Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Lansia di Palembang, Tangis Haru Pecah
Palembang — Air mata haru tak terbendung dari wajah Hj. Siti Aminah (72), seorang guru mengaji lanjut usia di kawasan Kertapati, Palembang, ketika huniannya yang reyot resmi direnovasi total oleh Ke...
Palembang — Air mata haru tak terbendung dari wajah Hj. Siti Aminah (72), seorang guru mengaji lanjut usia di kawasan Kertapati, Palembang, ketika huniannya yang reyot resmi direnovasi total oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Program bedah rumah yang digelar pada Senin (13/1/2025) itu menjadi wujud nyata perhatian institusi Bhayangkara terhadap warga yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan agama.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Kapolri, didampingi Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Albertus Rachmad Wibowo, serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Rumah berdinding papan lapuk dengan lantai tanah itu dalam waktu sepekan disulap menjadi bangunan permanen yang layak huni, lengkap dengan kamar tidur, ruang tamu, dan tempat wudhu.
Kondisi Memprihatinkan yang Menggerakkan Hati
Sebelum sentuhan renovasi, rumah seluas 36 meter persegi itu nyaris tak memiliki ventilasi memadai. Atap seng bocor di beberapa titik, sehingga setiap hujan turun, genangan air menggenangi bagian tengah rumah. Dinding kayu yang mulai lapuk dimakan usia menjadi saksi bisu perjuangan Hj. Siti Aminah selama puluhan tahun mengajar anak-anak membaca Al-Quran di teras sempit. “Saya hanya berserah diri, karena tidak ada biaya untuk memperbaiki. Anak-anak mengaji kadang terpaksa duduk di tanah becek kalau hujan,” tuturnya lirih.
Kondisi itu terpotret saat tim bakti sosial Polri melakukan survei lapangan dua pekan sebelumnya. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dalam Rapat Koordinasi antara Divisi Humas Polri dan jajaran Polda Sumsel. Hasilnya, rumah guru ngaji itu masuk dalam daftar prioritas program Polri Peduli yang dikomandoi langsung oleh Kapolri.
Keputusan Cepat Usai Kunjungan Mendadak
Jenderal Sigit mengaku tak butuh waktu lama untuk memutuskan renovasi. Dalam kunjungan mendadaknya ke lokasi pada pagi hari, ia melihat sendiri atap yang nyaris ambruk dan dinding yang sudah tidak lagi melindungi penghuninya dari terpaan angin malam. “Saya perintahkan segera bedah rumah ini. Seorang guru ngaji yang telah mendidik generasi penerus tidak boleh tinggal dalam kondisi seperti ini. Negara harus hadir melalui Polri,” ujarnya tegas saat meninjau progres pengerjaan.
Instruksi tersebut disambut cepat oleh tim teknis dari Direktorat Logistik yang bekerja bahu-membahu dengan warga setempat. Dalam tempo tiga hari, struktur utama telah berdiri dengan fondasi beton bertulang, dinding bata ringan, dan rangka atap baja ringan. “Penambahan luas dilakukan menjadi 54 meter persegi, ditambah teras untuk kegiatan mengaji. Semua material dipastikan memenuhi standar keamanan,” jelas Kepala Biro Sarana dan Prasarana Polri, Brigjen Pol. Yudhi Prabowo, di sela-sela pengerjaan.
Isak Tangis Guru Ngaji
Momen paling emosional terjadi ketika Hj. Siti Aminah memasuki rumah yang telah berdiri baru. Dengan suara bergetar, ia memegang dinding bersemen halus dan menyeka air matanya dengan ujung kerudung. “Ini seperti mimpi. Saya tak menyangka di usia tua ini bisa tinggal di rumah yang bagus. Terima kasih Pak Kapolri, semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” katanya sambil terus menangis. Isak tangisnya mengundang haru para pejabat dan tetangga yang menyaksikan.
“Kami tidak menyangka perhatian sebesar ini datang. Dulu anak-anak mengaji hanya bisa berteduh di bawah pohon kalau teras penuh. Sekarang mereka punya ruang khusus,” ungkap Sumarni (45), salah satu warga yang membantu proses mengajar.
Renovasi ini tidak hanya menyelesaikan persoalan fisik, tetapi juga memberikan harapan baru bagi puluhan anak yang setiap sore belajar membaca Al-Quran. Pada kesempatan itu, Kapolri juga menyerahkan bantuan berupa mushaf Al-Quran, sajadah, dan peralatan ibadah lainnya sebagai bagian dari dukungan keberlanjutan aktivitas mengaji.
Instruksi Langsung Berdasarkan Prosedur
Program bedah rumah ini, menurut Jenderal Sigit, merupakan penjabaran dari Instruksi Presiden yang meminta seluruh aparatur negara untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2023 tentang Bantuan Sosial Polri yang memberikan wewenang kepada Kapolda dan Kapolres untuk mengalokasikan dana kemanusiaan. Dalam kasus Hj. Siti Aminah, Kapolri langsung turun tangan karena kondisi dianggap darurat.
Keputusan strategis itu diapresiasi oleh Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang menilai langkah Polri tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga humanis dalam aspek sosial. “Ini contoh nyata bahwa institusi Polri tidak sekadar mengayomi dari sisi keamanan, tetapi juga dari sisi kesejahteraan warga, terutama para tokoh agama yang berjasa,” ujarnya melalui siaran pers terpisah.
Sementara itu, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa renovasi ini bukan yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir. “Kami sudah mengidentifikasi 12 rumah warga prasejahtera di Sumsel yang akan direnovasi tahun ini, dua di antaranya adalah rumah guru mengaji. Ini bagian dari komitmen kami,” tegas Irjen Rachmad.
Kegiatan Mengaji Kembali Berjalan
Setelah renovasi tuntas, Hj. Siti Aminah langsung mempersilakan murid-muridnya untuk kembali mengaji di teras baru yang teduh. Kini, lantai keramik bersih menggantikan tanah becek, dan lampu penerangan cukup membuat kegiatan belajar bisa berlanjut hingga malam. “Sekarang saya lebih semangat mengajar. Rumah ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk anak-anak yang ingin belajar Al-Quran,” ucapnya sambil tersenyum di antara hafalan surat pendek para muroja’ah kecil.
Kehadiran Kapolri di Palembang dengan agenda bedah rumah ini sekaligus menjadi pesan bahwa institusi Polri terus memperkuat ikatan emosional dengan rakyat. Di tengah tugas penegakan hukum yang tidak jarang mendapat sorotan, aksi kemanusiaan semacam ini diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan publik dan menegaskan bahwa di balik seragam coklat, terdapat hati yang peduli.
Baca juga:
Comments (0)