKG dan BPBD.

"Kami menegaskan kembali bahwa yang paling penting sekarang adalah kesiapsiagaan individu. Setiap keluarga harus sudah tahu jalur evakuasi terdekat, memiliki tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan dasar, senter, dan makanan ringan," ujar Kepala Pelaksana BPBD. Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di lereng perbukitan untuk mewaspadai potensi longsor jika terjadi hujan setelah gempa, karena struktur tanah bisa menjadi labil.

Di samping itu, petugas dari BPBD bersama TNI-Polri dan relawan kebencanaan telah disiagakan di posko induk. Posko ini akan menjadi pusat informasi dan koordinasi jika sewaktu-waktu terjadi perkembangan yang membutuhkan penanganan darurat. Saluran telepon dan radio komunikasi terus dipantau untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga.

PENGUATAN INFRASTRUKTUR KESIAPSIAGAAN

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa Kabupaten Buol yang dilewati beberapa sesar aktif memang berada di kawasan rawan gempa. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Buol dalam rencana strategisnya terus mendorong pelatihan mitigasi bencana di tingkat komunitas. Sejak awal tahun, telah digelar simulasi evakuasi di tiga kecamatan secara bergilir. Hasilnya, kesadaran warga terhadap prosedur penyelamatan dinilai meningkat, namun tetap perlu penguatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia dan anak-anak.

"Kita tidak bisa memprediksi kapan gempa akan datang lagi. Tapi dengan latihan yang terus menerus, masyarakat akan terbiasa dan refleks ketika terjadi guncangan. Ini yang kita kejar, budaya sadar bencana," ujar Kepala Pelaksana BPBD menutup keterangannya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User