Megawati Resmikan Monumen Kudatuli di DPP PDIP

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, meresmikan Monumen Kudatuli di kompleks Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/7). Peresm...

Megawati Resmikan Monumen Kudatuli di DPP PDIP

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, meresmikan Monumen Kudatuli di kompleks Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/7). Peresmian tersebut dilaksanakan tepat pada peringatan 30 tahun peristiwa penyerbuan Kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996, yang dikenal sebagai Tragedi Kudatuli. Prosesi peresmian dilakukan dengan didampingi oleh putra Megawati yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Prananda Prabowo, serta dihadiri oleh jajaran pengurus harian partai, kader senior, dan perwakilan keluarga korban.

Latar Historis dan Keputusan Pembangunan Monumen

Keputusan pembangunan monumen tersebut, menurut Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, merupakan tindak lanjut dari Rapat Pleno DPP PDIP yang disahkan pada akhir tahun 2025. Dalam rapat tersebut, Fraksi-Fraksi di struktur partai bersepakat untuk membangun penanda fisik yang menjadi pengingat perjuangan mempertahankan demokrasi, sekaligus menindaklanjuti instruksi Ketua Umum agar nilai historis Kudatuli tidak luntur dari ingatan kader. Berdasarkan dokumen internal yang ditetapkan, monumen ini dirancang oleh tim arsitek yang ditunjuk langsung oleh DPP dan dibangun dalam kurun waktu empat bulan dengan melibatkan konsultan sejarah dari Universitas Indonesia untuk memastikan akurasi narasi visualnya.

Pesan Megawati: Jangan Melupakan Sejarah

Dalam sambutannya, Megawati menegaskan bahwa monumen ini bukan sekadar struktur batu, melainkan simbol perlawanan terhadap upaya pelemahan partai yang sarat muatan politik.

"Saya ingin seluruh kader, generasi muda partai, memahami bahwa apa yang kita nikmati hari ini dibayar dengan air mata dan darah. Monumen ini menjadi saksi bahwa PDIP adalah partai yang lahir dari rahim perjuangan rakyat, bukan dari meja kekuasaan,"
tegas Megawati di hadapan ratusan kader yang memenuhi halaman kantor. Ia juga menyatakan bahwa peringatan 30 tahun ini menjadi momentum evaluasi bagi partai untuk terus mengakar pada kepentingan wong cilik sesuai mandat Kongres.

Prananda Prabowo: Monumen Sebagai Pengikat Konsolidasi Partai

Prananda Prabowo, yang mendampingi Megawati sepanjang prosesi peresmian, secara terpisah menyatakan bahwa pembangunan monumen ini telah ditetapkan melalui koordinasi lintas bidang di internal DPP.

"Kami di Bidang Pemenangan Pemilu melihat monumen ini sebagai alat konsolidasi yang efektif. Setiap kader yang datang ke kantor pusat akan diingatkan kembali mengenai pentingnya soliditas partai, terutama menjelang agenda politik besar ke depan,"
ujarnya. Menurut catatan yang dihimpun, Prananda juga memimpin serangkaian Rapat Koordinasi dengan pengurus daerah untuk memastikan agar narasi sejarah Kudatuli diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan kader di seluruh tingkatan.

Kehadiran Keluarga Korban dan Desain Monumen

Prosesi peresmian berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh puluhan keluarga korban yang datang dari berbagai daerah. Nama-nama korban luka dan meninggal dunia dalam tragedi tersebut dibacakan satu per satu oleh petugas protokol sebelum tirai monumen dibuka. Secara arsitektural, monumen berbentuk pilar setinggi tujuh meter yang memadukan aksara Jawa dengan ukiran gambar burung garuda yang sayapnya patah namun tetap mengepak, melambangkan ketangguhan partai di bawah tekanan. Pada bagian dasar monumen, terukir kutipan keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan kepengurusan tandingan kala itu serta tanggal-tanggal penting yang menandai kronologi penyerbuan massa dan aparat keamanan terhadap kantor partai.

Berdasarkan laporan panitia, monumen ini dilengkapi dengan teknologi pencahayaan yang akan dinyalakan setiap tanggal 27 Juli dan saat malam hari pada hari-hari besar partai. DPP PDIP juga menetapkan bahwa area sekitar monumen akan menjadi lokasi wajib dalam tur penerimaan kader baru, di mana mereka harus mendengarkan penjelasan langsung dari sejarawan partai. Hingga berita ini diturunkan, prosesi peresmian ditutup dengan pembacaan ikrar oleh Ketua Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, yang menyatakan komitmen PDIP untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga konstitusi dan kedaulatan rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User