Mekanika Seluler Tentukan Arah Pusaran Rambut Sejak Embrio

Jakarta — Sejumlah ilmuwan dalam sebuah studi terbaru berhasil mengidentifikasi mekanisme biologis yang menyebabkan terbentuknya pola pusaran rambut pada manusia, yang ternyata telah ditetapkan seja...

Jul 13, 2026 - 18:14
0 0

Jakarta — Sejumlah ilmuwan dalam sebuah studi terbaru berhasil mengidentifikasi mekanisme biologis yang menyebabkan terbentuknya pola pusaran rambut pada manusia, yang ternyata telah ditetapkan sejak fase embrio melalui proses mekanika seluler. Temuan ini menjawab teka-teki mengapa setiap individu memiliki arah pusaran rambut yang khas—searah jarum jam, berlawanan, atau bahkan berpola ganda.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Developmental Cell edisi 24 Maret 2026 tersebut dipimpin oleh tim dari Laboratorium Morfogenesis Institut Teknologi Massachusetts (MIT) bekerja sama dengan Departemen Biologi Perkembangan Universitas Osaka. Mereka mendemonstrasikan bahwa pola pusaran rambut bukanlah hasil acak dari pertumbuhan folikel, melainkan produk terprogram dari interaksi sel-sel epitel selama minggu ke-8 hingga ke-12 kehamilan.

Mekanisme Seluler di Balik Pola Rambut

Dalam riset yang menggunakan model embrio tikus dan simulasi komputer, para peneliti mengamati bahwa sel-sel di lapisan basal epidermis bergerak secara kolektif membentuk semacam “medan aliran” (flow field). Pergerakan ini dikendalikan oleh protein polaritas sel planar (PCP), khususnya Vangl2 dan Frizzled6, yang mengarahkan orientasi setiap folikel rambut. Ketika medan aliran ini bertemu di satu titik pusat, terbentuklah pusaran yang arahnya ditentukan oleh torsi mekanis di sekitar pusat tersebut.

“Kami menemukan bahwa pola pusaran rambut adalah manifestasi dari ketidakstabilan simetris yang diatur oleh tegangan permukaan jaringan, mirip dengan pembentukan pola konveksi pada fluida yang dipanaskan,” ujar Profesor Hiroshi Nakamura, kepala peneliti dari Universitas Osaka, dalam keterangan tertulis yang diterima Apaberita, Selasa (25/3). “Sel-sel tidak sekadar tumbuh, mereka saling berkomunikasi secara mekanis untuk mencapai konfigurasi paling stabil, dan itulah yang kita lihat sebagai pusaran rambut.”

Temuan ini memperkuat teori Turing morphogenesis yang telah lama diduga berperan dalam pembentukan pola biologis seperti garis zebra atau sidik jari, namun baru sekarang dibuktikan pada folikel rambut manusia. Data menunjukkan bahwa 82 persen sampel embrio yang diteliti memperlihatkan pusaran searah jarum jam, 14 persen berlawanan, dan 4 persen menunjukkan pola ganda—distribusi yang konsisten dengan data populasi global.

Implikasi pada Studi Genetika dan Kelainan

Penelitian ini tidak hanya menjelaskan variasi normal arah pusaran rambut, tetapi juga membuka jalan untuk memahami sejumlah kelainan perkembangan yang terkait dengan folikel rambut, seperti alopecia areata atau gangguan spektrum neurokristopati yang memengaruhi pembentukan struktur ektodermal. Dengan mengetahui bahwa protein PCP memainkan peran kunci, terapi gen di masa depan dapat menyasar jalur ini untuk mengoreksi pola pertumbuhan rambut atau jaringan lain yang memiliki polaritas serupa.

“Kami sekarang sedang menguji apakah mutasi pada gen Vangl2 dan Frizzled6 berkorelasi dengan kondisi seperti double whorl syndrome yang sering dikaitkan dengan gangguan neurodevelopmental,” kata Dr. Maya Kartika, ahli genetika perkembangan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang turut mengulas studi tersebut. “Jika benar, maka pola rambut bisa menjadi penanda fisik awal yang non-invasif untuk skrining risiko gangguan tertentu.”

Prospek Penelitian Lanjutan

Tim peneliti kini memperluas studi ke organ lain yang memiliki pola serupa, termasuk silia primer di saluran pernapasan dan stereosilia di telinga bagian dalam, yang orientasinya juga diatur oleh mekanisme PCP. Mereka berencana menggunakan pencitraan 4D pada embrio hidup untuk merekam dinamika seluler secara real-time, dengan harapan dapat menciptakan model matematis yang memprediksi pembentukan pola di semua jaringan terpolarisasi.

“Ini adalah langkah besar dalam biologi perkembangan,” tambah Nakamura. “Kami bergerak dari sekadar mendeskripsikan pola menjadi mampu merancang dan memodifikasinya. Dalam jangka panjang, kita mungkin bisa mengarahkan pertumbuhan folikel rambut untuk keperluan medis atau estetika.”

Studi ini didanai oleh National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat dan Japan Science and Technology Agency (JST), dengan total alokasi dana sebesar 3,2 juta dolar AS selama tiga tahun. Hasil lengkapnya tersedia di Developmental Cell volume 61 nomor 6.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User